[Resensi Buku] Aku, Meps, dan Beps : Menjadi Keluarga Bahagia, Bukan Sempurna

Kelihatannya aku sudah ketularan penyakit Meps: pelupa. Senin yang lalu, waktu sudah sampai di depan sekolah aku baru ingat kalau lupa bawa tas.” (Halaman 80)

1489426297166

Bagaimana rasanya punya orang tua yang unik? Ibu berambut pendek dan ayah berambut panjang. Ibu yang sipit berkulit putih dan ayah hitam bermata besar. Ibu yang bekerja di kantor dan ayah yang bekerja di rumah. Atau bagaimana rasanya mempunyai piaraan ayam, nyamuk, dan semut? Mari bertanya pada Soca.

Aku panggil emakku Meps dan bapakku Beps. Kenapa? Hihihi, aku enggak tahu. Tahu-tahu aku sudah panggil mereka begitu.” (Halaman 1)

Aku, Meps, dan Beps adalah ‘buku harian’ yang ditulis Soca Sobhita dalam rentang waktu sejak masuk sekolah sampai hampir lulus Sekolah Dasar dibantu Meps-nya, Reda Gaudiamo. Catatan yang sudah sejak lama ‘ditinggalkan’ coba dihidupkan kembali oleh Reda dan Soca bertahun-tahun kemudian. Jika Na Willa semacam catatan perjalanan milik Meps–Reda Gaudiamo–saat TK, maka Aku, Meps, dan Beps adalah catatan yang ditulis oleh Soca kecil dengan gayanya yang polos, usil, dan jujur. Continue reading

[Resensi Buku] Imaji Terindah : Kisah Cinta Si Bungsu Hanafiah

Legent says, when you can’t sleep at night, it’s because you’re awake in someone else’s dream.”
(Imaji Terindah, halaman 205)

1488366619591

Untuk yang sudah lama berkenalan dengan Keluarga Hanafiah pasti sudah tidak asing lagi dengan buku ini. Yap, Imaji Terindah sebelumnya sudah pernah terbit sekitar tahun 2007 (Lukisan Hujan, 2006) dan akhirnya diterbitkan ulang oleh Penerbit Literati pada akhir 2016 lalu—terima kasih infonya, Google—dengan menambahkan dua cerpen yang masih berhubungan dengan Keluarga Hanafiah.

Imaji Terindah berisi tiga cerita—cerpen Sakura Emas, Novella Imaji Terindah, serta cerpen Air Mata Pedang. Sakura Emas bercerita tentang Kei, bungsu dari Klan Kaminari, salah satu klan pelopor dan berpengaruh di Jepang. Kei yang awalnya tidak suka karena dimasukkan ke sekolah elit Higa International School oleh ayahnya berubah pikiran saat bertemu dengan Kania di awal masuk sekolah. Kei yang punya ‘kekuatan’ misterius mendadak menjadi pengagum Kania, gadis yang berasal dari Indonesia, berkepribadian unik, dan ceria.

Kisah kedua adalah novella berjudul Imaji Terindah. Berkisah tentang salah satu Hanafiah, Christopher Hanafiah, yang bertemu dengan murid baru dari Jepang bernama Kianti–atau Aki–dan langsung ‘menembak’nya pada awal pertemuan mereka. Aki yang cantik dan energik memang menolak sang Prince Christopher, tetapi ia juga menawarkan persahabatan bagi Chris. Sayangnya, Chris lambat laun tak ingin hanya menjadi sekadar sahabat. Continue reading

[Resensi Buku] Paper Towns : Kota Kertas dengan Segala Misteri di Dalamnya

Kota ini terbuat dari kertas, tapi kenangan-kenangannya tidak. Semua yang telah kulakukan di sini, seluruh rasa cinta, iba, belas kasihan, kekerasan, dan dendam, terus membuncah dalam diriku. Dinding-dinding batu genting yang dikapur putih. Dinding-dinding putihku. Dinding-dinding putih Margo. Kami telah terpenjara di dalamnya begitu lama, terperangkap dalam perutnya seperti Yunus.”

wp-1488570157647.jpg

Quentin Jacobson berteman dengan tetangganya, si cantik Margo Roth Spiegelman, setidaknya sampai mereka menginjak umur sebelas tahun. Setelah itu mereka seperti orang asing. Mereka tumbuh menjadi remaja yang berbeda. Di sekolah, Margo adalah gadis yang populer, memiliki pacar yang ganteng dan atletis. Sedangkan Q tergabung bersama para nerd. Ia memiliki dua sahabat karib bernama Ben dan Radar.

Lalu, sebuah malam mengubah semuanya. Margo tiba-tiba muncul di depan jendela Q seolah-olah selama ini mereka adalah teman sangat akrab. Margo mengajak Q menjalani satu malam mendebarkan dan mengasyikkan. Margo menyebut malam tersebut sebagai malam ‘Mendatangkan hujan badai untuk musuh-musuh kita’.

Q mengira itulah awal mula ia akan kembali akrab dengan tetangga–sekaligus cinta monyet–nya. Sayangnya, Margo selalu penuh kejutan. Besoknya, ia menghilang. Tak ada yang tahu di mana gadis itu berada, termasuk orang tuanya. Mereka bahkan bilang kalau ini sudah kali keempat Margo menghilang dan berharap gadis itu tak usah pulang saja saking jengkelnya.

Melalui petunjuk-petunjuk yang–entah sengaja atau tidak ditujukan kepada Q–ditinggalkan Margo, Q menelusuri jejak-jejak gadis itu. Ia bersama kedua sahabatnya mengalami petualangan yang mungkin tidak pernah ia bayangkan akan dilalui pada tahun terakhir mereka di SMA. Continue reading

[Resensi Buku] LOVE CAKE : Yang Diam-Diam Menujumu

Karena saya cuma mau mastiin kamu nggak tersesat. Makanya saya lebih milih ikut kamu, jalan di belakang kamu, dan selalu menuju kamu.”

picsart_01-11-09-02-271

Dua hal yang paling dicintai Luna di dunia ini adalah Nando dan pastry. Ia menyukai aroma roti yang menguar dari oven. Juga, menikmati bayangan lelaki pujaan hatinya di setiap cake yang ia ciptakan. Semuanya begitu manis seperti permen kapas merah jambu. Hingga Luna lupa rasa manis yang terlalu banyak dapat menimbulkan getir, bahkan pahit.

Manis yang direguk Luna mulai luntur ketika ia mengikuti kompetisi membuat kue. Luna yang baru saja kehilangan pekerjaan, mengejar hadiah utama berupa kontrak kerja sebagai chef pastry di Delicious One Bakery. Namun, di tengah tahapan kompetisi yang berat, keadaan Nando yang menderita kanker mata memburuk. Luna didera dilemma. Kompetisi itu akan menentukan masa depannya. Tapi, ia juga tidak ingin menjadi kekasih yang buruk dengan meninggalkan Nando pada masa-masa sulit, demi impiannya.

Sementara itu, Aaron, saingan Luna di kompetisi selalu mengamati Luna dari jauh. Ikut tersenyum saat Luna senang, juga panik ketika Luna dalam kesusahan. Bagi Aaron, Luna akan lebih baik bersamanya, meninggalkan kekasih yang mungkin tidak akan menjamin masa depan gadis itu. Haruskah Luna membiarkan egonya menang sekaligus mengizinkan Aaron mengambil tempat Nando di hatinya?

*

Continue reading