[Review Buku] dan Hujan pun Berhenti : Kisah yang Gelap

image

Pict: Febi

Judul buku : dan Hujan pun Berhenti
Penulis : Farida Susanty
Editor : A. Ariobimo Nusantara
Penerbit : Grasindo
Tahun terbit : 2007
Jumlah hal. : 322 halaman
ISBN : 978-979-081-44-7

                    Kisah yang Gelap
            “This pain my kill me. This pain may get my body torn into million little pieces.

Novel ini bercerita tentang Leo dan Spiza, dua siswa SMU yang di kehidupan masing-masing sama-sama ‘bermasalah’. Leo adalah anak korban broken home yang sering dipukuli. Dia tumbuh menjadi anak kaya yang nakal dan keras kepala, sering berantem dan melawan orang lain. Kondisi keluarganya yang ‘hancur’ pun membuat dia kabur dari rumah. Sedangkan Spiza, seorang gadis yang ditemui Leo saat sedang melakukan percobaan bunuh diri dan akhirnya batal karena Leo.
Novel bersampul hitam—identik dengan dark—ini mengisahkan perjuangan Leo yang berusaha menjadi tampak ‘normal’ di mata orang lain di tengah kondisinya yang sebenarnya sangat tak baik-baik saja. Dia harus kehilangan Iris, satu-satunya perempuan yang dia percayai untuk berbagi segala masalahnya, saat hujan turun. Itulah mengapa dia, si preman sekolah ini, sangat membenci hujan. Haha. Sampai akhirnya Leo bertemu Spiza yang menyimpan rahasia yang kelam juga.

Novel yang ditulis oleh pemenang Khatulistiwa Literary Award kategori Penulis Muda Berbakat ini memang bertema suram, kelam, gelap. Dari awal sampai akhir tak henti-hentinya saya disuguhi cerita yang suram. Ide ceritanya menarik, sebab jarang-jarang ada novel remaja yang mengambil ide cerita yang ‘gelap’ seperti ini—nyaris dari awal sampai akhir adegan-adegannya memang tak ada yang bahagia.
Entah kenapa dalam novel ini tak ada karakter yang ‘biasa’ saja. Hahaha. Mulai dari tokoh Leo yang labil, pemberontak, dan kasar. Spiza yang ‘aneh’. Teman-teman Leo, keluarganya, guru-gurunya, bahkan sampai orang tua Iris. Sejujurnya, buku ini bisa lebih menarik dengan ide kelam yang diusung penulis, andaikan beberapa hal yang sangat mengganggu diminimalkan.

Saya—amat, sangat, super, duper—terganggu dengan huruf kapital/ capslock yang bertebaran di mana-mana. Jika hanya satu atau dua bagian saja, mungkin tidak apa-apa. Tapi ini BANYAK dan HAMPIR DI SEMUA BAB. Entah apa tujuan penulis menyebar huruf-huruf kapital tersebut. Saya pribadi lelah membacanya. Apakah ini untuk menunjukkan kalau tokoh sedang marah, kesal, atau berteriak? Saya rasa penekanan seperti itu tidak perlu, apalagi dengan intensitas yang sangat sering. Sumpah, ini sangat mengganggu.

Lalu, ide ceritanya cukup menarik. Tentang hubungan keluarga, hubungan dengan teman-teman, lingkungan, dan dengan lawan jenis yang diramu dengan suasana suram. Hanya saja cara berceritanya terlalu drama. Untuk ukuran anak SMA, kehidupan tokoh-tokohnya cukup sinetron. :p

Novel ini cocok buat kalian yang mau membaca kisah remaja yang agak berbeda, suram, kelam, gelap. It’s so dark. Saya memberi 2,5 dari 5 bintang untuk novel bergambar teru-teru bozu di sampulnya ini.

-dhilayaumil-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s