[Review Buku] KEI : Kei dan Cinta di Dalamnya

image

Judul buku : KEI: Kutemukan Cinta di Tengah Perang
Penulis : Erni Aladjai
Penyunting : Jia Effendie
Proofreader : Mita M. Supardi
Penerbit : GagasMedia
Tahun terbit : 2013
Jumlah hal. : x + 254 halaman
ISBN : 979-780-649-9

                              Kei dan Cinta di Dalamnya
                    “Takdir kadang punya cara sendiri untuk mengajarkan manusia cara mencintai, menghormati, dan mengampuni.

Mari kuceritakan kisah sedih tentang kehilangan. Rasa sakit yang merupa serta perih yang menjejakkan duka. Namun, jangan terlalu bersedih, karena aku akan menceritakan pula tentang harapan. Tentang cinta yang tetap menyetia meski takdir hampir kehilangan pegangan. Mari kuceritakan tentang orang-orang yang bertemu di bawah langit sewarna biru. Orang-orang yang memilih marah, lalu saling menorehkan luka. Juga kisah orang-orang yang memilih berjalan bersisian, dengan tangan tetap saling memegang. Mari, mari kuceritakan tentang marah, tentang sedih, tentang langit dan senja yang tak searah, juga tentang cinta yang selalu ada dalam tiap cerita.

Kita hidup di zaman edan. Para pejabat sibuk merampok dan berpesta pora, sementara orang-orang di daerah menderita dan terbunuh. Hutan-hutan diperkosa api. Orok-orok dikenai pajak sebelum lahir dan orang beragama bersikap bagai orang-orang farisi.

Bercerita tentang konflik di Pulau Kei, Maluku. Pulau Kei adalah salah satu pulau yang terkena imbas dari riak perang dari Ambon. Perang antardesa, perang saudara yang tak ada habisnya dan semakin memanas. Di tengah perang, di suatu pengungsian, bertemulah Sala dan Namira yang berasal dari kampung yang berbeda di Pulau Kei.

Namira dan Sala merasa saling mengisi, saling membutuhkan, dan saling mengasihi. Sayangnya, kisah mereka tak berjalan mulus sebab adanya perbedaan di antara mereka. Namira adalah orang ‘putih’—sebutan untuk orang Islam di Pulau Kei—sedangkan Sala adalah orang ‘merah’—sebutan untuk orang Kristen. Selain itu, akibat perang yang terus memanas di Kei membuat mereka harus berpisah demi keamanan.

Perpisahan mereka justru membawa cerita baru bagi kedua manusia itu. Tentang pengorbanan, persahabatan, dan tentang perang yang entah kapan usainya. Bagaimana kisah perjalanan orang-orang yang bertemu di tengah perang itu? Apakah takdir berpihak pada mereka yang masih berharap, bahwa kelak, Pulau Kei akan kembali damai dan semua akan kembali baik-baik saja ….

Novel yang diberi label ‘Pemenang Unggulan Dewan Kesenian Jakarta 2012’ ini secara khusus memang mengangkat tema perang saudara yang terjadi. Meskipun kisahnya fiktif, tapi ceritanya terinspirasi dari perang yang terjadi di Maluku sana pada 1999-2001.

Lewat Kei, penulisnya mengajak saya mengunjungi Pulau Kei, tempat perang sedang berkobar. Tempat orang-orang korban perang bertemu, tempat di mana tak ada merah atau putih—sebab yang ada hanya orang Kei. Saya menyukai cara Erni Aladjai mendeskripsikan Pulau Kei dengan sangat jelas—hasil riset yang dilakukan sebelumnya cukup sukses. Mulai dari deskripsi tempat, masyarakatnya, sampai hukum adat yang ada di Pulau Kei.

Hanya saja saya merasa kisah cinta Namira dan Sala ada yang kurang, tidak terlalu ‘wow’. Terasa ada yang kurang greget dalam cerita ini, konflik yang biasa saja mungkin. Saya lebih menikmati cerita di Pulau Kei, tentang bagaimana masyarakat berusaha ‘hidup’ di tengah perang yang berkecamuk.

-dhilayaumil-

Advertisements

2 thoughts on “[Review Buku] KEI : Kei dan Cinta di Dalamnya

  1. Wow, Kei! Sudah lama cari buku ini, karena setting tempatnya masuk di salah satu wishlist tripku

    Penasaran, apakah buku ini juga menceritakan tentang leluhur mereka yang berasal dari Pulau Dewata, Bali, juga tentang keindahan pantai-pantainya dan tentang Burung Pelican tentunya..

    Pinjaaaam!! 😀 😀

    • Ndak dibahas yg soal leluhur bali. Fokusnya ke perang yg terjadi saat itu. Tapi ttp sih adat sana leluhurnya juga dibahas dan lebih menarik daripada cinta2annya Sala dan Namira. Ahak.

      Okesip. Nanti habis dibaca temanku baru sy bawakan. Ihik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s