[Review Buku] Roma : Menemukanmu di Roma

image

Judul buku : ROMA
Penulis : Robin Wijaya
Editor : Ibnu Rizal
Proofreader : Alit Tisna Palupi
Penerbit : GagasMedia
Tahun terbit : 2013
Jumlah hal. : x+374 halaman
ISBN : 979-780-614-9

                        Menemukanmu di Roma
                   “Tahukah kamu siapa cinta yang sebenarnya dalam hidupmu? Sebelum kamu salah mencintai orang lain.

Leonardo Halim, pelukis muda berbakat Indonesia yang memiliki mimpi melakukan pameran tunggal di luar negeri. Jalan untuk menuju mimpinya mulai terbuka saat melakukan pameran lukisan bersama beberapa pelukis di Roma, Italia. Leo memiliki sebuah lukisan yang menurutnya sangat personal berjudul ‘The Lady’, yaitu sebuah lukisan yang berlatarkan gereja Saint Agnes, Roma.

Pameran lukisan tersebut mempertemukannya dengan Felice, seorang perempuan Indonesia yang bekerja di KBRI Roma, lewat insiden yang kurang menyenangkan. Pertemuan kedua mereka terjadi di Bali, Indonesia, tatkala Felice pulang demi menghadiri acara pernikahan kakaknya dan bertepatan dengan sebuah pameran lukisan di sana yang diikuti beberapa pelukis. Salah satunya adalah Leo.

Pada pertemuan kedua inilah yang melahirkan kesan yang tidak biasa pada masing-masing. Kisah mereka lalu berlanjut  di Roma saat Leo mempersiapkan pameran tunggalnya di sana. Felice dan Leo menjalin sebuah hubungan yang mereka sendiri tidak tahu akan berakhir seperti apa. Sebab, masing-masing dari mereka ternyata memiliki kekasih.Bagaimanakah akhir kisah cinta pelukis yang mengidolakan Angelo itu?

Buku ini adalah seri Setiap Tempat Punya Cerita (STPC) pertama yang saya baca. Ada beberapa hal yang cukup mengganggu saya pribadi saat membaca buku ini.

Pertama, saya bosan membaca buku setebal 374 halaman ini. Alurnya lambat, terkesan datar dan mudah ditebak. Agak bertele-tele menurut saya. Kedua, bahasa yang digunakan terkesan terlalu baku (dan kaku). Terlalu formal untuk ukuran bahasa sehari-hari. Penggunaan istilah-istilah berbahasa Italia yang tidak perlu, yang jika dibahasa Indonesia-kan pun sebenarnya lebih bagus. Juga ada beberapa typo yang … nggg … cukup mengganggu. Dan terakhir, beberapa quote yang terdapat di tiap judul bab sebenarnya terkesan maksa hanya agar terlihat semua bab terisi.

Terlepas dari beberapa hal yang cukup mengganggu saya saat membaca, saya menyukai cara penulis menggambarkan Roma. Deskripsinya cukup detail, seolah-olah saya sedang melihat kota itu saat membacanya. Riset penulis perlu diacungi jempol. Dalam novel ini juga ada beberapa ilustrasi tiap bab yang berhubungan dengan isi bab-nya.
Novel ini ringan tapi tebal. Hahaha.
Untuk Anda yang ingin ‘mengunjungi’ Roma lewat tulisan ringan. Saya memberi 2,5 dari 5 bintang untuk metropop ini.

*Selain Roma, ada beberapa seri STPC lainnya dari GagasMedia. Silakan dicari dan dinikmati setiap tempat-tempat yang punya cerita itu.

-dhilayaumil-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s