[Catatan Buku] Tentang Beberapa Buku yang Saya Inginkan #1

Beberapa waktu lalu, seorang saudara kembar berulang kali menanyakan daftar buku yang sedang saya ingin baca atau sedang saya cari. Itu–mungkin–dia perlukan untuk menambah daftar koleksi bukunya–yang kalau digabungkan bisa membuka toko buku sendiri.

Kalau ditanya buku apa yang ingin saya baca, saya pasti akan menjawab, “Banyak!”. Mengingat saya gampang sekali tergiur oleh buku-buku yang direview teman atau pun buku-buku-langka-nan-murah. (Iya, saya lemah terhadap buku-buku bagus dan murah. Selemah kekuatan dompet saya). *nangis di toto jongkok*

Daftar buku di bawah adalah buku-buku yang dua tahun terakhir saya inginkan, tapi belum kesampaian memilikinya karena kendala harga yang selangit–plus ongkos kirim kalau beli online–dan buku-buku yang lumayan susah dicari.

Nah, berikut daftar buku-bukunya. Semua buku yang saya sebutkan tentunya berbahasa Indonesia. (Iya, saya lemah di bahasa asing -_-“). Saya akan berterima kasih jika kalian mau mengirim salah satu dari buku tersebut ke rumah saya–yang kata sebagian orang–di pedalaman. -_____-

1. Seratus Buku Sastra yang Patut Dibaca Sebelum DikuburkanIndonesia Buku.

image

Beberapa hari lalu teman saya yang sedang kuliah di Jogja memberitahu bahwa buku dia menjual buku itu.
“Ini limited edition, Dhil,” katanya di obrolan BBM.
Oke. Saya mau buku ini. Tebalnya 1000-an halaman. Salah satu penyusunnya Gus Muh. Isinya ulasan tentang 100 buku sastra Indonesia yang pastinya bagus.
Berapa harganya?
“400 ribu saja.”
EMPAT RATUS RIBU SAJA!
Nyaris setengah juta. Seharga Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Keempat. Alamak!
“Oke. Makasih infonya, nanti kalau ada uang, saya mau deh.” Saya menutup obrolan.

Besoknya, pacar teman saya itu–yang juga sahabat perempuan saya–memasang foto buku itu sebagai display picture kontak BBM-nya. Dalam statusnya ia menulis, kira-kira isinya begini: “Dibelikan buku ini oleh orang yang saya sayang. Bahagianya. Mengingat harga buku ini yang sangat mahal, dia pasti juga sayang sama saya.”

Pacar mana pacar?!

2. Keluarga Pascual Duarte – Camilo Jose Cela
Saya mencari buku ini sudah sekitar dua tahun lebih. Seorang teman di salah satu grup menulis di facebook mengenalkan saya pada buku ini. “Kamu harus cari buku ini dan baca, Dhil!” katanya waktu itu.

Saya tak tahu kenapa sampai sekarang judul dan penulis buku ini begitu melekat di kepala saya.
Buku ini sepertinya sudah sangat langka. Susah sekali menemukannya. Sekali waktu saya membaca review Sungging Raga tentang buku ini. Saya makin tertarik dan penasaran membaca buku yang ‘suram’ ini.

3. Fatelessness – Imre Kertesz
Dulu saya sering mendengar seseorang bercerita tentang bagaimana buku ini berpengaruh bagi hidupnya. Dan, dia selalu merekomendasikan buku ini untuk saya baca. Sayangnya, buku ini juga susah ditemukan. Sampai sekarang saya mau sekali membacanya, biar kelak saya bisa bercerita padanya tentang ‘pengaruh’ buku favoritnya ini.

4. Mrs. Dalloway – Virginia Woolf

5. Albert Camus – Orang Asing

6. John Steinbeck – The Grapes of Wrath (Amarah)
Saya jatuh cinta pada penulis ini setelah membaca noveletnya yang berjudul Of Mice and Men. Setelah itu, saya penasaran membaca karya-karya Steinbeck yang lain. Dari hasil kulik sana-sini, buku ini menjadi salah satu rekomendasi untuk karya-karya terbaik penulisnya.

7. Tetralogi Buru – Pramoedya Ananta Toer
Selain langka, harga buku ini sungguh bersaing dengan buku di urutan pertama saya sebutkan di atas. -____-”

8. The Godfather – Mario Puzo

9. Knut Hamsun – Lapar

10. Boxset 1Q84 – Haruki Murakami
Saya belum pernah membaca karya–novel–Murakami selain cerpen-cerpennya yang beredar di beberapa situs online. Beberapa teman berkata bahwa membaca novel penulis Jepang seperti menelaah gaya hidup dan apa yang menjadi hal lumrah di sana. Hmmm.. betulkah?

11. Sastra, Perempuan, dan Seks – Katrin Bandel

12. Madilog – Tan Malaka

13. Max Havelaar – Multatuli

14. The Time Keeper – Mitch Albom
Saya sudah membaca beberapa buku Mitch Albom dan masih ingin membaca buku-buku dia yang lain. Salah satunya buku yang–mungkin–bercerita tentang time travel–atau semacamnya–ini.

15. Anna Karenina – Leo Tolstoy

16. – Gone With The Wind – Margaret Mitchell’s
Scarlet – Alexandra Ripley
Selain bisa dijadikan bantal dan harga yang lumayan menguras kantong, dua buku klasik ini memiliki hal menarik lainnya. Antara buku pertama dan lanjutannya ditulis dalam rentang waktu satu abad atau 100 tahun! Hmm.. buku yang–katanya–bersambung tapi ditulis oleh dua orang yang rengang umurnya sangat jauh berbeda. Pastinya menarik membandingkan gaya menulis ‘penulis asli’nya dengan ‘pewaris’nya. ๐Ÿ˜€

17. Negeri Senja – Seno Gumira Adjidarma

18. Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken – Jostein Gaarder

19. Pohon Duka Tumbuh Di Matamu – Khrisna Pabichara

20. Buku Cerita Bergambar: Seri Lumba-Lumba Kecil.
Tentang buku ini, pernah saya tulis sebelumnya di sini. Susah sekali menemukan buku masa kecil saya ini. Sekali waktu menemukan toko buku bekas online yang menjualnya, harganya lumayan nganu. *nangis di pojokan*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s