[Review Buku] Cadas Tanios: Tentang Tanios Anak Gerios

Tanggal 28 Februari 2015 lalu, Grup WhatsApp Klub Buku Indonesia mengadakan Diskusi Buku Bulanan. Buku yang dibahas untuk bulan Februari adalah Cadas Tanios karya Amin Maalouf dengan Sekar sebagai moderatornya.

IMG_6181

Gambar dari Kak Dwi

Review berikut saya tulis berdasarkan hasil diskusi di grup.

Identitas Buku
Judul: Cadas Tanios
Penulis: Amin Maalouf
Penerjemah: Ida Sundari Husen
Penerbit: Yayasan Obor Indonesia
Tahun Terbit: 1993
Jumlah Hlm.: xiv + 262 halaman
ISBN 979-461-322-3

Amin Maalouf adalah imigran Lebanon yang menetap di Prancis. Dia adalah seorang wartawan yang terbiasa mengunjungi daerah-daerah perang dalam rangka meliput. Cadas Tanios sendiri judul aslinya adalah Le Rocher de Tanios kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan judul The Rock of Tanios.

Tanios adalah pemuda yang sejak lahir sudah membawa isu buruk bagi kedua orang tuanya. Ada desas-desus bahwa dia adalah anak seorang Cheikh (sejenis kepala desa) di daerahnya. Ayah Tanios bernama Gerios, merupakan pelayan yang setia pada Cheikh. Seiring berjalannya waktu, Tanios tumbuh menjadi anak yang punya rasa ingin tahu yang tinggi dan senang belajar.

Kisah dalam buku Cadas Tanios berlanjut ketika intrik politik yang sedang terjadi memengaruhi negeri Libanon saat itu. Terjadi pembunuhan terhadap kepala gereja yang menyebabkan Gerios dan Tanios melarikan diri ke negara lain.

Cerita dalam buku ini lebih banyak mengangkat isu politik. Berlatar tahun 1830-an, saat itu sedang terjadi perang besar.

Diskusi dibuka dengan ‘sedikit’ perdebatan tentang istilah cheikh yang disamakan dengan syeikh. Kenyataannya, kedua istilah tersebut berbeda–dan dibedakan. Jadi cheikh bukan istilah lain dari syeikh, apalagi plesetan.

Selain itu diskusi banyak menjelaskan tentang karakter Gerios dan Sang Cheikh itu sendiri. Juga masing-masing member–khususnya yang sudah membaca–memaparkan pendapatnya tentang mengapa judulnya Cadas Tanios? Apa hubungan sebuah batu dengan sejarah yang dikemukakan dalam buku tersebut?

Ada banyak hal yang menarik dalam buku ini, setidaknya itu yang saya tangkap selama diskusi. Asal usul sebuah daerah dan nama desa tempat tinggal Tanios yang unik, latar belakang pembunuhan terhadap kepala gereja, sampai kisah pelarian Tanios yang membawanya bertemu dengan seorang wanita dan akhirnya jatuh cinta.

Well, sama seperti yang lain, saya tertarik membaca buku ini. Selanjutnya, jika sudah membaca bukunya, saya akan memperbaiki hasil review ini.

Nah, buat kamu yang mau ikut keseruan Diskusi Buku Bulanan KBI, silakan bergabung di grup. Kamu juga berkesempatan mengikuti #MBRCKBI2015 lho.^^

wpid-mbrc2015.jpg

Salam,
dhilayaumil

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s