[Resensi Buku] 1 Perempuan 14 Lelaki : Tema yang Berulang

Tapi kita tak akan pernah tahu bukan, siapa di antara kita yang akan menjadi kunang-kunang lebih dulu? Kita tak akan pernah bisa menduga takdir. Kita bisa memesan segelaa bir, tetapi kita tak pernah bisa memesan takdir.”

image

Bagaimana jadinya kalau seorang penulis perempuan berkolaborasi menulis cerpen dengan 14 orang lelaki yang memiliki latar belakang profesi yang berbeda-beda?

Kumpulan cerpen: 1 Perempuan 14 Laki-Laki akan menjawabnya. Djenar Maesa Ayu bersama 14 lelaki lainnya melahirkan 14 cerpen yang ditulis secara duet. Mulai dari cerpenis, aktor teater, seniman, presenter, penyiar radio, pemain band, pemain film, budayawan, sutradara, dosen, dalang wayang, kritikus film, hingga penari. Proses kreatif bersama keempat belas lelaki tersebut diceritakan Djenar di bagian pembuka kumpulan cerpennya.

Cerita pertama dibuka oleh Kunang-Kunang dalam Bir yang ditulis Djenar bersama Agus Noor. Berkisah tentang seorang lelaki yang mencoba mereguk kembali kenangannya bersama perempuan yang sangat ia cintai. Perempuan yang sayangnya lebih memilih menikahi lelaki lain.

Cerpen lainnya, Rembulan Ungu Kuru Setra, adalah cerpen kedelapan hasil kolaborasi Djenar dengan Sujiwo Tejo. Mengangkat tema perselingkuhan atas nama cinta. Menariknya, Sujiwo Tejo tak menanggalkan kekhasannya dengan menggunakan nama tokoh-tokoh pewayangan dan latar yang berhubungan dengan mitologi-mitologi.

Kamu tahu nggak, kata ayahku, Radityaputra itu nama lainnya Adipati Karna. Kesatria ini sebetulnya anak Kunti, nama lain Prita.” Raditya mengenang percakapan mereka saat salju membentuk jutaan bintang di muka danau beku.

Cerpen kesepuluh berjudul Bukumuka adalah hasil kolaborasi Djenar dengan Nugroho Suksmanto. Judul yang diambil dari terjemahan suatu situs jejaring pertemanan ini lagi-lagi berkisah tentang perselingkuhan. Hanya saja kisah ini ternyata berakhir lebih kompleks. Kusmanto, sang tokoh utama, pada akhirnya dihadapkan pada dilema: melompat dari lantai 36 gedung kantornya ataukah menghadapi kelakuan gila suami selingkuhannya?

Salah satu cerpen favorit saya adalah Ra Kuadrat karangan Djenar dengan aktor Lukman Sardi. Cerpen yang hanya mengambil porsi empat halaman ini berkisah tentang masa lalu sepasang suami istri, Rani dan Ranu. Rani, sang istri, secara tidak sengaja menemukan buku harian suaminya. Dari situ terkuaklah satu rahasia tentang masa lalu sang suami.

Keseluruhan cerpen-cerpen dalam buku ini memiliki tema yang mirip-mirip. Seks, perselingkuhan, dendam, penyesalan dan perasaan sakit. Gaya berceritanya pun seperti cerpen-cerpen Djenar yang pernah saya baca, terkhusus konten-konten dewasa–dan vulgar. Terasa seperti semua cerita dalam buku ini adalah buah ide Djenar yang kemudian dikembangkan berdua. 

Konsep yang ditawarkan Djenar dengan menggaet 14 lelaki untuk berkolaborasi menulis cerpen sebenarnya sangat menarik. Hanya saja dalam proses pengeksekusiannya menurut saya tidak begitu berhasil. Beberapa tulisan bahkan berhasil membuat saya frustrasi karena tak mengerti apa yang ingin disampaikan. Bahkan ada beberapa cerpen yang saya baca berulang. Entah karena bahasanya yang terlalu ‘tinggi’ dan berbunga-bunga ataukah memang otak saya tidak cepat tanggap mencerna. Entah….

Terlepas dari kekurangan dan berbagai hal yang mengganjal di atas, saya mengapresiasi Djenar dan keempat belas lelaki yang menulis di dalam buku ini. Bagaimanapun, menulis berdua itu tidak mudah dan tantangannya bisa dua kali lipat juga. ^^
———————————–
Judul buku: 1 Perempuan 14 Lelaki | Penulis: Djenar Mesa Ayu, Agus Noor, Arya Yudistira Syuman, Butet Kertaredjasa, Enrico Soekarno, Indra Herlambang, JRX, Lukman Sardi, Mudji Sutrisno, Nugroho Suksmanto, Richard Oh, Robertus Robet, Sardono W. Kusumo, Sujiwo Tejo, Totot Indrarto | Editor: Mirna Yulistianti | Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama | Tahun terbit: 2011 | Jumlah halaman: xiv + 124 halaman | ISBN: 978-979-22-6608-5

Rating:

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s