[Resensi Buku] Sherlock Holmes : Tuan Tanah di Reigate

Yang paling penting bagi seorang detektif adalah kemampuan untuk mengetahui fakta mana yang cuma kebetulan saja, dan mana yang amat berguna. Kalau tak mampu berbuat demikian, energi dan perhatian akan menjadi kacau dan bukannya terkonsentrasi.” -Sherlock Holmes

Kasus yang ditangani Sherlock Holmes bersama Dokter Watson kali ini terjadi saat musim semi 1887. Saat itu kondisi Holmes sedang tidak baik dikarenakan kelelahan akibat kerja keras.

Demi memulihkan kondisi sang kawan, Watson mengajak Holmes mengunjungi rumah seorang kawannya di Reigate, Surrey. Semata-mata ingin memberikan suasana baru yang lebih nyaman di pedesaan.

Dasar detektif, hidupnya tak jauh-jauh dari kasus. Di Reigate, Holmes nyatanya dihadapkan pada sebuah kasus pencurian yang kemudian berlanjut menjadi kasus pembunuhan yang melibatkan keluarga tuan tanah di sana.

Hm! Kelihatannya sangat sederhana, ya? Tapi kalau dilihat secara lebih cermat, menimbulkan rasa penasaran. Sekelompok pencuri yang beroperasi di sebuah kota kecil biasanya mengincar tempat-tempat bervariasi, dan tak pernah memasuki dua tempat di daerah yang sama hanya dalam tenggang waktu beberapa hari. Ketika tadi malam Anda mengatakan soal adanya bahaya yang mengancam, saya sempat berpikir bahwa tempat ini sebenarnya tak terlalu cocok untuk operasi pencurian. Wah, ternyata saya salah.”

Atas kelihaiannya memecahkan kasus-kasus sebelumnya–mulai dari yang paling sederhana sampai yang berskala besar–polisi di Reigate kemudian meminta bantuan Holmes untuk menemukan pencuri–sekaligus pembunuh dalam kasus ini.

Berhasilkah Holmes memecahkan kasus tuan tanah di Reigate?

Kasus yang awalnya sederhana tapi hampir membuat Holmes celaka!

*

Well, membaca karya-karya Sherlock Holmes-nya Sir Arthur Conan Doyle tak pernah membosankan. Selalu ada hal yang baru yang disajikan penulis brilian satu ini. Meski pembaca sudah tau karakter tokoh utama kita–Sherlock Holmes–dan sahabatnya–Dokter Watson, tapi membaca kisah-kisahnya tetaplah membawa kesenangan sendiri.

Pembaca tak hanya diajak untuk menelaah kasus, membuat hipotesa, atau menebak siapa pelaku sebenarnya, tapi juga diberi pengetahuan-pengetahuan baru. Pun pembaca diajak melihat kejelian Holmes dalam melihat detail-detail yang kecil dan seringkali dianggap tidak penting.

Dalam kasus Tuan Tanah di Reigate, misalnya, lagi-lagi Holmes memperlihatkan kemampuannya dalam deduksi. Kali ini Holmes menganalisis jenis kelamin dan umur berdasarkan tulisan tangan pelaku.

“Kalian mungkin tak menyadari bahwa kita sebenarnya bisa menduga usia seseorang dari tulisannya. Dan ini sudah dibuktikan kebenarannya oleh para ahli. Biasanya, cara demikian cukup meyakinkan. Saya katakan biasanya karena bisa saja orang yang kita sangka tua berdasarkan tulisannya, sebenarnya belum tua sama sekali, tapi tulisannya mengesankan demikian mungkin karena kesehatannya yang buruk atau tubuhnya yang lemah.”

Jadi, tak rugi mengikuti kisah-kisah detektif bergaya bohemian ini. ^^
———————————–
Judul: Sherlock Holmes – Tuan Tanah di Reigate | Penulis: Sir Arthur Conan Doyle

Rating:

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s