[Resensi Buku] Sherlock Holmes : Menghilangnya Lady Frances Carfax

Kalau kau punya dua pemikiran secara bersamaan, Watson, kau akan memperoleh titik temu mendekati kebenaran.” –Sherlock Holmes

Kisah kali ini dibuka oleh analisis sederhana Holmes terhadap dr. Watson yang terserang rematik. Ia menganalisa ‘Mandi ala Turki’ yang dilakukan dr. Watson dari ikatan sepatunya.

Perbincangan itu lalu membawa mereka pada kasus hilangnya Lady Frances Carfax, satu-satunya keturunan langsung almarhum Earl of Rufton. Kali ini Watson diminta untuk menyelidiki kasus ini sementara Holmes menyelesaikan kasus lain di London. Maka, dua hari kemudian Watson sudah berada di Hotel National di Lausanne untuk melacak jejak Lady Frances.

Lady Frances Carfax senang mengoleksi perhiasan perak dan berlian warisan dari almarhum Earl of Rufton. Usianya menjelang setengah baya dan ia senang bepergian dengan membawa perhiasannya. Sudah hampir lima minggu perempuan pemurung dan cantik ini tak ada kabar. Maka, salah seorang teman baik Lady Frances menemui Holmes untuk meminta bantuannya.

“Salah satu jenis manusia yang paling berbahaya di dunia ini adalah wanita yang menganggur dan tak punya teman. Dia bisa jadi makhluk yang sangat berguna di satu pihak, tapi di pihak lain dia sering menjadi pemicu terjadinya tindak kriminal.”

Perjalanan Watson kemudian membawanya bertemu dengan seorang lelaki Inggris, tinggi besar, berjanggut, dan berperawakan menakutkan. Lewat penyelidikannya pula Watson mengetahui bahwa terakhir kali Lady Frances bersama dengan suami-istri misionaris.

Berhasilkah Watson memecahkan kasus hilangnya Lady Frances Carfax? Kejutan apa yang dihadirkan Holmes untuk Watson dan para pembacanya? Dan apa hubungan kasus menghilangnya Lady Frances dengan Holy Peters, salah satu bandit tersohor di Australia? Berhasilkah perempuan cantik dan kaya itu ditemukan–hidup ataupun mati?
*

Kali ini pembaca diajak oleh Watson untuk menyelidiki jejak hilangnya Lady Frances yang kaya raya. Meskipun penyelidikan dr. Watson masih kalah cepat dari sahabatnya, Holmes, tapi kali ini Watson mendapat pujian lho dari Holmes. Kerjanya cukup memuaskan. Good job, Mr. Watson!

Holmes lagi-lagi menunjukkan kepiawaiannya sebagai detektif berwajah dingin dan tenang. Dengan santai ia membeberkan analisis dan kesimpulannya. Meskipun ia sempat kecolongan saat menangani kasus, tapi sikap tenangnya juara!

Ciri khas Holmes yang santai, bahkan saat mereka berada di tengah kasus yang masih belum menemukan titik temu, seringkali membuat saya sebagai pembaca senyum-senyum.

“Nah, Watson, kemasilah barang-barangmu sementara aku mengirim telegram kepada Mrs. Hudson, agar dia menyiapkan makan malam istimewa bagi dua pengembara kelaparan pada jam setengah delapan besok malam.”

Melalui sudut pandang Dokter Watson, Sir Arthur Conan Doyle menyuguhkan kepada pembacanya sepak terjang Holmes serta ekspresi-ekspresi khasnya saat membuat deduksi sampai akhirnya menyelesaikan masalah.

All hail, Holmes! ^^
——————————-
Judul: Sherlock Holmes – Menghilangnya Lady Frances Carfax | Penulis: Sir Arthur Conan Doyle

Rating:

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s