[Resensi Buku] Sherlock Holmes : Misteri Pusaran Warwickshire

Bukan alam yang memangsa manusia, Watson. Predator yang memangsa manusia adalah manusia itu sendiri.” -Sherlock Holmes-

Sherlock Holmes dan Dokter Watson sedang dalam perjalanan menuju San Fransisco dalam rangka penyelidikan terkait gempa bumi yang menelan ‘lebih banyak’ korban jiwa dan hubungannya dengan walikota yang korup, ketika di tengah perjalanan mereka dikejutkan dengan munculnya pria yang hilang selama kurang lebih 30 tahun lalu tanpa sehari pun kelihatan tua!

Lelaki itu adalah James Phillimore. Seorang lelaki yang secara aneh dan misterius tiba-tiba lenyap pada tahun 1875 dengan hanya meninggalkan bekas gosong berbentuk pusaran di lantai dan secara ajaib muncul tiga puluh tahun kemudian melalui rekaman Vitascope yang baru direkam beberapa saat sebelum Holmes dan Watson menonton rekamannya di sebuah gedung pertunjukan. Dan lelaki yang telah ‘hilang’ selama 30 tahun ini tampak tak berubah menjadi tua sehari pun! Melalui foto dan ingatan Holmes, ia mengidentifikasi bahwa lelaki yang muncul pada Vitascope tersebut adalah James Phillimore, lengkap dengan setelan jas dan payung yang lelaki itu kenakan 30 tahun lalu saat secara misterius menghilang.

Dari situ dimulailah petualangan detektif kawakan dan seorang dokter menyusuri Manhattan untuk menemukan pria yang ‘melintasi waktu 30 tahun tanpa tua sehari pun’.

Ternyata, kejutan lain telah menanti Holmes dan Watson dalam rangka pencariannya. Berhasilkah mereka memecahkan kasus yang tertunda 30 tahun lamanya dalam waktu kurang dari 16 jam sebelum melanjutkan perjalanan ke San Fransisco?
*

Seru dan sedikit ribet. Itulah kesan saya terhadap kasus kali ini. Beberapa kali saya harus mengulang beberapa kalimat sampai saya mengerti. Di awal, khususnya bagian tentang sejarah dan kondisi politik Amerika sedikit disinggung, saya cukup bingung.

Terlepas dari itu, petualangan kali ini cukup seru. Banyak pengetahuan baru yang diberitahukan oleh Holmes kepada pembacanya. Salah satunya tentang perbedaan orang Inggris dengan Amerika dari cara mengikat tali sepatu dan gaya hormatnya. Hihihi. Lalu sedikit disinggung tentang sejarah penemuan benda-benda.

Gaya Holmes yang suka tiba-tiba–memerintah atau mengagetkan orang dengan tindakannya, cuek, dan suka menyindir masih tetap dinikmati dalam cerita ini. Seperti saat Holmes secara tersirat menyindir–bahkan mengejek–Vitascope penemuan Edison.

“Edison tidak menemukan Vitascope seperti aku tak menemukan roda, Watson. Kamera kinetografik dan proyektor pertama dibuat oleh Louis Le Prince, seorang pria Prancis yang tinggal du Yorkshire.”

Dan…

Alat pendidikan paling hebat yang pernah dibuat, dan Edison ini menyia-nyiakannya dengan sandiwara lelucon asal-asalan,” komentar Holmes jijik.

Menarik sekali mengikuti petualangan Holmes dan Watson memecahkan suatu kasus. Kadang saya ikut menebak kira-kira trik apa yang dilakukan pelaku untuk mengelabui Holmes–dan tentunya pembaca lainnya.

Well, Sir Arthur Conan Doyle … Good job! ^^
——————————
Judul: Sherlock Holmes – Misteri Pusaran Warwickshire | Penulis: Sir Arthur Conan Doyle

Rating:

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s