[Resensi Buku] Sherlock Holmes : Pria Berbibir Miring

Saya memang sudah sering mengalami bahwa perasaan wanita lebih berharga daripada kesimpulan analitis seorang pemikir.

Petualangan dimulai saat Watson dan Holmes tidak sengaja bertemu di sebuah pondok candu bernama Emas Batangan, yang terletak di Upper Swandam Lane. Saat itu Watson sedang menjemput temannya yang sedang teler dan belum pulang selama dua hari dua malam. Sedangkan Holmes yang ditemui sedang menyamar dalam rangka menyelidi kasus hilangnya seseorang.

Neville St. Clair adalah seorang yang cukup kaya dan menetap di Lee. Ia memiliki seorang istri dan dua orang anak. Dia tak punya pekerjaan, tetapi memiliki simpanan yang cukup banyak di Capital & Counties Bank. Mr. St. Clair memiliki kebiasaan, yaitu tiap pagi dia pergi ke kota, lalu kembali naik kereta api pukul 17.14 dari Cannon Street.

Suatu hari istrinya datang melapor bahwa ia melihat suaminya berada di jendela lantai atas gedung Emas Batangan dan sedang melambaikan tangan dengan wajah bingung dan gelisah. Karena panik istrinya lalu menuju gedung itu dan betapa kagetnya ia karena tak melihat suaminya berada di ruangan itu. Justru yang ia temukan adalah seorang pengemis timpang dengan bibir miring yang berpakaian sangat kumal. Pengemis yang bernama Hugh Boone bahkan berani bersumpah kalau ia tak pernah melihat Mr. St. Clair di tempat itu.

Kecurigaan lalu mengarah oada Hugh Boone karena ditemukan noda darah dan pakaian Mr. St. Clair di kamar sewaannya sekaligus tempat  Mrs. St. Clair terakhir kali melihat suaminya. Pengemis itu lalu ditangkap dan diamankan di kantor polisi.

“Dia cacat, dalam arti jalannya pincang, tapi dalam hal-hal lain dia masih cukup sehat dan kuat. Sebagai seorang dokter, tentunya kau tahu, Watson, bahwa kelemahan satu anggota badan seringkali terkompensasi dengan kekuatan ekstra anggota badan lainnya.”

Lantas, bagaimanakah nasib Mr. Nevill St. Clair selanjutnya? Apakah ia berhasil ditemukan dalam keadaan hidup–ataupun mati? Fakta mengejutkan apakah yang didapatkan dari pekerjaan mengemis yang dilakukan Hugh Boone?

Apa yang dilakukan Holmes untuk memecahkan kasus yang terlihat sederhana tetapi memiliki keunikan tersendiri ini?

*

Hal menarik yang saya temukan dalam kisah ini adalah fakta bahwa pekerjaan mengemis itu bisa menghasilkan uang yang banyak dengan perhitungan-perhitungan brilian. Dalam kisah ini bahkan seseorang rela berhenti dari pekerjaan sebelumnya untuk kemudian beralih menjadi pengemis. Tak ada bedanya dengan pengemis-pengemis zaman sekarang. Bahkan di beberapa negara, ada pengemis yang mampu membeli mobil serta barang-barang bermerk lainnya, bahkan ada pula yang tinggal di sebuah apartemen mewah!

Meskipun kebiasaannya tidak tidur berhari-hari sambil menghisap tembakau amat sangat mengkhawatirkan, tapi kejelian dari hasil pemikiran dan analisisnya patut diacungi jempol.

Salut untuk Sir Arthur Conan Doyle yang mampu menciptakan tokoh yang begitu memikat! ^^

———————————–
Judul: Sherlock Holmes – Pria Berbibir Miring | Penulis: Sir Arthur Conan Doyle

Rating:

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s