[Resensi Buku] Pasukan Mau Tahu : The Mystery of Banshee Towers

Kamu pencinta tokoh anak-anak penggila misteri karangan Enid Blyton? Berarti tak asing dengan lima orang anak dengan seekor anjing yang senang sekali memecahkan misteri yang terjadi di lingkungan tempat tinggalnya. Yap, mereka adalah Pasukan Mau Tahu!

image

Kali ini Pasukan Mau Tahu—Fatty, Pip, Larry, Bets, Daisy, dan Ern—ditambah dua anjing kesayangan mereka: Buster dan Bingo mengajak kita mengunjungi Banshee Towers di Bukit Banshee. Awalnya mereka hanya berniat sekadar bersenang-senang mengisi liburan, tanpa memikirkan kasus ataupun misteri. Melalui voting dipilihlah Banshee Towers dan Gua Air sebagai tempat tujuan jalan-jalan mereka.

Aku tidak keberatan, jika saat ini tak ada misteri yang perlu diselidiki. Maksudku, aku suka misteri, tapi juga senang jika keadaan tenang,” kata Bets.

Sayangnya, niat awal mereka untuk bersenang-senang melihat lukisan laut yang indah sedikit terganggu dengan lolongan yang disangka puaka—hantu penunggu—Banshee Towers. Lolongan mengerikan yang didengar Fatty dan kawan-kawan ternyata membawa mereka pada misteri baru yang nantinya akan berusaha dipecahkan Pasukan Mau Tahu. Dari manakah asal suara mengerikan yang membuat bulu kuduk yang mendengarnya bergidik? Mengapa banshee hanya melolong pada hari Kamis setiap pekannya?

Selain misteri lolongan banshee, Pasukan Mau Tahu menemukan lorong rahasia di dalam Banshee Towers. Ada pula misteri perahu yang hilang dalam lukisan. Bagaimanakah naluri ingin tahu keenam anak-anak itu memecahkan misteri yang sedang terjadi? Lalu mengapa Komisaris Jenks menghubungi Fatty atas laporan memasuki gedung tanpa izin?

Selamat menikmati misteri terakhir dari Pasukan Mau Tahu!
*

Sejak kecil saya menyukai serial detektif atau buku-buku yang bertema misteri dan petualangan. Serial Lima Sekawan karangan Enid Blyton adalah salah satunya. Selain Lima Sekawan, ada banyak tokoh anak-anak penggila misteri yang diciptakan Enid Mary Blyton. Dalam serial Pasukan Mau Tahu ada lima tokoh anak-anak—Fatty, Pip, Larry, Daisy, dan Bets—yang menjadi toko sentral, dalam beberapa judul juga sering muncul tokoh Ern. Nah, dalam Misteri Rumah Setan ini, Ern muncul lagi, kali ini dengan anjing kesayangannya yang bernama Bingo. Anjing ini sangat menyukai dan sering sekali menuruti apa yang dilakukan Buster—anjing milik Fatty.

Dalam Misteri Rumah Setan kali ini Fatty dan Ern lebih dominan dibanding empat sahabatnya yang lain. Fatty adalah anak yang memiliki intuisi paling kuat di antara yang lain. Ia pandai menyamar, cerdas, banyak akal, selalu ingin tahu, tetapi kadang-kadang bersikap terlalu dewasa melebihi umurnya. Sedangkan Ern adala anak yang baik, dia adalah keponakan Pak Goon—si polisi yang galak—yang pada seri ini ‘kabur’ dan tinggal sementara di gudang milik Fatty. Ern sangat memuja Fatty. Anak yang polos dan bersemangat ini pun senang membuat pantun yang sering berhenti di tengah jalan. Pada akhirnya teman-temannyalah yang akan menyelesaikan pantunnya. Hihihi. Ada juga Bets, gadis kecil yang polos dan selalu ingin tahu, tapi kadang penakut. Ia sangat benci dan takut dengan lolongan banshee.

Kelebihan Enid Blyton dalam menciptakan cerita dan karakter anak-anak patut diacungi jempol. Melalui tokoh ciptaannya pembaca dapat melihat anak-anak yang penuh rasa ingin tahu, berani, tapi masih tetap polos dan lugu khas anak-anak. Tokoh-tokoh orang dewasa yang dihadirkan pun berperan banyak terhadap karakter anak-anaknya.
Dalam buku ini misalnya, ada Pak Goon yang galak dan tidak disukai anak-anak. Fatty yang disebut sebagai ‘musuh abadi’ Pak Goon sering usil pada polisi galak itu. Bukan tanpa alasan Fatty dan teman-temannya tak begitu menyukai paman Ern itu. Lalu ada komisaris Jenks yang juga atasan Pak Goon di kepolisian. Komisaris Jenks menyukai anak-anak karena kadang Pasukan Mau Tahu membantu kepolisian memecahkan misteri. Nah, komisaris ini juga kagum dengan kepandaian Fatty. Ia kadang gemas dengan polah tingkah anak kecil yang sering berlaku seperti orang dewasa itu.

“Ulahmu selalu ada-ada saja! Aku lebih senang kau cepat-cepat dewasa, lalu bergabung dalam kepolisian—supaya aku lebih mudah mengawasimu. Sekarang jangan ke mana-mana sampai aku datang. Ini perintah, mengerti?”

Well, membaca karya-karya Enid Blyton membangkitkan kerinduan dan kenangan akan masa kecil saya. Betapa waktu tiba-tiba terasa sangat cepat berlalu. Buat kalian yang saat kecil selalu ingin tahu dan sering membayangkan diri sebagai anak-anak yang tergabung dalam kelompok detektif cilik, tak ada ruginya membaca karya-karya penulis yang lahir pada tanggal 11 Agustus 1897 ini. ^^
———————————–
Judul buku: The Mystery of Banshee Towers (Misteri Rumah Setan) | Penulis: Enid Blyton | Penerjemah: Agus Setiadi | Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama | Tahun terbit: 1985 (Cetakan kelima, Juni 2013) | Jumlah halaman: 216 halaman | ISBN: 978-979-22-9646-4

Rating:
image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s