[Resensi Buku] Ayah : Tentang Lelaki yang Mencintai Ibumu

image

Gambar dari Mamah Asti

Novel ini dibuka dengan perkenalan para tokoh-tokohnya. Dan seperti judulnya, tokoh-tokoh Ayah mengambil porsi paling banyak. Amirza, Markoni, Insyafi, dan Sabari–yang juga adalah toko sentral dalam novel ini.

Kisah yang diangkat adalah kisah pantang menyerah, lucu, dan haru Sabari yang mengejar cinta Marlena, gadis pujaannya.

Karena suatu peristiwa, akhirnya Sabari menikah dengan gadis pujaannya. Marlena hamil di luar nikah dengan orang lain. Dan dengan lapang dada, Sabari mengajukan diri untuk menikahi Marlena dan menjadi ayah untuk bayi yang sedang dikandung perempuan itu.

Sabari melirik bayi itu. Napasnya tertahan melihat pipi dan kening berair-air, hidung mungil dan mulut lembut bak kelopak mawar. Bayi itu bak sebongkah cahaya. Sabari gemetar karena melihat bayi itu dia menemukan seseorang yang selama ini bersembunyi di dalam dirinya. Orang itu adalah Ayah. ” (hal. 181)

Anak itu diberi nama Zorro. Sabari sangat menyayangi Marlena dan Zorro. Bahkan, setelah Marlena pergi meninggalkan Sabari dengan membawa Zorro, kondisi Sabari langsung terpuruk. Satu-satunya perempuan yang ia cintai selain ibunya, adalah Marlena. Kecintaan Sabari pada Marlena dan Zorro membuat sahabat-sahabatnya khawatir Sabari akan menjadi gila.

Bagaimanakah kisah Sabari yang mengejar cinta Marlena sampai rela melakukan apapun demi perempuan itu? Dan Ayah seperti apakah Sabari bagi Zorro? Lalu bagaimana kisah ayah-ayah lainnya dalam buku ini?

*

Masih mengangkat latar Belitong, Andrea dengan gaya bahasa khasnya membuat pembaca mengingat karya-karya Andrea sebelumnya. Tokoh-tokohnya pun sebenarnya mengingatkan kita pada tokoh-tokoh dalam novel Andrea yang lain.

Kisah Sabari yang mengejar cinta Marlena, misalnya, mengingatkan saya pada kisah Arai yang mengejar cinta Zakiyah Nirmala atau Ikal dengan A Ling.

Tokoh-tokoh Andrea juga terkenal dengan ciri khasnya yang pandai dan dekat dengan buku. Sabari digambarkan suka membaca buku, hasil tularan dari ayahnya yang seorang guru bahasa Indonesia. Sabari kemudian rajin membacakan cerita untuk Zorro.

Kekurangan dalam novel ini selain pujian dan komentar yang jumlahnya berlebihan, juga pada logika cerita. Contohnya, saat Zorro berusia 8 tahun dan untuk kali pertama bertemu lagi dengan Sabari setelah berpisah bertahun-tahun. Dia bisa langsung mengenali ayahnya. Padahal mereka berpisah saat usia Zorro sekitar 4 tahun dan tak pernah bertemu lagi setelah itu. Zorro tak punya dokumentasi apapun untuk mengingat wajah ayahnya. Marlena pun tak pernah menceritakan soal Sabari pada Zorro kecil.

Terlepas dari kekurangan di atas, novel ini masih direkomendasikan bagi para penggemar karya Andrea Hirata, bagi yang mau menikmati cerita haru, lucu, menyedihkan, dan penuh perjuangan seorang ayah yang diangkat dari kisah nyata.

**

Judul: Ayah | Penulis: Andrea Hirata | Penerbit: Bentang Pustaka | Tebal: 396 halaman

Buku ini juga bisa didapatkan di toko buku online @foboekoe.

***NB: Review ini adalah hasil interpretasi bebas saya terhadap diskusi novel ‘AYAH‘ karya Andrea Hirata dalam Diskusi Buku Bulanan Edisi September yang diadakan Grup WhatsApp Klub Buku Indonesia.ย Diskusi ini dimoderatori oleh Mamah Asti.

Nah, buat kamu yang mau ikut keseruan Diskusi Buku Bulanan KBI, silakan bergabung di grup WA Klub Buku Indonesia. Kamu juga berkesempatan mengikuti #MBRCKBI2015 lho.^^

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s