[Catatan Buku] Tentang Lelang Buku Bayar Karya dan Teman-Teman yang Baik

Groete, Vriend!

Beberapa waktu yang lalu saya sempat janji untuk posting cerita dan pengalaman saya ikut dan—Alhamdulillah—menang LBBK dan mendapatkan hadiah berupa beberapa buku. Dikarenakan sibuk menyelesaikan sesuatu yang mau tak mau harus selesai sebelum bulan delapan tahun ini, postingannya tertunda sampai hari ini. Maafkan Princess, ya!

img1458407841343

Pertama Princess mau menjelaskan tentang LBBK dulu nih. LBBK atau Lelang Buku Bayar Karya adalah salah satu program yang diadakan oleh grup What’s App Love Books a Lot Id. Pencetusnya—sekaligus sponsor pertama—adalah Mas Yayan, sosok yang tidak pelit ilmu dan juga tidak pelit dalam hal membagi buku tentunya. LBBK kali pertama di’mainkan’ di Lobaloid (singkatan Love Books a Lot Id) sekitar tiga tahun lalu.

Well, lelang ini bukan lelang biasa. Para peserta tidak membayar buku-buku yang dilelang dengan sejumlah uang, melainkan karya. Keren kan? Aturannya adalah ada satu orang atau lebih yang bertindak sebagai sponsor. Sponsor inilah yang memberikan hadiah kepada si pemenang lelang nantinya. Di awal LBBK sang sponsor menyebutkan buku apa yang akan dilelang. Seiring berjalannya waktu, yang dilelang bukan hanya dalam bentuk buku, tetapi juga pernak-pernik terkait buku seperti bookmark atau notes. Selain buku dan pernak-pernik, makin ke sini para sponsor—yang murah hati dan murah rejeki aamiiin—juga sering melelang kupon belanja buku di toko buku daring. Kebetulan di Lobaloid banyak pedagang buku. Hitung-hitung menambah rejeki untuk teman-teman yang jualan juga. ^^

Nah, setelah sudah ada sponsor. Biasanya sponsor kita ini menentukan persyaratan lelangnya. Pastinya sih terkait tulis-menulis dan membuat karya. Mulai dari cerpen, artikel, puisi, sampai model personal literature sudah pernah jadi syarat. Temanya pun macam-macam, dari tema umum sampai yang bikin peserta pusing tujuh keliling. Dari membuat cerpen dari lagu, membuat artikel dari berita, mengubah dongeng sampai membuat dongeng versi masing-masing dengan tokoh yang diambil dari karakter dan nama anggota grup Lobaloid. Syarat unik lainnya adalah jumlah karakter yang HARUS ‘pas’. Mulai dari syarat tak boleh lebih dan kurang dari 777 kata sampai minimal 1212 kata.

Setelah persyaratan dibagi ke grup, saatnya peserta yang mau ikut lelang untuk menggunakan imajinasi dan kreativitasnya untuk memukai juri. Oh, iya, pesertanya harus anggota grup WA Lobaloid lho. Juri dan penjuriannya pun macam-macam. Mulai penjurian terbuka atau voting anggota grup, juri dari sponsor itu sendiri, sampai blind judging.

Saya sendiri Alhamdulillah beberapa kali sempat menang lelang. Yeay. Terima kasih untuk orang-orang baik hati yang sering sekali berbagi. Untuk sponsor-sponsor LBBK dari awal sampai sekarang, yang tak ragu merogoh tabungan dalam jumlah yang tak bisa disebut sedikit—mengingat ongkir pun sekarang tak ada yang murah!—demi dibagi ke grup. Semoga Allah membalas kebaikan kalian semua dengan berlipat ganda. Aamiin. Semoga saya bisa mengikuti jejak kalian. *kepalkan tangan* Terima kasih juga untuk teman-teman yang pernah menjadi peserta LBBK. Secara tidak langsung kalian memotivasi saya untuk menulis dan tidak berhenti berkarya. Ehehehe.

img1458408266442

pict from favim.com

LBBK terakhir yang saya menangkan adalah LBBK dari Mas Jamal yang dimulai sejak Desember tahun 2015 lalu dan diumumkan pertengahan Januari tahun 2016 ini. Tema ini cukup unik dan sempat membuat saya ragu dan ingin menyerah untuk ikut. Tema utamanya adalah Desember. Syarat utamanya adalah membuat cerita yang terinspirasi dari lagu Desember milik band indie Efek Rumah Kaca (tonton video clip-nya di sini). Mas Jamal melelang voucher belanja buku yang cukup menggiurkan, khususnya bagi #banciGA dan #PencintaBukuGratisan pencinta buku seperti saya. Pemenang berhak memilih sendiri 12 judul buku di www.bukuindie.com yang harga tiap bukunya maksimal Rp 120.000 dan belum termasuk ongkos kirim. Yah, total hitungan kasarnya sih bisa sampai 1,5 juta, Gaes.

Meskipun saya salah satu penyuka lagu-lagu ERK, tapi membuat cerita dari lagu mereka cukup sulit. Selama dua hari kerjaaan saya saat sedang lowong adalah memutar video Desember di youtube sampai mendapat ‘feel’ lagu itu serta ide untuk cerita saya kelak. Sulit. Akhirnya, beberapa hari sebelum deadline, saya mengikhlaskan satu karya saya untuk dinilai secara ‘buta’ oleh juri-juri.

Peserta LBBK Desember kali ini hanya dua orang. Cukup mengejutkan mengingat hadiah yang dilelang dan minat anggota grup yang beringas jika mendengar atau membaca kata ‘buku gratis’. Rejeki untuk orang yang bersungguh-sungguh dan niat banget memang tak ke mana. Alhamdulillah saya terpilih menjadi pemenang lelang dan diberi kesempatan untuk memilih 12 judul buku di lapak Indie Book Corner. Tak sampai di situ, ternyata Mas Jamal menghapus persyaratan batas harga untuk buku yang dipilih. Jadi, saya dan Kak Gildik—yang juga mendapat kesempatan memilih 6 buku—bebas memilih buku dengan harga berapapun! How lucky!

Allah itu mahabaik dan mahapemurah. Selain hadiah dari Mas Jamal, saya juga mendapat hadiah dari Mas Irwan Bajang, Pak Bos-nya Indie Book Corner. Saya mendapat buku dan merchandise berupa kaos bergambar Hemingway. Masih ada lagi, saya dan Kak Gildik mendapat voucher belanja sejumlah @Rp 100.000 dari Ibu Suri-nya Lobaloid, Kak Iyut. Yeay!

img1458408737140

12 buku dari Mas Jamal + buku dan kaos dari Mas Bajang

Hatur nuhun untuk Mas Jamal, Mas Bajang, Kak Iyut, dan kalian orang-orang baik!

*

Buat kalian yang penasaran buku-buku apa saja yang saya pilih dari hadiah lelang yang saya dapatkan, ini dia:

  1. Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer
  2. Anak Semua Bangsa karya Pramoedya Ananta Toer
  3. Jejak Langkah karya Pramoedya Ananta Toer
  4. Rumah Kaca karya Pramoedya Ananta Toer
  5. Lekra Tak Membakar Buku disusun oleh Rhoma Dwi Aria Yuliantri dan Muhidin M. Dahlan

    IMG_20160301_171326

    Buku langka yang dulu hanya bisa diimpikan masuk rak buku.

  6. Panggil Aku Kartini Saja karya Pramoedya Ananta Toer
  7. Terbenam dan Tersingkir di Paris dan London karya George Orwell
  8. Penghancuran Buku dari Masa ke Masa karya Fernando Báez
  9. Sejarah Dunia untuk Pembaca Muda karya Ernst H. Gombrich
  10. Dinding karya Jean-Paul Sartre
  11. Memelukmu dengan Erat karya Cikie Wahab
  12. Kumpulan Budak Setan karya Eka Kurniawan dkk.

Dan dari Mas Bajang:

  1. Malam Merunjung karya Huda Tula
  2. Kaos bergambar Hemingway

Saya selalu percaya dengan hukum memberi.

Bahwa memberi tak pernah membuatmu kekurangan.

Ciao!

 

Salam,

-dhilayaumil-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s