[Resensi Buku] Il Tiramisu : Manis dan Pahit, Seperti Hidup, Seperti Cinta

Hidup itu kayak labirin kaca. Kita kayak merdeka tapi sebenarnya terikat sama benang yang enggak kelihatan: takdir. Konyolnya takdir itu seringkali bikin kita muter di tempat.”

img1465936152669

Gytha Syareefa Thaheer, Executive Chef di Olive Garden, terpaksa menerima tawaran temannya untuk menjadi host chef dalam acara ‘Everybody Can Be a Chef’ bersama seorang penyanyi yang sedang naik daun, Wisnu Kanigara. Pria yang digandrungi para Winners—sebutan untuk fans Wisnu—itu memberi kesan pertama yang kurang baik pada Gytha. Selebritas yang angkuh dan menyebalkan. Pada akhirnya mereka harus memakai ‘topeng’ pura-pura akrab di depan kamera yang menyala dan kembali seperti orang asing saat kamera tak lagi menyorot.

Gytha harus sering menahan diri di awal kebersamaannya dengan Wisnu dalam memandu acara masak tersebut. Mereka harus selalu terlihat akrab di depan kamera selama kurang lebih setahun ke depan. Tetapi saat mereka mulai dekat, banyak hal yang mulai berubah dan tentunya itu tidak baik untuk karir mereka berdua, terlebih Wisnu—menurut sebagian orang. Sejak saat itu Gytha menjadi incaran media—yang disebut Wisnu sebagai hiena-hiena infotainment—karena kedekatan mereka. Media berusaha menghadirkan berita tentangnya. Mulai dari pekerjaannya di Olive Garden, latar belakangnya, sampai ke rahasia yang berusaha untuk ditutupi.

Ternyata, di balik sikap saling tak acuh keduanya ternyata menyimpan masa lalu yang mati-matian ditutupi. Apakah Gytha dan Wisnu bisa berdamai terhadap satu sama lain dan masa lalu masing-masing?

“Tiramisu itu manis, tapi juga ada pahitnya. Sama kayak hidup. Sama juga kayak cinta.”

*

PhotoGrid_1464523564236

Il Tiramisu adalah novel ketiga Dy Lunaly yang saya baca—setelah Ketika Senja Memerah dan My Wedding Dressdan termasuk dalam seri #YummyLit–baca ulasan DÉESSERT di sini dan Strawberry Cheesecake di siniterbitan Bentang Pustaka. Kali ini Dy membawa tema cinta yang dipadukan dengan makanan. Kisah cinta seorang chef dengan selebriti yang sedang naik daun. Dari ide ceritanya mungkin terlihat klise, tapi eksekusinya tidak biasa menurut saya. Memadukan kisah cinta antara dua orang dewasa dengan dunia masakan beserta konflik yang mengikuti tokoh-tokohnya.

“Kenangan memang memiliki cara kerja yang berbeda. Sedikit saja bisa menjungkirbalikkan perasaan seseorang.”

Il Tiramisu tidak hanya hadir dengan kisah cinta, kenangan, tapi juga hubungan persahabatan, hangatnya keluarga, ‘wajah asli’ dunia hiburan—setidaknya menurut penulis, serta rahasia-rahasia. Hadirnya tokoh ‘penyeimbang’ seperti Arianne-David, Nakhla, Chandra, serta Ernest membuat pembaca tidak bosan dengan hanya berkutat dengan Wisnu dan Gytha terus. Kali ini Dy menggunakan sudut pandang orang ketiga dalam menceritakan kisah chef dan penyanyi terkenal dalam Il Tiramisu. Ini menarik, mengingat semua karakter bisa penulis eksplor dengan bebas dan tidak melalui sudut pandang satu tokoh saja.

Kelebihan Dy dalam membuat deksripsi tokoh-tokohnya patut diacungi jempol. Penggambaran karakter yang detil membuat pembaca mampu membayangkan seperti apa tokoh-tokoh dalam Il Tiramisu.

Wisnu kembali melirik Gytha. Susah menahan godaan untuk tidak menatapnya. Bola matanya yang berwarna hitam, tapi sesekali terlihat seperti warna kesukaannya, midnight blue. Bibirnya yang kecil dan penuh dengan sapuan warna coral. (Halaman 133).

Wisnu suka memperhatikan tangan Gytha yang bergerak lincah ketika sedang menyiapkan bahan masakan, mengolah sampai menghias masakan yang akan dihidangkan. Dia juga suka memperhatikan bibir Gytha yang begitu ekspresif menunjukkan suasana hatinya. Wanita itu memiliki kebiasaan yang tidak disadarinya. Menggigit bibir berarti kesal, mengerucutkan ketika sedang berkonsentrasi, dan menjilat lalu menggigit sudut bibir saat sedang berpikir atau ragu (halaman 143).

Selain hubungan Gytha-Wisnu yang menarik, kisah Arianne dan David juga sebenarnya bikin penasaran. Sayangnya hubungan keduanya tidak terlalu ditonjolkan oleh penulis. Mari kita berdoa semoga Kak Dy mau membuat sekuel cerita khusus tentang David dan Arianne. Selain itu, pembaca akan dikenalkan dengan sosok Ernest yang muncul melalui surel-surelnya kepada Gytha yang dikirim dari Italia.

1464959165150

Banyak kejutan dalam novel ini. Banyak yang tidak disangka-sangka. Soal sosok Jendra—yang favorit, soal siapa Ernest, soal masa lalu Wisnu dan Gytha, soal Nakhla, dan soal Ayah Aka. Juga soal mimpi Gytha dan Jendra. Sayangnya, tidak seperti Abby dan Wira dalam My Wedding Dress yang ‘ikatan’nya kuat sekali, saya justru merasa tokoh Wisnu dengan Gytha tidak ‘menyatu’ dalam hal chemistry. Entah kenapa saya merasa pada bagian proses mendapatkan chemistry tersebut penulis terkesan terburu-buru, ada bagian yang ‘hilang’. Sangat wajar sebenarnya mengingat curhatan penulis di blognya bahwa dengan terpaksa beberapa bagian cerita harus dipangkas.

Selain itu bagian dapur yang masih kurang dieksplorasi, misalnya tip memasak ala chef Gytha atau proses memasak makanan Italia. Tapi, kembali lagi pada keterbatasan halaman, bagian ini bisa dimaklumi. Masih ada beberapa kesalahan teknis di dalam buku dengan kover ‘manis’ ini, misalnya pada halaman 94:

Sekarangdengerinaku.”Diandradudukdanmenggenggam tangan Gytha seakan ingin membagi kekuatannya.

Tapi, terlepas dari beberapa kekurangan dan kesalahan di atas, buku ini sangat ‘manis’. Kalian harus baca dan menikmati sendiri manis dan pahit di dalamnya. Ada ilustrasi makanan Italia di beberapa halaman. Juga kisah tentang Pangeran yang Lupa Melepaskan Mahkotanya karya adik dari Jendra. Dan kejutannya adalah, bagi pembaca yang pernah membaca karya Dy Lunaly berjudul Ketika Senja Memerah yang sempat diterbitkan beberapa tahun silam, kalian akan bernostalgia dengan Ayah Aka dan Bunda Senja. Yeay! ♥

Kamu bisa aja ngerencanain hidup kamu lurus tanpa hambatan. Tapi, percaya sama Ayah. Nggak ada hidup yang mulus dan gampang karena perjuangan itu satu-satunya bukti bahwa kita hidup.”

1464959167404

Selain beberapa istilah dalam bahasa Italia, Dy juga memanjakan pembacanya dengan ilustrasi makanan Italia karyanya. 🙂

Jangan lupa menikmati Il Tiramisu bersama orang yang bersedia menerima kalian apa adanya.

*

Judul buku: Il Tiramisu Penulis: Dy Lunaly │ Penyunting: Dila Maretihaqsari Pemeriksa aksara: Anik Nurcahyati│ Penerbit: Bentang Pustaka │ Tahun terbit: 2016 │ Jumlah halaman: vi + 334 Halaman │ ISBN: 978-602-291-174-6

 

sign

Advertisements

6 thoughts on “[Resensi Buku] Il Tiramisu : Manis dan Pahit, Seperti Hidup, Seperti Cinta

  1. Untung gambar saladnya ga asli ya. Ahak ahak…

    Btw winnernya wisnu pada gokil ga? Gila2an kaya fans jaman sekarang. Terus ada adegan cewenya diapain gitu sama Fansnya Wisnu ga?

  2. Pingback: [Resensi Buku] DÉESSERT :Mimpi dan Kisah yang Belum Selesai | Bibliotheca Nyctopidhila

  3. Pingback: [Resensi Buku] Strawberry Cheesecake : Manis Asam Cinta dalam Stroberi | Bibliotheca Nyctopidhila

  4. Pingback: [Resensi Buku] LOVE CAKE : Yang Diam-Diam Menujumu | Bibliotheca Nyctopidhila

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s