[Resensi Buku] In A Strange Room : Perjalanan Mencari Jati Diri

Perjalanan adalah gerakan yang digoreskan dalam ruang, gerakan itu hilang bahkan selagi dilakukan. Kita pergi dari satu tempat ke tempat lain, menuju tempat lain lagi, dan di belakangmu tertinggal jejak yang menegaskan kehadiranmu di sana. Jalan yang kita lewati kemarin sudah dipenuhi jejak-jejak orang lain hari ini, tak seorang pun di antara mereka mengetahui siapa dirimu sebenarnya. Potongan-potongan tanda keberadaan dirimu dihapus dan dibuang. Udara menutup di belakangmu seperti air. Tak lama kemudian kehadiranmu sudah benar-benar hilang. Semua hal terjadi hanya sekali dan tidak pernah terulang, tidak pernah kembali. Kecuali dalam ingatan.

20161205_054733.jpg

Damon melakukan perjalanan dari Cape Town, Afrika Selatan, menuju Yunani, lalu kembali ke Afrika Selatan, kemudian melakukan perjalanan lagi menuju India. Di perjalanan ia bertemu dengan orang-orang yang tanpa sengaja menjadi teman seperjalanannya. Di Yunani ia bertemu Reiner, seorang lelaki Jerman yang menarik dan unik, tetapi memiliki sikap superior yang tinggi. Bersama Reiner, Damon menjadi seorang ‘Pengikut’. Meski ingin, ia merasa tidak mampu dan tetap menjadi pengikut bagi Reiner.

Kembali ke Afrika Selatan, ia melakukan perjalanan lagi. Kali ini menuju tempat-tempat di Afrika: Zimbabwe, Tanzania, Malawi, Zambia, dan tempat-tempat lain di Afrika. Di perjalanan, ia bertemu dengan sekelompok backpacker ceroboh: Alice, Jerome, Christian, dan Roderigo. Bersama rombongan tersebut, ia menjadi seorang ‘Pencinta’.

Setelah melalui perjalanan panjang yang berakhir dengan surat dari Swiss yang mengabarkan peristiwa tragis, Damon memilih ‘pulang’. Ia menempati sebuah rumah yang bisa ia tempati. Damon masih memikirkan perjalanan-perjalanan lainnya. Pada akhirnya ia melakukannya lagi. Kali ini ia menuju India bersama seorang teman bernama Anna yang menderita depresi tingkat tinggi. Dalam perjalanan yang dimaksudkan untuk ‘liburan’ bagi si sakit, Damon adalah seorang ‘Pelindung’. Apa yang dialami Damon di India adalah perjalanan yang sugguh melelahkan fisik dan mental.

Pada akhirnya, Damon masih mencari-cari apa yang disebut ‘pulang’.

*

Tak seperti kisah-kisah perjalanan yang menyenangkan dan penuh dengan pengalaman-pengalaman bahagia, perjalanan Damon dalam novel ini sungguh, sungguh, sungguh melelahkan. Membacanya membuat saya merasakan apa yang mungkin Damon rasakan: kesepian yang teramat, keputusasaan, kelam, keinginan akan sesuatu yang sulit diwujudkan, serta perasaan yang asing.

Damon menggambarkan dengan total perasaan-perasaan tersebut. Bagaimana ia berjalan dari satu tempat menuju tempat lainnya, menciptakan kenangan. Perjalanan memaknai arti ‘pulang’ dan mencari tempat yang disebut ‘rumah’.

“Dalam kondisi ini, perjalanan bukan perayaan melainkan malah terasa seperti berkabung, suatu cara untuk menghilang.” (Halaman 94)

Damon belajar banyak hal dari perjalanannya. Bagian favorit saya—sekaligus saya rasa paling melelahkan saat membaca—adalah bagian ketiga, saat Damon bersama Anna menuju India. Novel yang menjadi nominator The Man Booker Prize 2010 ini terbagi menjadi tiga bagian; Pengikut, Pencinta, dan Pelindung. Tiap bagian memiliki kisah masing-masing yang memberitahu banyak hal kepada pembaca.

Bagian tentang perjalanan yang paling terasa adalah saat Damon bersama para backpacker di Afrika. Saya suka saat mereka di Zimbabwe—oke, ini alasannya sangat pribadi hahaha. Melalui sudut pandang Damon, ia bisa menceritakan sisi lain tempat-tempat tersebut. Meski lagi-lagi, bagi Damon, tak ada penggambaran tempat yang benar-benar indah.

Damon adalah seorang penyendiri, tetapi jika datang ajakan untuk melakukan perjalanan, ia mau-mau saja. Meski ia tetap saja menjaga jarak dengan orang-orang. Begitulah Damon. Ia memilih bersama-sama tetapi berdiri di luar lingkaran.

img_20161202_2341091Lebih dari sebuah novel perjalanan, In A Strange Room adalah novel tentang pencarian jati diri.

*

Judul buku: IN A STRANGE ROOM │ Penulis: Damon Galgut │ Alih bahasa: Yuliany C. dan Shandy T. │ Penerbit: Elex Media Komputindo │ Tahun terbit: 2010 │ Jumlah halaman: 265 halaman │ ISBN: 978-979-27-8972-0

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s