[Resensi Buku] P.S. I Like You : P.S. Aku Menyukaimu. Sangat Menyukaimu

Kalau kau menginginkan hubungan romantis dengan seorang cowok, pertama-tama dia harus menganggapmu sebagai cewek misterius, lalu menarik, lalu lucu. Urutannya seperti itu. Kalau urutannya berbeda, kau akan diberi label teman untuk selamanya.”

picsart_12-25-08-02-271

Saat sedang melamun di kelas Kimia, Lily menuliskan sebaris lirik lagu favoritnya di meja. Hari berikutnya, dia menemukan seseorang telah melanjutkan lirik itu dan bahkan menulis pesan untuknya!

Tak lama, Lily dan sahabat pena misteriusnya itu mulai berbagi surat dan rahasia, saling memperkenalkan band favorit mereka, dan mulai terbuka satu sama lain. Bahkan, Lily mulai menyukai orang yang menulis surat-surat itu. Hanya saja, siapa dia?

Lily mencoba mencari tahu siapa teman misteriusnya, tapi siapkah dia mengetahui kebenarannya?

*

Maafkan saya, Mr. Ortega. Saya dan Kimia tidak saling memahami.”

Lily Abbott tidak begitu menyukai pelajaran Kimia. Saat pelajaran Mr. Ortega tersebut berjalan, Lily lebih sering menulis di buku catatannya dibanding mencatat materi yang diberikan oleh gurunya. Akibatnya, Mr. Ortega yang mungkin sudah lelah menghukumnya dengan melarang Lily megeluarkan buku catatan hijau-ungu favoritnya saat pelajaran Kimia. Ia hanya dibolehkan mencatat di selembar kertas.

Saat pelajaran Kimia berikutnya Lily harus bertahan untuk tidak tertidur atau mati kebosanan tanpa buku catatannya. Ia memilih menulis sebaris lirik dari band indie favoritnya di mejanya. Betapa terkejutya ketika keesokan harinya, di kelas Kimia, ada seseorang yang melanjutkan lirik tersebut. Itu memberi harapan pada gadis tersebut bahwa pelajaran Kimia selanjutnya akan sedikit menyenangkan.

Lily mulai bertukar pesan dengan sahabat pena misteriusnya. Mulai dari pesan yang ditulis dengan pensil di meja, sampai dengan surat-surat yang ditulis di kertas lalu diselipkan di bawah meja. Ia dan sahabat pena-nya bahkan mulai berbagi rahasia dan hal-hal pribadi. Lily bahkan berbagi tentang keinginannya menjadi penulis lagu. Mereka berbagi lagu-lagu favorit serta kosakata baru yang bisa membantu Lily menulis lirik lagu.

Kehidupan Lily di sekolah sebenarnya tidak bisa dibilang buruk—tapi bukan berarti dia siswa yang beruntung. Dia berpenampilan tidak seperti siswa ‘normal’ kebanyakan. Sedikit hipster, senang mendaur ulang baju yang dia beli di toko barang bekas, senang menjahit, lebih suka menulis dan menggambar di buku catatan daripada mengobrol dengan orang lain. Selera musiknya pun tidak seperti teman-temannya. Ia punya seorang sahabat bernama Isabel Gonzales dan menyukai diam-diam senior yang bernama Lucas Dunham.

Tak punya banyak teman bukan berarti dia tak punya musuh. Cade Jennings adalah satu-satunya orang yang tidak ia sukai sejak peristiwa yang membuatnya dapat julukan yang sama sekali tidak ia sukai. Mereka selalu saja saling sindir, kapan pun mereka bertemu. Cade sendiri adalah mantan pacar Isabel.

Lily harus menahan-nahan untuk tidak mencari tahu siapa sahabat pena misteriusnya yang mulai menarik hatinya. Ia membuat daftar dengan judul ‘Tersangka’ pada salah satu bagian di buku catatannya dan menulis beberapa kandidat orang yang mungkin saja adalah sahabat penanya. Bahkan Lucas ada dalam salah satu daftarnya.

Akankah Lily bertemu dengan sahabat pena-nya? Ataukah dia sebenarnya adalah orang yang Lily kenal? Akankah Lily menyelesaikan lirik lagunya? Ikuti kehidupan Lily di kelas Kimia, kantin sekolah, hingga di dalam rumah yang tidak pernah berada dalam kondisi ‘normal’.

*

picsart_12-25-08-15-011

Membaca P.S. I Like You karya Kasie West ini mengingatkan saya pada sensasi saat membaca Fangirl karya Rainbow Rowell (juga diterbitkan Penerbit Spring). Cath dan Lily sepertinya sedikit memiliki kepribadian yang mirip, meski Lily ini lebih hipster. Saya kadang senyum-senyum sendiri membayangkan kehidupan Lily. Pastinya seru jika memiliki sahabat pena, seseorang yang jadi tempat berkirim surat. Mungkin sensasinya mirip-mirip dengan saat berkenalan dengan teman di MiRC dulu. Oke, lupakan soal MiRC. Masa sekolah memang salah satu momen yang susah untuk dilupakan.

Semua kata-kata sedang digunakan oleh buku-buku. Waktu masih kecil, itulah yang selalu kupikirkan. Bahwa orang-orang diminta untuk diam supaya kata-kata mereka tidak dicuri oleh buku. Kupikir buku perlu kata-kata agar bisa tercipta. Yah, jelas itu memang benar, tapi kupikir buku membutuhkan kata-kata yang diucapkan. Ya… aku memang sudah aneh sejak dulu.”

Waaah, membayangkan kehidupan Lily yang seru dan menyenangkan pasti membuat kalian juga bahagia deh, Gaes. Punya sahabat pena, punya keluarga yang seru—meskipun menurut Lily keluarganya tidak tahu apa yang disebut normal, punya teman sekolah yang ganteng-ganteng, punya gebetan kakak kelas yang keren, sahabat yang baik seperti Isabel, punya band dan lagu kesukaan, punya mimpi, dan punya musuh bebuyutan. Haha.

Bagi Lily, kehidupannya mungkin tidak menarik. Tapi bagi orang lain, Lily adalah sosok yang unik dan menarik, berbeda. Baginya mungkin kehidupannya membosankan. Tapi bagi orang lain bisa jadi kehidupan Lily ini seru dan menyenangkan. Kasie West berhasil menggambarkan kisah ‘manis’ kehidupan anak SMA. Saya suka sekali saat-saat Lily dan sahabat pena-nya mulai bercerita tentang keluarga mereka. Bagaimana mereka masing-masing memberi saran dan dukungan.

Kisah keluarga Lily sangat menarik, meski bagi Lily keluarganya tidak pernah bersikap tenang, selalu gaduh, dan aneh. Bagi saya, gambaran keluarga Lily sungguh hangat. Karakter Lily yang unik juga terbentuk karena sikap anggota keluarganya. Bagi remaja seperti Lily, kondisi seperti itu mungkin membuat stress. Hahaha. Tapi bagi orang lain yang mungkin suasana rumah-nya terlihat dingin, keluarga Lily adalah gambaran keluarga yang seru.

Tokoh favorit saya selain Lily adalah Cade Jennings. Bad boy is a good boy. Katanya sih gitu. Mulut Cade ini memang sedikit sarkas ke Lily, tapi dia kadang punya sisi lain yang baik. Penggambaran Cade dari sudut pandang Lily tuh gini: rambutnya yang gelap dan ikal ditata dengan sempurna. Cade punya tampang cowok polos dan ramah—tinggi, senyum lebar, mata cokelat yang polos seperti anak kecil—tapi kepribadiannya bertolak belakang. Ya, Cade ini memang tipe cowok populer yang suka minta ditabok.

Buku ini bercerita dari sudut pandang Lily Abbott. Meski ceritanya tertebak dan sama sekali tidak ada konflik yang berarti, tapi kisah Lily patut diikuti. Kisah ini sangat manis. Serius. Buat kalian yang sudah tua dewasa dan mau mengenang kembali kisah-kisah manis saat sekolah dulu, kisah Lily dan sahabat pena-nya ini patut untuk kalian baca. Untuk adik-adik yang masih sekolah, boleh lho ini jadi referensi kalian biar kehidupan sekolah—yang kata orang adalah masa-masa paling indah—kalian tidak membosankan.

Eh, coba cek di bawah meja di kelas kalian. 😉

ps-i-like

*

Judul buku: P.S. I LIKE YOU Penulis: Kasie West │ Penerjemah: Airien KusumawardhaniPenyunting: Selsa Chintya Pemeriksa bahasa: Orinthia Lee │ Pemeriksa aksara: Seplia │ Penerbit: Spring │ Tahun terbit: 2016 │ Jumlah halaman: 368 halaman │ ISBN: 978-602-74322-6-0

*

[GIVEAWAY]

Saatnya Giveaway!

Ini adalah ‘pemberhentian’ terakhir dari rangkaian Blogtour P.S. I Like You kerjasama Penerbit Spring dengan para blogger. Jangan lupa membaca ulasan P.S. I Like You di blog masing-masing host, ya, karena pertanyaan Giveaway yang kalian harus jawab di Fanpage Penerbit Spring pada Final Giveaway ada pada tiap blog. ^^

banner_blogtour_ps_i_like1

Akan ada satu buah novel P.S. I Like You karya Kasie West yang akan dibagikan oleh Penerbit Spring dengan cara menjawab kelima pertanyaan yang diberikan oleh masing-masing host blogtour. Kalian cukup menjawabnya pada Final Giveaway yang akan diadakan pada tanggal 27 Desember 2016 di fanpage Penerbit Spring.

Nah, berikut syaratnya:

  1. Follow twitter dan instagram @penerbitspring (WAJIB)
  2. Like fanpage Penerbit Spring (WAJIB)
  3. Follow twitter @dhilayaumil dan Instagram @nyctopidhila.reads (Bebas)
  4. Follow Blog ini (Bebas)
  5. Bagikan tautan resensi ini di twitter kamu dan jangan lupa mention @penerbitspring dan @dhilayaumil, ya. Sertakan tagar #PSILikeYou juga.
  6. Tulis nama dan akun twitter kalian di kolom komentar. Sertakan juga hal-hal yang kalian ingat dari masa sekolah dulu (atau buat yang masih sekolah, hal yang nanti akan kalian kenang dari masa sekolah saat sudah dewasa).
  7. Jawab pertanyaan berikut di fanpage Penerbit Spring:

Saat sekolah, apa mata pelajaran favorit kalian? Jangan lupa sertakan alasannya juga, ya!”

Jangan lupa jawaban dari pertanyaan (poin 7) dijawab di fanpage Penerbit Spring, ya, Teman-teman. Semoga beruntung dan selamat mengingat kembali masa-masa bahagia menjadi pelajar!

sign

Advertisements

21 thoughts on “[Resensi Buku] P.S. I Like You : P.S. Aku Menyukaimu. Sangat Menyukaimu

  1. Nama: Rinita
    Twitter: @Rinitavyy

    Hal-hal yang paling ku ingat saat masa sekolah itu adalah punya temen-temen bahkan sahabat yang paling dekat dan.bisa di ajak haha-hihi. Lalu Guru-guru yg kadang memiliki sifat masing-masing saat mengajar muridnya, kadang ada yg baiiik banget sampai yang killer sekalipun. DAN yang paling seru saay masih sekolah adalah “JAM KOSONG”. Wiiih, ini adalah surganya anak sekolah. Jangan ngaku pernah menjadi seorang pelajar kalau belum merasakan jam kosong di mapel paling resek, (hehe..). Terakhir, di masa sekolah apalagi di tinggat SMA kan sudah waktunya masa labil remaja berjalan normal. Nah di fase ini, aku jadi keinget-inget tentang betapa dulu kok bisa sih naksir sama cowok satu sekolahan (hehe).

  2. Nama: Rimadian Ulfa Y
    Twitter: @AdinRim

    Hal-hal yg akan tetap dikenang saat nanti udah lulus yaitu masa-masa pelajaran kimia (sebenarnya novel ini cukup mengingatkanku tentang hal itu -meski bedanya aku suka sih sama jurusanku itu) yaitu pas melakukan analisa di laboratorium plus ngerjain laporan hasil analisanya. Yang paling kukenang adl saat ada aja yg mecahin alat gelas, entah itu erlenmeyer, beaker, sampai buret. Bahkan ada yg sampai nangis, padahal dia udah SMK, cowok pula. Pas insiden yg sering terjadi itu terjadi (hehe), rasanya deg-degan gak karuan, nggak kebayang musti cari gantinya dg harga yg w.o.w, plus alat-alat gituan gak bisa asal beli di pasar (hehe).
    Ada lagi yg bakal dikenang, yaitu pas ngerjain laporan analisa yg seabrek (plus satu mapel bisa sampai tujuh laporan analisa dan kimia itu mencakup banyak mapel 😥 ..) jadi udah jadi kebiasaan nglembur atau minimal baru pulang pas maghrib.

    maaf ya ini malah curhat…

    mobile.twitter.com/AdinRim/status/813211361224183809

  3. Nama: Devi
    Twitter: @cedarpie

    berhubung masa sekolah itu sama sekali ga seru tanpa temen (dan berhubung alesan terbesar pergi ke sekolah buat ketemuan sama temen😆) jadi udah pasti hal yang bakal dikenang pas dewasa nanti adalah temen-temen gila yang selalu jadi partner in crime (re: izin ke wc pas jam pelajaran padahal belok ke kantin, gosipin guru-guru ngeselin, sampe nyontek berjamaah pas ulangan😂) iya, tiap denger kata ‘sekolah’ pasti yang kebayang di otak itu temen-temen senasib sepenanggungan yang kadang nyebelin tapi selalu bikin nyaman😂 sekolah yang bikin cape, bikin pusing, bikin stres, jadi ga begitu kerasa karena ada temen yang bisa jadi tempat ngeluh (saling ngeluh, lebih tepatnya😂)
    jadi yaaa temen-temen gila itulah yang nantinya bakal aku kenang terus:”)

  4. nama: Aulia
    twitter: @nunaalia

    Hal-hal yang kalian ingat dari masa sekolah dulu: punya teman se-genk yg kompak, dapat surat cinta, naksir cowok beda-beda tiap tahun dari teman sekelas, kakak kelas sampai adik kelas 😀
    Naksir guru jg pernah, kebetulan juga guru kimia, dan bikin belajar kimia jadi menyenangkan hehehe 😀

  5. @sitasiska95

    Hal yang diingat masa sekolah banyak sih. Karena aku tinggal di asrama sekolah banyak banget hal yang dilakuin bareng. Mulai dari makan, belajar, berangkat sekolah bahkan mandi. tentunya bareng temen2 cewek. Kalau ke temen2 cowok, cuma bisa natap dari jauh, ke gebeta tentunya. Gabisa terlalu deket karena akan kena setrap sama guru da pembina asrama. Asarama cowok agak jauh sih dari asrama cewek, kelasnya juga misah.
    Mungkin emang banyak perbedaan antara orang yang sekolah di sekolah biasa sama yang sistemnya kayak mondok, tapi bener deh walau bukan sekolah umum, sekolahku dulu juga seru bahkan sangat seru. Kekeluargaan kental banget terasanya

  6. Nama : Khaerunnisa
    Twitter : NhisaMinoz75

    yang paling diingat disekolah itu nyontek bareng teman, kalau terlambat suka bersembunyi bareng teman di belakang sekolah kalau lg di kejar pak satpam sekolah.

  7. nama: insan gumelar ciptning gusti
    akun twitter: @san_fairydevil

    SD → aku pernah dapat nilai 100 di ujian kenaikan kelas waktu kelas 2, di mata pelajaran bahasa inggris. Waktu ujian dibagiin, aku lagi nangis. Di kelas 3, aku pernah berantem sama temen cowok, Tony, sampe seragam batik kita sama-sama robek. Di kelas 4, aku pernah nyobekin bola sepak plastik kakak kelas gara-gara nendang bola ke arahku dan malah nyolot tanpa minta maaf. Di kelas 5, aku pernah gak ditemenin anak 1 kelas gara-gara nyontekin 1 anak yang ‘berpengaruh’ — gak peduli. Di kelas 6, ulang tahunku dirayain sama anak 1 kelas dan gagal ngasih kejutan soalnya aku sudah tau. 😆😆

    SMP → Enggak akan ngelupain waktu gila belajar matematika gara-gara gurunya killer. Bu Tutut. Setelah TO kelas 3, setiap anak wajib punya kelima tipe soal dan harus paham 200 soalnya. Jadi kalo ditunjuk maju ngerjakan, cuman diberitahu, “Ayo maju no lima.” Nah nomer 5 tipe soal yang mana ya terserah gurunya. Karena saking takutnya, setiap hari yang dipelajari anak satu kelas ya soal TO matematika. Sampe guru fisika marah. “Kalian pikir yang di UN-in cuman matematika? Setiap hari belajarnya kok matematika terus. Fisika, biologi, bahasa indonesia enggak penting? Dan blablablabla….”

    SMA → Di kelas 1 sempet galau berat gara-gara dapet peringkat 17 padahal temen-temen deketku masuk 10 semua. Kan sedih 😭😭 Nah, karena saat itu gengsiku tinggi, di semester 2 waktu kenaikan kelas 2, aku kejar dan alhamdulilah naik jadi peringkat 4. 😆😆 Di kelas 2, untuk pertama kalinya naksir temem sekelas, menurutku wajah dia familiar 😊😊 Lupakan, bagian ini. Yang enggak bisa dilupain itu awal-awal kelas 2 dimana kelasnya digabung dari 10 C dan 10 D, dan terjadi perang dingin antara 2 belah pihak. Lalu mulai bisa gencatan senjata setelah ada tugas seni proyeksi dan prespektif. Yang proyeksi uji kesabaran bangetlah 😣😣
    Kelas 3 paling gak bisa ngelupain itu waktu jadi Busut alias bu sutradara buat teather kelas (tugas seni semester 1 kelas 3). Gimana enggak, aku yang terkenal suka tidur, bisa bikin anak satu kelas diam dan menundukan kepalanya waktu aku marah. Kali diinget-inget lagi, untung gak ada yang ngerekam.
    Tapi dari semua kejadian di SMA yang paling bikin aku kangen adalah menghabiskan wakru dengan 4 orang lainnya, Prasasti-Retno-Tiara-SitiMaria. Enggak bisa nyebutin satu-satu kalo udah bahas tentang mereka. Dari seneng sampe susah, dari jelas sampe ansurd, dari rajin sampe males, dari anak rumahan sampe anak sok hangout (padahal cuman mejeng doang) dan semua itu tidak akam terlupakan. Dan sekarang aku merindukan mereka, sebab mereka di sana dan aku di sini.

  8. Nama: Bety Kusumawardhani
    Twitter: @bety_19930114

    Menurutku hal yang paling ku ingat saat masa sekolah itu ketika zaman SD. Berhubung aku hidup di era 90’an, jadi dulu belum ada media sosial. Aku masih menggunakan binder dan buku diary untuk tempat curhat. Walaupun banyak hal pribadi tertulis di buku ini, aku tetap dengan senang hati menyebarkannya ke seluruh kelas, begitu juga teman-teman yg lain. Setiap anak di kelas bisa ikut menulis di buku diary atau binder yg aku punyai. Mulai nulis data diri, makanan/minuman favorit sampai motto hidup, tidak jarang diberi pesan dan pantun. Kita juga tuker-tukeran isi binder yang lucu-lucu. Kita tidak lupa berkirim surat dan kartu ucapan meskipun kita bertemu setiap hari di sekolah. Surat-surat dari teman-temanku masih aku simpan sampai sekarang.

  9. Nama : Humaira
    Akun Twitter : @RaaChoco

    Hal-hal yang kalian ingat dari masa sekolah dulu (atau buat yang masih sekolah, hal yang nanti akan kalian kenang dari masa sekolah saat sudah dewasa).

    Ributnya kelas waktu ga ada guru. Kelasku yang terkenal ga kompak saat mengerjakan suatu hal bersama-sama jadi tim yang solid saat ada salah satu dari kami yang bermasalah, meski kami sering ga kompak tapi kami selalu tolong menolong diantara anggotanya. Kalo pas bagian guru yang cara mengajarnya bikin ngantuk, banyak yang tidur di kelas #akusihenggak hehehe. Punya sahabat yang awet sampe sekarang, ± udah hampir 9 taunan. Kesiangan, mengagumi dan ngerumpiin kakak-kakak kelas yang kece-kece. Wah, masa-masa SMA tuh masa-masa yang ngga bisa dilupain. Entah sampai kapan pun itu, masa-masa SMA bakal jadi suatu hal yang memorable banget dibandingkan kenangan saat SD atau SMP.

  10. Nama: Larastanie Afdha
    Twitter: @Larasta_

    Hal yang akan selalu kuingat selama aku disekolah adalah sahabat-sahabatku yang selalu ada bersamaku, saat senang maupun sedih. Aku menyayangi mereka sama seperti aku sayang keluargaku sendiri, mereka gak seperti teman temanku yang lain, yang ‘Datang’ hanya saat ‘Butuh’ doang. Mereka pengertian dan sabar dengan sifat aku yang ‘ngambekan’. Mereka akan selalu aku ingat sampai kapanpun, karena sahabat sejati akan selalu dihati selamanya. 🙂

  11. Nama: Nurul Astri
    Akun Twitter: @nurulastrirmdn

    Bisa dibilang, aku ini murid yang cenderung pendiam. Aku siswi yang paling takut berurusan dengan Pak Heri —guru yang biasa menangani kasus kenakalan siswa. Dan aku selalu berusaha untuk taat peraturan. Tapi itu memang terdengar agak membosankan.

    Sampai ketika hari itu, aku sedang duduk di kursiku sambil mengobrol ringan bersama teman sebangku. Lalu tiba-tiba guruku itu masuk, membawa rotan panjang tepat di hadapanku. Aku kaget, ketakutan setengah mati. Guruku itu bertanya mengapa sepatuku tidak berwarna hitam, aku menjawab dengan gemetaran. Dan untuk pertama kalinya, namaku tertulis di buku besar catatan pelanggaran siswa. Sebagai hukuman, aku diharuskan berjalan jongkok dari lapangan sampai tempat duduk. Wajahku nggak perlu dibayangkan, sudah luarbiasa merah. Kalau hanya sampai kelas, itu masih maklum, tapi sampai tempat duduk? Bagaimana aku nggak malu? Tapi aku tidak punya nyali untuk protes.

    Seperti dugaanku, ketika masuk kelas, seluruh pasang mata tertuju ke arahku. Rasanya aku pingin menyembunyikan wajahku saking malunya, tapi untunglah tempat dudukku paling depan. Aku tetap berjalan jongkok hingga benar-benar sampai di depan kursiku. Hari itu, menjadi hari paling menyebalkan tapi selalu sukses membuatku tertawa. Entah memang sudah takdir atau bagaimana, biasanya sekolahku tak pernah mengadakan razia warna sepatu. Lagipula, sepatuku berwarna cokelat tua, sekilas terlihat seperti hitam. Aku berani memakai warna itu karena minggu-minggu yang lalu hanya seragam yang diperiksa. Tapi ya sudahlah. Toh itu jadi kenangan yang tidak terlupakan juga buatku.

  12. Nama: Ayu Calista
    Akun twitter: @ayucalista18

    Hal yang aku ingat tentang sekolah adalah dulu waktu kelas satu itu cupu banget. Sampai akhirnya kelas dua berani gaul, punya banyak temen dan sering ketiduran di kelas. Punya sahabat cowok yang deket banget, saat lagi upacara, kita malah kabur ke perpustakaan yang sepi, jarang olahraga dan kalau pelajaran ngebosenin, kita kabur ke kantin. Sering ketahuan dan di omelin bareng tapi hal itu yang justru mudah diinget. :”)

  13. nama: Rizki Fitriani
    twitter: @Kikii_Rye

    hal hal yang akan ku ingat selalu adalah teman. teman baik yg dekat maupun yg tidak terlalu dekat yg telah menemaniku selama duduk dibangku sekolah, bagaimana mereka telah hadir dihidupku dg membawa banyak hal mulai dari negatif hingga positif, yg menjadikan pengalaman dan pelajaran dlm hidup. betapa usil dan lihainya tingkah mereka dalam membuat masalah dan kehebohan. betapa kompaknya rasa solifaritas diantara kita bila terjadi masalah yg menimpa. dan yg paling dan selalu akan kuingat adalah, ketika bagaimana kita sekelas selalu kompak dalam pengerjaan tugas, bolos dari jam kelas olahraga dan malah tiduran di musholla, menghabiskan jamkos dg keramaian yg dibuat, hingga ketiduran di perpus saat jam Literasi di hari selasa. setiap kejadian akan selalu menjadi memori untuk dikenang, sekecil apapun kejadian itu.

  14. nama: Fasa Febrianisa
    akun twitter: @Fasa_Febrianisa

    hal yang nanti akan kalian kenang dari masa sekolah saat sudah dewasa?
    yang bakalan terkenang adalah gimana sibuknya pas SMA pas ikut organisasi segitu banyaknya sampe-sampe jarang di rumah tapi dengan banyaknya organisasi yang aku ikuti saat ini jadi punya banyak temen dan aktivitas apapun di organisasi pasti bakalan bikin kangen pas udah lulus SMA. apalagi di SMA saatnya kita nemuin jati diri jadi saat udah dewasa pasti yang diinget perilaku kita pas SMA dan saat-saat sekolah ada juga masa dimana jatuh cinta sama senior apalagi kalau satu organisasi hehehe 😀

  15. nama: Leny
    akun twitter: @Lynlainy17
    Hal yang paling ku ingat dari masa sekolah dulu itu ketika aku dan teman-teman sekelas dihukum sama guru kami, di suruh lari keliling lapangan karena kami semua tidak mengerjakan PR matematika. Waduh malu banget lah ketika itu. Malu karena dilihatin sama siswa lainnya dan panas-panasan juga. Ditambah lagi aku perempuan sendirian. Duh pokoknya sesuatu yang takkan pernah kulupakan sampai sekarang dan selamanya. Dan aku tidak akan mengulanginya lagi. Padahal waktu itu bukannya aku tidak mau mengerjakan PR itu, tapi aku saat itu benar-benar tidak tau kalau ada PR matematika karena aku tidak masuk sekolah karena sakit. Tapi ya sudah lah. Walaupun waktu itu malu banget tapi itu adalah pembelajaran berharga untukku dan teman-teman juga.

  16. Rini Cipta Rahayu
    @rinicipta

    Paling inget, kalau olahraga pasti berangkat dari rumah sekitar jam 4 pagi. Disaat lagi enak tidur dan udara lagi dingin-dinginnya, harus naik motor sendirian. Setelah jam olahraga biasanya ikut temen ke rumahnya atau ke kos, buat numpang mandi dan ganti baju baru berangkat sekolah.
    Kalo diinget-inget ya perjuangan banget. Tiap hari minimal 1 jam di jalan dan tetap berangkat gimana pun cuacanya :’)

  17. Nama: Aisyah Rahmatusysyifa
    Twitter: @pabooel

    Hmm menurutku hal-hal yang akan ku kenang saat lulus SMA nanti adalah kebodohan yang kami lakukan saat SMA. Seperti menjadi “alay”, “norak”, dan hal bodoh lainnya yg menjadi kebiasaan pada masanya. Karena saat ini, aku dan teman2ku sering mentertawakan “kealayan” kami pada masa SMP dan SD. Dan hal tersebut menunjukkan secara nyata bagaimana proses tumbuh dan pendewasaan kita. Selain itu, bagian jalan-jalan dan kebersamaan sama temen2nya ya. Entah itu cerita yg manis, pahit, asam, asin, nano-nano, semuanya pasti bakal jadi hal yang indah untuk dikenang.

  18. Nama: Regina
    Akun twitter: @inase_michaelis
    Paling mengesankan masa sekolah bagi saya saat jenjang SD dan SMA.Di SD saya sering berbuat iseng dengan menjodoh-jodohkan teman saya dan memberi julukan aneh2 dari nama mereka.Saya juga membuat akun FB saat SD.Saya sangat senang sampai2 hampir setiap hari saya membuat status dan chatting dengan teman sekolah.
    Saat SD juga banyak kegiatan sekolah menginap bersama yang menyenangkan,seperti retreat dan perpisahan yang sangat berkesan.
    Saat SMA saya menemui mapel2 yang sulit dari IPA tapi saya berusaha taklukkan bersama teman2 demi bisa masuk jurusan IPA yang kami sangat sukai,dan minati.
    Pengalaman menyukai kakak kelas dan teman sebaya yang paling berkesan pun saat SMA,hihihi.Saat belum penjurusan saya hanya memiliki sedikit teman di kelas,tetapi setelah penjurusan saya sangat senang karena memiliki banyak teman di kelas dan kami beberapa kali belajar bersama untuk ujian,seperti saat akan UAS saat kelas 2 dan saat akan UNAS di kelas 3.

  19. Pingback: [Resensi Buku] To All The Boys I’ve Loved Before : Kisah Gadis Song | Bibliotheca Nyctopidhila

  20. Pingback: [Resensi Buku] The Fill-in Boyfriend : Pacar Bohongan dan Kebohongan yang Lain | Bibliotheca Nyctopidhila

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s