[Resensi Buku] To All The Boys I’ve Loved Before : Kisah Gadis Song

“Ibuku selalu bilang bahwa optimisme adalah kelebihanku. Baik Chris maupun Margot bilang bahwa sikapku itu menjengkelkan, tapi aku membalasnya dengan mengatakan bahwa melihat sisi baik dari kehidupan tidak pernah merugikan siapa pun.” (Halaman 91)

20170928_082224-01

Bagaimana perasaanmu jika surat-surat yang pernah kamu tulis—surat cinta, tepatnya—tanpa pernah berniat untuk mengirimkannya, tiba-tiba terkirim? Coba tanyakan pada Lara Jean Song Covey, seorang remaja SMA yang hobi menulis surat cinta setiap kali ada lelaki yang membuatnya tertarik, tetapi tidak pernah berniat mengirim surat-surat tersebut kepada ‘sang target’. Suatu hari, tiba- tiba saja surat-surat tersebut lenyap. Kemudian satu persatu kejutan menghampirinya.

Mulai dari Peter Kavinsky, cowok populer di sekolahnya—yang pernah ‘mencuri’ ciuman pertamanya—datang dengan surat di tangannya. Surat yang pernah ditulis Lara Jean. Lalu Josh Sanderson, tetangga sekaligus sahabatnya—dan sahabat bagi keluarganya—juga mendapat kiriman surat yang ditulis Lara Jean. Total suratnya ada lima. Dan Lara Jean tidak tahu siapa yang mengirim kertas-kertas itu!

Di antara kelima penerima surat tersebut, Peter K. dan Josh-lah yang paling membuat Lara Jean bingung. Hubungannya dengan Josh yang awalnya baik-baik saja, jadi terasa canggung. Mendadak kehidupan remaja salah satu Gadis Song ini jadi rumit. Dia harus berpura-pura pacaran dengan salah satu cowok paling populer di sekolah, berhadapan dengan mantan pacar Peter, menjadi penanggung jawab rumah menggantikan Margot yang melanjutkan kuliah di Skandinavia, serta meyakinkan hatinya sendiri tentang siapa yang sebenarnya ia cintai sekarang.

*

To All The Boys I’ve Loved Before adalah buku pertama dari tiga seri Lara Jean karangan Jenny Han. Saya sendiri termasuk salah satu yang terlambat ‘menemukan’ buku ini. Meski buku ini sejak dua tahun belakangan sangat ramai dibicarakan oleh para pencinta buku di Indonesia, tetapi saat itu saya belum tertarik membaca bukunya. Baru sekarang, setelah meminjam buku ini dari salah satu siswa di sekolah, saya merasa kalau saya harus memiliki seri buku ini secara lengkap.

Membaca buku ini mengingatkan saya pada novel P.S. I Like You karya Kasie West yang juga diterbitkan oleh Penerbit Spring (ulasannya bisa dibaca di sini). Kalau tokoh Lily Abbott berkirim surat secara sengaja dengan seseorang di kelas Kimia, Lara Jean justru menulis surat cinta tentang cowok-cowok yang pernah ia suka, tetapi tidak pernah berniat mengirimkannya.

Kisah Lara Jean menurut saya sungguh manis, tetapi tidak berlebihan. Kehidupannya ala anak remaja pada umumnya. Menariknya adalah buku ini tidak hanya membawa isu romansa cinta remaja. Ada banyak hal yang diangkat oleh Jenny Han. Tentang keluarga, misalnya. Lara Jean dan kedua saudara perempuannya tinggal bersama ayahnya—setelah ibunya meninggal enam tahun yang lalu. Ayahnya adalah seorang dokter kandungan. Meski begitu, sebisa mungkin ia memberikan kasih sayang kepada ketiga gadisnya sama besar dengan ketika istrinya masih hidup. Mereka membagi tugas di rumah, berusaha menjadi anak yang baik. Tentang persaudaraan. Hubungan Lara Jean dengan Margot dan Kitty juga cukup akur.

Selain keluarga dan persaudaraan, ada juga persahabatan juga dunia sekolah. Di sana, perbuatan mencontek adalah salah satu aib yang memalukan. Melakukan sex dan minum-minum pada usia dini juga ‘lumrah’, meski tetap saja itu tidak baik.

Karakter Lara Jean sendiri unik dan menarik—seperti yang dikatakan Peter. Haha. Dia menyukai barang-barang unik dan vintage. Ia suka memendam perasaannya, dan mengutamakan kebahagiaan Margot di atas perasaannya sendiri. Ia kadang menjadi kakak yang menyebalkan bagi Kitty, tetapi lebih sering menunjukkann rasa sayangnya secara tidak langsung. Ia pacar yang ‘unik’ bagi Peter, dan musuh menjengkelkan bagi Gen.

Tetapi, karakter favorit saya tetap jatuh pada sosok Peter Kavinsky. Dia digambarkan brengsek dan bukan anak baik oleh Josh dan teman-teman Lara Jean. Dan Lara Jean setuju dengan itu. Tetapi, menjadi ‘pacar’ Peter memberi sudut pandang baru untuknya. Ada hal-hal kecil, tetapi manis yang sering dilakukan pria itu. Peter adalah pacar impian nyaris seluruh gadis di sekolah. Ia kaya, ganteng, atlet sekolah, dan menarik. Sayangnya, bagi Lara Jean, Peter hanya pacar bohongan. Sebab, mungkin cinta Peter sejak dulu sampai sekarang hanya milik mantan pacarnya.

Kau harus santai, Lara Jean. Hidup tidak harus terlalu direncanakan. Jalani saja dan lihat apa yang terjadi.” (Halaman 131)

Well, menarik sekali membaca kisah Lara Jean di buku pertama ini. Saya tidak sabar ingin membaca lanjutannya. Uh, ending buku ini menyebalkan sekali! Buku ini cocok dibaca kalian yang suka kisah manis ala anak sekolahan, yang tidak berlebihan. Yang menyukai kisah tentang keluarga dan hubungan persaudaraan. Yang rindu masa-masa sekolah, masa di mana kamu menyukai salah satu pria yang duduk di kelas sebelah, yang saat jam istirahat sering nongkrong di depan kelasmu—yang senyumnya mampu membuat kupu-kupu di perutmu terbang ke dada. Haha. Bacalah dan selamat berkenalan dengan Gadis Song yang pernah jatuh cinta dengan pacar kakaknya ini!

**

Judul buku: TO ALL THE BOYS I’VE LOVED BEFORE │ Penulis: Jenny Han │ Penerjemah: Airien Kusumawardani Penyunting: Selsa Chintya │ Penyelaras Aksara: Yuli Yono │ Ilustrasi Isi & Penata Sampul: @teguhra │ Penerbit: Spring │ Tahun terbit: 2015 │ Jumlah halaman: 380 halaman │ ISBN: 978-602-6682-00-0

 

sign

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s