[Resensi Buku] The Fill-in Boyfriend : Pacar Bohongan dan Kebohongan yang Lain

“Tidak seorang pun pernah memandangku dengan intensitas seperti yang cowok ini berikan. Tidak seorang pun yang kelihatannya pernah melihat ke dalam diriku, melewati apa yang tampak jelas. Tapi dia benar-benar hanya merasa kasihan padaku. Dia tidak mengenal diriku sama sekali.”

1508505862411

Gia putus dengan Bradley, pacarnya di parkiran, tepat sebelum memasuki tempat prom berlangsung. Ia harus segera menemukan pengganti Bradley untuk dibawa ke pesta prom, sebab teman-temannya selama ini tak percaya bahwa Bradley benar-benar ada. Salah satu—atau mungkin satu-satunya?—lelaki yang sedang berada di parkiran, yang kebetulan sedang mengantar adiknya, tiba-tiba saja sudah menjadi pacar bohongan Gia—dalam hal ini berarti ‘Bradley Palsu’. Mereka hanya akan berpura-pura menjadi pasangan selama kurang lebih dua jam, selama pesta berlangsung.

Hal yang tidak Gia duga adalah, bahwa setelah acara prom selesai, ia justru memikirkan ‘Bradley Palsu’—lelaki bermata biru, berambut cokelat, bertubuh tinggi dengan rahang yang kokoh. Masalahnya, Gia tak tahu siapa nama asli pacar bohongannya itu, apalagi tempat tinggalnya. Belum lagi sahabat-sahabatnya mulai bertanya lagi tentang ‘pacar’ Gia. Akankah gadis itu berhasil menemukan ‘Bradley Palsu’? Ikuti kisah Gia dengan Bradley versi bermata biru-nya.

*

Kalau kamu sudah membaca karya Kasie West sebelumnya dan kamu suka dengan ceritanya, kemungkinan besar kamu juga akan menyukai The Fill-in Boyfriend. Sebab itulah yang terjadi kepada saya. Masih ingat dengan kisah manis Lily Abbott dengan sahabat pena-nya di P.S. I Like You? (Ulasan P.S. I Like You bisa kamu baca di sini) Nah, kali ini kalian akan berkenalan dengan Gia dan pacar bohongannya.

Gia ini salah satu cewek populer di sekolah. Dia terbiasa jadi panutan orang lain. Apa yang ia tulis di media sosial, misalnya, pasti akan diamini atau diikuti orang lain. Hidup Gia terlihat ‘normal’. Dia memiliki keluarga yang sempurna dan teratur. Orang tuanya jarang sekali marah, bahkan terkesan menghindari konflik. Jadi, Gia tumbuh tanpa banyak ‘masalah’ dalam hidupnya.

Masalahnya … saat Gia menghadapi masalah di luar sana, sanggupkah ia menanganinya sendirian?

Jangan salahkan saya jika beberapa tahun terakhir saya beralih pada novel tema remaja-dewasa muda terjemahan dibanding novel bertema sama terbitan lokal. Memang tidak semua novel remaja-dewasa muda karya penulis Indonesia membawa kisah yang klise, jika kamu jeli kamu akan menemukan beberapa penulis Indonesia yang akan menjadi favoritmu.

Apa yang dibawa novel-novel ini tidak sekadar kisah cinta remaja beserta drama-dramanya. Kisah Gia, misalnya, tak hanya berputar pada kisah putus cintanya, pacar palsu, beserta kegalauannya dalam mencari sosok ‘Bradley Palsu’. Lebih daripada itu, Gia mewakili gambaran sosok kebanyakan orang saat ini—bahkan mungkin diri saya sendiri. Kita seringkali terpaku pada pendapat orang lain. Kita takut apa yang kita lakukan tidak akan direspons dengan baik oleh orang lain.

Kita jadi lupa jujur pada diri sendiri. Kita jadi lupa melakukan apa yang kita sukai, karena terpaku pada apa yang orang lain sukai.

Kisah Gia dengan teman-temannya pun sebenarnya sering sekali kita temui. Menjadi anggota geng populer, takut kehilangan teman hingga rela berbohong, lebih peduli dengan seberapa orang yang mengenal kita. Tanpa bertanya kepada diri sendiri, berapa banyak teman sekolah yang kuhapal namanya atau sekadar kusapa sambil kutatap wajahnya secara betul-betul?

“Aku tidak suka kata ‘aku baik-baik saja’. Ibuku bilang kata-kata itu adalah kebohongan yang paling sering diucapkan. Dan aku tidak perlu diberi tahu olehnya tentang itu. Tidak mungkin kau baik-baik saja setelah apa yang terjadi malam ini.”

Kalian harus ‘menonton’ film yang digarap Drew. Sedikit menampar. Tetapi sedikit banyak itulah yang sedang terjadi pada diri sebagian orang saat ini. Itulah yang terjadi pada diri kita, hubungan pertemanan kita, dalam keluarga, hubungan persaudaraan, dan hubungan kita dengan orang lain. Film apa? Siapa itu Drew? Kalian akan menemukan jawabannya dalam buku ini.

Kalian tidak hanya mendapat kisah romansa ala remaja-dewasa muda, tetapi lebih jauh dari itu. Lewat Gia, lewat ‘Bradley Palsu’, kalian akan temukan hal-hal manis lainnya. Selamat menikmati kisah-kisah terakhir di SMA!

**

Judul buku: THE FILL-IN BOYFRIEND │ Penulis: Kasie West │ Penerjemah: Orinthia Lee Penyunting: Selsa Chintya │ Penyelaras Aksara: Titish A.K. │ Desain Sampul: Chyntia Yanetha │ Penata Sampul: @teguhra │ Penerbit: Spring │ Tahun terbit: 2017 │ Jumlah halaman: 348 halaman │ ISBN: 978-602-60443-7-2

sign

Advertisements

One thought on “[Resensi Buku] The Fill-in Boyfriend : Pacar Bohongan dan Kebohongan yang Lain

  1. Pingback: [Resensi Buku] Hate List : Tentang Cinta, Kebencian, dan Penyembuhan Diri | Bibliotheca Nyctopidhila

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s