[Resensi Buku + Giveaway] Misteri Bilik Korek Api : Tentang Rumah dan Rahasia yang Meliputinya

“Sun, tidak semua hal harus dibayar. Kamu harus belajar ikhlas menerima sama halnya saat kamu memberi.” (Halaman 112)

IMG_20171107_132841_928-01[1]

 

Sunday dan teman-teman kecilnya senang karena mereka akan segera pindah dari panti asuhan yang lama menuju bangunan panti yang baru. Sebagai yang tertua di antara adik-adiknya yang lain, Sunday bertugas membimbing dan mengatur mereka saat di tempat yang baru. Persiapan pindah mereka lebih semarak daripada natal, menurut Sunday. Itu memang betul, mengingat anak-anak tersebut tidak suka dengan Bu Nasti.

Bu Nasti bukan penyihir. Dia lebih parah dari penyihir. Dia hanya kesepian. Bu Nasti tidak pernah baik kepadaku juga kepada semua anak di panti asuhan. Beberapa anak memanggilnya nenek sihir, tetapi aku lebih suka menyebutnya ubur-ubur kotak yang memiliki 24 mata.”

Di panti juga ada anak baru, namanya Emola. Menurut Sunday, Emola adalah anak yang misterius. Ia jarang berbicara, hanya terus menerus menatap sambil memegang kalungnya yang terbungkus kain. Emola mengingatkan Sunday akan Ambon, tempat asalnya yang sama sekali tidak pernah ia ingat. Emola sering menyanyikan sebuah lagu yang sama sekali tidak dipahami oleh Sunday pun anak panti lainnya.

Di bangunan panti yang baru, Sunday dan teman-teman ciliknya menemukan sebuah bilik rahasia. Bilik yang tersembunyi oleh kertas dinding selama beberapa waktu. Saat mereka membuka pintu bilik, anak-anak tersebut menemukan ruangan yang penuh dengan korek api di dindingnya. Korek api dari berbagai merek dan berbagai tempat.

Sayangnya, setelah menemukan bilik tersebut satu-persatu kemalangan menimpa mereka. Kecelakaan beruntun yang susah dijelaskan. Kesialan yang menimpa satu demi satu anak-anak yang terlibat dalam penemuan bilik korek api.

Apakah yang sebenarnya terjadi? Mengapa Sunday mencurigai Emola sebagai penyebab semua kesialan yang terjadi? Ada apakah sebenarnya dengan rumah dan bilik yang mereka temukan tersebut? Temukan jawabannya dalam buku ini.

*

Sudah lama sekali sepertinya saya tidak membaca novel dengan tema horor. Saat sekolah dulu, saya suka sekali membaca novel horor karangan R.L. Stine. Membaca Misteri Bilik Korek Api membuat pengalaman seru itu muncul kembali. Novel ini juga mengingatkan saya pada salah satu dongeng karya Andersen berjudul ‘Gadis Korek Api’. Jadi, salah satu novel dari seri Scary Fiction terbitan Grasindo ini wajib kalian cicipi ketegangannya.

Novel karangan Ruwi Meita ini menggunakan sudut pandang orang pertama dengan dua pencerita, yaitu Sunday dan Emola. Secara bergantian kedua tokoh tersebut menjadi narator. Menariknya adalah meski berasal dari daerah yang sama—Ambon—terlihat kekhasan masing-masing dari narasinya. Misalnya, Emola yang menggunakan kata ‘Beta’ sebagai penunjukan kata diri. Sedangkan Sunday, yang meski berasal dari Ambon, tetapi menggunakan kata ‘aku’.

“Saat melihatnya aku seperti melihat diriku. Kulit kami sama-sama cokelat gelap, rambut ikal, bibir kami penuh, rahang yang kokoh, dan dahi yang lebar. Kami sama-sama lahir di Ambon, tetapi aku hanya tahu Ambon dari buku pelajaran sekolah sebab sejak bayi aku  sudah berada di sini.” (Halaman 11)

Penulis cukup lihai menggambungkan unsur dongeng yang cukup terkenal dengan misteri yang terdapat di dalam sebuah bangunan. Unsur tegangnya dapat, unsur misterinya, unsur pensarannya juga. Semua diceritakan dari sudut pandang Emola dan Sunday. Emola yang unik, yang ‘melihat’ sebuah benda dan tempat sebagai warna. Atau memandang semua orang sebagai hewan dan tumbuhan. Sunday yang baik hati, tetapi kadang terlalu baik. Keibuan dan sangat disayangi adik-adiknya yang jahil.

Bagi Emola, Sunday memiliki apa yang selama ini tidak ia miliki. Pertemanan, persaudaraan, persahabatan, kasih sayang, dan orang-orang yang sayang dan perhatian padanya. Bagi Sunday, Emola misterius, selalu menyanyikan lagu Ambon yang tak Sunday pahami artinya, juga pernah merasakan tempat lahir yang ia rindukan. Saya suka sekali cara penulis mengolah cerita ini, sehingga siapa pun bisa menikmatinya. Mulai dari remaja, dewasa muda, sampai orang tua pun masih bisa menikmati buku ini.

Kalau kamu nggak punya orangtua, lalu kenapa? Toh, dunia ini masih menyedihkan sekaligus menyenangkan seperti dulu. Setiap hari bahkan setiap detik orang-orang berhenti untuk menyayangi karena beban hidup atau bahkan tanpa sebab. Namun, kamu harus percaya bahwa setiap detik banyak orang-orang yang bersyukur karena memiliki orang-orang yang mereka sayangi dan menyayangi mereka.” (Halaman 87)

*

Judul Buku: MISTERI BILIK KOREK API │ Penulis: Ruwi Meita │ Editor: Tim Editor Fiksi │ Desainer Sampul: Aqsho │ Penerbit: Grasindo │ Tahun terbit: 2017 │ Jumlah halaman: 238 halaman │ ISBN: 978-602-452-350-3


SAATNYA HADIAH BUKU

IMG-20171109-WA0006[1]

Halo, Readers! Sudah membaca ulasan Misteri Bilik Korek Api? Menarik ‘kan? Ada satu buku MISTERI BILIK KOREK API karya Ruwi Meita yang menanti untuk dipeluk oleh kalian lho. Mau enggak? Mau dooonggg. Simak syaratnya yuk!

  • Berdomisili di Indonesia.
  • Umur kalian minimal 14 tahun.
  • Wajib mengikuti (follow) akun-akun ini di salah satu media sosial berikut: Instagram (@nyctopidhila.reads dan @ruwimeita) atau Twitter (@dhilayaumil dan @RuwiMeita25)
  • Bagikan banner + tautan info Giveaway ini di akun media sosial kalian (silakan dipilih mau di IG atau di twitter atau keduanya). Jangan lupa tag kami, juga sertakan hestek #GiveawayMisteriBilikKorekApi.
  • Jika sudah, silakan jawab pertanyaan ini di kolom komentar:

“Kamu tahu kisah Gadis Korek Api? Nah, kalau kamu punya sebatang korek api di tangan yang akan kamu nyalakan, hal apakah yang ingin kamu lihat dari cahaya api dari korek api tersebut?”

  • Jawabnya pakai format ini, ya:

Nama :

Akun IG/Twitter :

Link share (IG/Twitter) :

Jawaban

  • Jangan lupa sabar dan banyak berdoa, ya!

Periode #GiveawayMisteriBilikKorekApi mulai tanggal 9-15 Desember dan akan saya umumkan di postingan ini dan akun mendia sosial saya secepatnya. Semoga sukses! ^^

**

sign

Advertisements

7 thoughts on “[Resensi Buku + Giveaway] Misteri Bilik Korek Api : Tentang Rumah dan Rahasia yang Meliputinya

  1. Nama : artha
    Akun IG: @artha.amalia
    Twitter : @artha_amalia
    Link share: https://mobile.twitter.com/artha_amalia/status/940984233975148544
    Jawaban: yang ingin saya lihat adalah bagaimana kehidupan mantan saat ini. Apakah dia bahagia? Ataukah dia menderita? Bukannya gagal move on, saya hanya ingin tahu kabarnya. Kalau dia bahagia tanpa saya, syukurlah…ini keputusan yang tepat bagi kedua belah pihak. Yang saya sesalkan mengapa baru berpisah setelah tahunan bersama. Tahu akan berpisah, lebih baik hanya berhubungan sehari dua hari saja.
    Tapi bila saat ini dia tak bahagia… Itu mungkin karma karena telah mengecewakan orang yang dulu sangat menyayanginya. Semoga dia sadar… Walau nasi telah jadi bubur dan kami tak mungkin bersama lagi.
    Hanya itu…hanya ingin melihat bagaimana hidupnya sekarang, andai bisa melihat sesuatu lewat sebatang korek api

  2. Nama : Anisah Mahmudah

    Akun Twitter :Underthecrest

    Link share (Twitter) : https://twitter.com/Underthecrest/status/941440561340325888

    Jawaban:
    Apa yang ingin aku lihat jika mendapat kesempatan untuk menyalakan sebatang korek api ajaib? Well, pilihan yang sulit. Tentunya ada banyak sekali hal yang ingin aku lihat, tempat-tempat yang belum pernah aku kunjungi, teman-teman yang sudah lama tidak bersua, buku-buku yang sangat ingin aku baca, atau impian yang kadung tenggelam sebelum ia sempat kuselami? Duh banyak juga ya, hehe. Tapi jika situasinya dianalogikan pada kisah gadis korek api yang tetap teguh dalam dinginnya malam bersalju itu, aku -yang saat ini sedang dalam fase yang cukup berat juga dalam hidupku- ingin melihat masa lalu. Ya, aku ingin melihat masa-masa lebih sulit yang pernah aku lewati agar aku bisa mengkhidmati arti dari kesabaran dan perjuangan, bahwa aku pernah berada pada fase yang lebih sulit dan aku berhasil melaluinya. Sebenarnya aku bisa menyetel saat-saat tersebut dalam ingatanku, namun melihatnya kembali secara langsung melalui cahaya korek api ajaib tentunya akan jauh lebih menyentuh hati, hehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s