[Resensi Buku + Pengumuman Giveaway] Arteri(o): Dunia Kartanaraya, Keluarga Nayef, dan Sepasang Arterio

Menjadi Arterio adalah jurusan yang paling humanis. Aku merasakan betul-betul menjadi seorang manusia yang harus menolong sesamanya tanpa pamrih.” (Halaman 223)

Processed with VSCO with m5 preset

Tersebutlah Kartanaraya, sebuah negeri tempat semua anak-anak berusia 9 tahun harus menuju sebuah tempat bernama Akademi untuk belajar sampai mereka memperoleh pekerjaan sesuai jurusan masing-masing. Setelah melewati masa inisiasi–kira-kira saat berumur 18 tahun, murid-murid di Akademi akan memulai masa penjurusan itu. Ada lima jurusan di Akademi, yaitu Lazuar, Vitaera, Pragma, Arterio, dan Zewira.

Yap, dari judul buku ini mungkin sudah bisa ditebak nama jurusan yang akan sering muncul sepanjang novel setebal 412 halaman ini. Arterio. Jurusan ini diperuntukkan kepada mereka yang menggandrungi ilmu tentang kesehatan dan penyembuhan. Mereka mempelajarinya dalam rangka mengatasi masalah kerentanan manusia terhadap rival bernama penyakit. Mengeluhlah tentang rasa sakit, maka para Arterio dengan penuh perhatian akan merawatmu.

Lalu ada Zag Waringga dan Nawacita Lummie, dua siswa Arterio dengan ketertarikan berbeda. Bagi Zag, masuk jurusan Arterio adalah kutukan–ia sama sekali tidak bangga berada di Arterio. Berbeda dengan Nawacita yang sangat bangga berada di Arterio. Bagi Cita, Arterio adalah tempatnya mengembangkan bakatnya, tempatnya menemukan sahabat-sahabat yang tidak hanya berbakat, tetapi sangat baik. Tempatnya menemukan cinta.

Aku dapat merasakan detak jantung, aliran darah, tarikan napas, dan aku dapat memelankannya, semacam membuat tubuh seseorang lebih relaks dan tenang. Aku juga dapat memanipulasi organ-organ tubuh, melambatkannya, mempercepatnya, bahkan menghentikannya sesaat.” (Halaman 251)

Lalu bagaimana saat salah satu dari keduanya diminta untuk pindah jurusan? Apa yang sedang terjadi di Akademi bahkan di Kartanaraya yang membuat setiap siswa harus mengerahkan bakat dan kemampuannya masing-masing? Misteri apa yang disimpan oleh Keluarga Nayef? Dan kisah cinta seperti apa yang terjadi di Arterio?

*

“Kalau kata orang, bodoh amat dengan hati yang membatu dan cinta yang membeku. Kedua hal itu adalah kelemahan dan ketergantungan, serupa candu yang akan mengganggu hidupmu dengan halusinasi dan perasaan mengawang pada ketinggian lalu sadar-sadar kau sudah diempaskan pada kerendahan.” (Halaman 91)

Membaca novel ini saya diingatkan pada dua seri fantasi yang sangat terkenal: Harry Potter karya J.K. Rowling dan Percy Jackson karya Rick Riordan. Meski jelas, Arteri(o) dan keduanya sangat berbeda dari segi ide utama. Novel ini juga mengusung tema fantasi, tentang siswa-siswa di sekolah khusus, yang penjurusannya juga ditentukan oleh sebuah sistem dan mereka tak bisa memilih akan di jurusan mana. Ada ramuan-ramuan, mantra, persahabatan, perkelahian, dan kisah cinta.

Novel yang sampulnya unik ini menggunakan sudut pandang orang pertama dengan dua pencerita, yaitu Zag dan Cita. Secara bergantian kedua karakter tersebut bercerita tentang kehidupan mereka di Akademi. Tentang teman-temannya, tentang guru dan pelajaran apa saja yang ada, tentang pertikaian yang terjadi, tentang Keluarga Nayef, juga tentang perasaan masing-masing. Saat yang satu ingin membuat ramuan penyembuh, satu lainnya ingin membuat ramuan yang mematikan. Zag dan Cita adalah dua karakter berbeda dan bertolak belakang, tetapi sangat menarik dengan caranya masing-masing.

Pada akhirnya, orang-orang dalam buku ini akan menemukan apa yang selama ini mereka cari. Untuk apa mereka berada di Arterio? Bagaimana kalau selama ini apa yang mereka cari bukanlah yang utama? Bagaimana jika yang selama ini mereka jalani bukanlah yang terbaik untuk mereka?

Buat saya, Sangaji Munkian berhasil memberi napas baru pada karya-karya lokal, khususnya tema fantasi yang tidak seramai tema-tema lainnya. Arteri(o) adalah ide yang menarik dan patut dibaca oleh penggemar fiksi, khususnya pembaca fantasi. Apa yang ditawarkan penulis tidak akan mengecewakan, terlebih lagi jika karya ini lebih matang dalam hal pengolahan isi secara umum.

Secara teknis, novel ini masih ada sedikit yang mengganggu. Editan yang masih kurang rapi, kesalahan pengetikan, serta paragraf yang tidak nyambung kadang masih saya temukan. Beberapa bagian bisa saja dihilangkan tanpa mengurangi inti cerita. Namun, terlepas dari itu, novel dengan sampul yang didesain seakan-akan huruf pada judulnya berbentuk anagram–jika dibalik, akan tetap terbaca sama–ini masih bisa dinikmati.

Sebagai pembaca yang jarang mencicipi karya fantasi, khususnya fantasi lokal, saya merekomendasikan buku ini untuk dicicipi oleh kalian. Tenang saja, tidak mengandung racun kok. Haha. Selamat memasuki Dunia Arterio. Selamat berimajinasi!

*

Judul buku: ARTERIO (Sebab Cinta Sejati Mengalir Sampai ke Jantung) | Penulis: Sangaji Munkian | Editor: Auliya Millatina Fajwah | Perancang Sampul: Heriyana Darsono| Layouter: Dindin Rasdi | Penerbit: BITREAD Publishing | Tahun terbit: 2017 | Jumlah halaman: 412 halaman | ISBN: 978-602-5634-1-6

*

IMG-20180422-WA0007[1]

SAATNYA HADIAH BUKU!

Sudah membaca ulasan saya tentang Arterio? Sudah cukup penasaran belum? Mau baca buku ini secara gratis? Nah, penulis dan penerbitnya mau bagi-bagi satu eksemplar Arterio secara cuma-cuma buat kamu. Yeay! Simak ketentuannya berikut.

  1. Mempunyai alamat pengiriman di Indonesia.
  2. Wajib mengikuti akun instagram @bitread_id dan @sjmunkian.
  3. (Opsional) mengikuti blog ini, akun twitter @dhilayaumil, dan instagram @nyctopidhila.reads
  4. Membagi info giveaway ini di akun media sosial kalian dan tag akun saya (twitter atau instagram)
  5. Menjawab pertanyaan berikut di kolom komentar dengan format:
    Nama:
    Akun twitter/Instagram:
    Jawaban:

Pertayaannya: “Bakat apa yang kamu miliki dan ingin sekali kamu kembangkan? Ceritakan pada saya tentang bakatmu itu, sekecil apa pun.” 

Nah, cukup mudah ‘kan? Giveaway ini berlangsung hingga 28 April 2018. Ajak juga teman-temanmu yang lain untuk bercerita tentang bakatmu, ya! Terima kasih.

PENGUMUMAN PEMENANG

Selamat untuk SITI MASLACHA (@shitiearushi) yang berhak mendapatkan satu buah novel Arteri(o). Nanti akan saya kontak melalui twitter.

Terima kasih untuk teman-teman yang sudah ikutan. Sampai jumpa di ulasan dan #hadiahbuku lainnya.

IMG-20180309-WA0020[1]

Ikuti juga rangkaian Blog Tour Arterio di blog lainnya.

sign

Advertisements

5 thoughts on “[Resensi Buku + Pengumuman Giveaway] Arteri(o): Dunia Kartanaraya, Keluarga Nayef, dan Sepasang Arterio

  1. Nama: Muhammad Irfan
    Akun twitter: @mhmmadirfan_
    Jawaban:
    Jika ditanya mengenai bakat yang saya miliki, saya bingung untuk menjawab. Saya rasa tidak memiliki bakat apa pun dalam bidang seni, olahraga dan lainnya. Tetapi saya memiliki sebuah hobi, yaitu hobi desain grafis dan video maker. Tidak bisa dibilang bakat, karena itu bukan bawaan sejak lahir. Berawal dari latar belakang pendidikan saya, yaitu di sebuah SMK di Banjarmasin. Saya mengambil jurusan ” multimedia “. Saya sangat menikmati pembelajarannya dan saat itulah saya menemukan hobi dan minat saya. Seperti mendesain undangan, brosur, banner dan membuat vektor. Video pun begitu saya gemari. Saya dan teman saya pernah membuat sebuah film pendek. Waktu itu kebetulan saya yang menulis naskahnya dan alhasil kami bangga atas hasil yang kami buat. Kami upload film tersebut ke youtube dan mendapatkan banyak penonton meski tidak mendapatkan uang. Dari waktu itu dan sampai sekarang saya sudah duduk bangku kuliah. Saya suka membaca buku novel semenjak saya bertemu seseorang yang saya cintai saat ini. Dan seiring berjalan waktu, dengan berbagai macam pengalaman dan kisah hidup yang saya alami. Saya berniat dan ingin membuat sebuah novel tentang perjalanan hidup saya. Saya ingin belajar menulis. Itulah yang ingin saya kembangkan. Terimakasih

  2. Nama: SITI MASLACHA
    Akun twitter: @shitiearushi
    Jawaban:

    “Bakat apa yang kamu miliki dan ingin sekali kamu kembangkan? Ceritakan pada saya tentang bakatmu itu, sekecil apa pun.”
    Jujur saja, saya tidak punya bakat apa-apa. Akan tetapi sejak saya mengenal dunia novel dan sastra, saya sering kali mengomentari sebuah cerita saat sedang membaca. Ceritanya yang beginilah, ceritanya begitulah, kurang tanda baca, dan sebagainya. Dan sejak saya mengenal dunia tulis menulis, saya tertarik belajar Bahasa Indonesia kembali dengan tujuan agar wawasan saya dalam dunia bahasa meningkat dan bisa saya gunakan untuk membenahi tulisan di platform tulis menulis yang saya ikuti. Dan Alhamdulillah, beberapa bulan belakangan saya mendapat kesempatan belajar mengedit cerita dengan salah seorang editor buku, mulai cerpen, potongan fun fict, bahkan novel. Meskipun belum terjun langsung mengedit cerita (menjadi editor), saya sudah bahagia setidaknya saya pernah merasakan bagaimanakah menjadi rasanya menjadi seorang penyunting naskah. Dan keinginan itupun sampai sekarang masih ada, dan akan saya kembangkan terus.

  3. Nama: Ulfa Zulia
    Akun twitter/Instagram: twitter @ulfazulia / ig: @uuzzuu
    Jawaban:
    Jika ditanya mengenai apa bakat saya. Saya merasa itu adalah sebuah pertanyaan yang sangat sulit, karena hingga saat ini pun saya masih tidak tahu apa bakat saya sebenarnya. Sedih ya x’D

    Namun karena kak Dhila mengatakan agar menceritakan bakat walaupun sekecil apapun, maka… menurut lubuk hati saya yang paling dalam, bakat saya adalah ‘mendengarkan’. Maksudnya, terkadang aku ini sering dijadikan tempat bercerita oleh teman temanku. Dan anehnya, aku malah suka mendengarkan cerita cerita ataupun masalah masalah mereka tanpa merasa jenuh atau bosan. Dan terkadang mereka juga meminta saran kepadaku.

    Em… mungkin aku ini berbakat menjadi psikolog, mungkin? Hehe

    Sebenarnya semenjak aku menyadari bahwa aku ini adalah tipe orang yang suka mendengarkan kisah/cerita orang lain, aku rasanya ingin sekali menjadi seorang psikolog. Aku ingin membantu orang orang untuk menyelesaikan masalah mereka ataupun hal hal lain seperti masalah kesehatan mental dsb…

  4. Noni
    @noniongnoni (ig & twitter)
    Bakatku (menurutku) adalah pewujud mimpi. Jadi ceritanya setiap apa yang menjadi mimpiku rajin kutuliskan. Lalu kuwujudkan. Hal-hal simple sih. Misalnya mimpi beli buku baru. Nah akan kupikir buku apa yang benar-benar kuinginkan & harus kumiliki. Oh iya, kalau aku mimpi memberikan seseorang hadiah, akan kuwujudkan juga lho. Kalau bermimpi bertemu seseorang, aku akan berusaha betul bertemu dengannya, biasanya sih karena kangen. Berharap saja kamu kumimpikan hihihi. Kalau mimpinya buruk, yah ditulis tapi dicuekin saja & berusaha menghindari supaya tidak terjadi. Oke, sekian cerita tentang bakatku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s