[Resensi Buku] Seventeen Once Again : Tentang Ingatan yang Ingin Kaulupakan

“Ketika para penggila traveling selalu mengatakan bahwa hidup adalah serangkaian perjalanan, bagiku hidup justru sekelumit pelarian.” (Halaman 9)

1513220360683[1]

Blurb

Raka akhirnya membalas perasaan Briana. Ya, Raka, ketua OSIS yang digandrungi banyak siswi di sekolah. Raka yang juga pacar Tara, sahabat baiknya. Eh, bukankah itu artinya Briana merebut pacar sahabatnya sendiri? Ah, entahlah! Saat study tour, Raka berjanji akan membuat hubungan mereka jelas.

Sayangnya, saat semua akan terjawab, Briana mengalami kecelakaan di India. Sejak kecelakaan itu Briana sulit mengingat hal-hal yang terjadi. Lebih menyebalkan lagi, Mama malah memindahkannya ke Bandung—jauh dari Raka, Tara, dan teman-teman dekatnya.

Selain itu, di sekolah barunya Briana dihadapkan pada drama yang menyebalkan. Ben—ketua klub penyiaran—ngotot merekrut Briana jadi anggota! Di sisi lain, Alisha—cewek sok berkuasa—memintanya untuk menjauhi Ben!

Seolah semuanya belum cukup, Briana mulai merasakan keganjilan pada hidupnya. Kenapa keberadaan Raka misterius? Kenapa teman-teman Briana tidak menghubungi lagi? Dan… benarkah Briana berusia tujuh belas tahun?

*

Novel bergenre young adult terbitan Gramedia Pustaka Utama ini berkisah tentang Briana, seorang gadis yang mengalami kecelakaan saat berada di India. Saat terbangun dia lupa alasan ia berada di India. Ingatan terakhirnya adalah saat ia sedang bersiap mengikuti study tour yang diadakan sekolahnya. Nah lho. Setelah perawatan selama beberapa waktu, mama dan abangnya membawa Briana kembali ke Indonesia. Continue reading

Advertisements

[Resensi Buku + Giveaway] Misteri Bilik Korek Api : Tentang Rumah dan Rahasia yang Meliputinya

“Sun, tidak semua hal harus dibayar. Kamu harus belajar ikhlas menerima sama halnya saat kamu memberi.” (Halaman 112)

IMG_20171107_132841_928-01[1]

 

Sunday dan teman-teman kecilnya senang karena mereka akan segera pindah dari panti asuhan yang lama menuju bangunan panti yang baru. Sebagai yang tertua di antara adik-adiknya yang lain, Sunday bertugas membimbing dan mengatur mereka saat di tempat yang baru. Persiapan pindah mereka lebih semarak daripada natal, menurut Sunday. Itu memang betul, mengingat anak-anak tersebut tidak suka dengan Bu Nasti.

Bu Nasti bukan penyihir. Dia lebih parah dari penyihir. Dia hanya kesepian. Bu Nasti tidak pernah baik kepadaku juga kepada semua anak di panti asuhan. Beberapa anak memanggilnya nenek sihir, tetapi aku lebih suka menyebutnya ubur-ubur kotak yang memiliki 24 mata.”

Di panti juga ada anak baru, namanya Emola. Menurut Sunday, Emola adalah anak yang misterius. Ia jarang berbicara, hanya terus menerus menatap sambil memegang kalungnya yang terbungkus kain. Emola mengingatkan Sunday akan Ambon, tempat asalnya yang sama sekali tidak pernah ia ingat. Emola sering menyanyikan sebuah lagu yang sama sekali tidak dipahami oleh Sunday pun anak panti lainnya. Continue reading

[Resensi Buku] Miss Irresistible Stylist : Ethereal Korea, Fashion Stylist Nyentrik dan CEO Misterius dengan Wajah Tidak Masuk Akal

“Dia seorang ayah. Ayah yang baik. Kau tidak bisa berpura-pura menjadi itu. Anak kecil tidak bisa dibohongi.” (Halaman 135)

1511947195530[1]

Apa jadinya kalau kamu bertemu dengan CEO ganteng, sukses–dan sudah pasti kaya–terkenal, dan lajang? Akankah kamu seperti Im Yoon-Hee dan hampir semua perempuan di Ethereal saat melihat sang CEO?

Mari berjalan-jalan ke Ethereal, salah satu brand pakaian paling terkenal di Korea. CEO-nya, Lee Won, adalah lelaki paling tampan di tempat itu. Semua perempuan pernah berfantasi tentang Lee Won, bahkan yang sudah menikah sekalipun. Tidak terkecuali Im Yoon-Hee, salah satu fashion stylist di Ethereal. Im Yoon-Hee bahkan bermimpi menikah dengan sang CEO. Akankah mimpi dan harapannya terkabul pada saat Sang CEO beranak satu itu justru memilih untuk melajang seumur hidup? Continue reading

[Resensi Buku] Hujan Bahagia : Tentang Sabar dan Bersyukur

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu yang lebih banyak dari sebagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita juga ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Mahamengetahui segala sesuatu.” (QS. An-Nisa, 4:32)

1512223210043[1]

Buku ini terbagi menjadi 5 bagian yang ditandai dengan judul-judul tema, kemudian terbagi lagi menjadi bagian-bagian judul kecil. Bukan, ini bukan novel atau kumpulan cerpen. Dalam sampul depan kamu akan menemukan kalimat seperti ini di bawah judul ‘Hujan Bahagia‘, yaitu:
Menerima diri sendiri,
Mensyukuri takdir Ilahi.

Yap! Ini seperti buku motivasi yang diformat lebih seperti kisah bertema kehidupan yang dibagi penulis. Buku ini bukan juga kumpulan kalimat motivasi. Bukan. Bella ‘memotivasi’ pembacanya lewat kisah orang-orang terdekatnya atau mungkin kisahnya sendiri. Continue reading

[Resensi Buku] Hate List : Tentang Cinta, Kebencian, dan Penyembuhan Diri

“Begitulah semuanya dimulai: Daftar Kebencian yang terkenal. Dimulai sebagai lelucon. Sebuah cara untuk melampiaskan frustrasi. Hanya saja, daftar itu tumbuh menjadi hal lain yang tidak pernah kuduga.”  (Hate List, halaman 122)

1511159129179[1]

Apa yang kamu ingat terkait tanggal 2 Mei? Hari Buruh? Atau–yang bagi saya–ulang tahun David Beckham, salah satu legenda sepak bola Inggris dan Real Madrid. Tanggal 2008 bagi siswa Garvin High School sendiri sangat berarti dan mungkin membawa mimpi buruk bagi sebagian lainnya.

Seorang siswa melakukan penembakan di The Commons, kafetaria sekolah. Nick Levil, pemuda tersebut, menembaki orang-orang yang namanya ada dalam Daftar Kebencian yang ia dan pacarnya, Valerie Leftman, buat. Daftar tersebut berisi nama dan hal-hal yang Valerie dan Nick benci.

Valerie dipaksa untuk menghadapi rasa bersalahnya ketika ia harus kembali ke sekolah beberapa bulan setelah insiden tersebut. Ia dibayangi oleh rasa cintanya Continue reading

[Resensi Buku] The Fill-in Boyfriend : Pacar Bohongan dan Kebohongan yang Lain

“Tidak seorang pun pernah memandangku dengan intensitas seperti yang cowok ini berikan. Tidak seorang pun yang kelihatannya pernah melihat ke dalam diriku, melewati apa yang tampak jelas. Tapi dia benar-benar hanya merasa kasihan padaku. Dia tidak mengenal diriku sama sekali.”

1508505862411

Gia putus dengan Bradley, pacarnya di parkiran, tepat sebelum memasuki tempat prom berlangsung. Ia harus segera menemukan pengganti Bradley untuk dibawa ke pesta prom, sebab teman-temannya selama ini tak percaya bahwa Bradley benar-benar ada. Salah satu—atau mungkin satu-satunya?—lelaki yang sedang berada di parkiran, yang kebetulan sedang mengantar adiknya, tiba-tiba saja sudah menjadi pacar bohongan Gia—dalam hal ini berarti ‘Bradley Palsu’. Mereka hanya akan berpura-pura menjadi pasangan selama kurang lebih dua jam, selama pesta berlangsung. Continue reading