[Review Buku] The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of The Window and Disappeared : Petualangan Seru si Kakek 100 Tahun

wpid-@dhilayaumil8875.jpg.jpegAllan Karlsson tepat berumur 100 tahun saat memutuskan lompat dari jendela kamarnya di Rumah Lansia, kurang dari satu jam sebelum pesta ulang tahunnya yang keseratus—yang juga akan dihadiri oleh walikota dan wartawan. Lalu dimulailah petualangan kakek berumur seabad tersebut yang membuka cerita menuju petualangan lain Allan di masa lalu.

Kaki tuanya yang hanya beralaskan sandal kencing tiba di terminal Malmköping dan memesan bus yang akan berangkat tiga menit lagi. Di terminal ia bertemu seorang pemuda ceking berjaket denim dengan tulisan Never Again di punggungnya yang terpaksa menitipkan kopernya karena si pemuda ingin buang air di toilet sementara kopernya tak muat masuk toilet. Allan memutuskan membawa—atau tepatnya mencuri—koper tersebut karena bus yang ia tunggu sudah tiba dan akan segera berangkat.

Perjalanan Allan yang tanpa rencana membawanya bertemu dengan banyak orang dan tentunya menimbulkan banyak masalah. Rumah Lansia geger karena kakek berumur seabad yang akan merayakan ulang tahun justru hilang. Hilangnya Allan juga melibatkan komplotan mafia yang menamakan dirinya Never Again yang kopernya baru saja dicuri dari salah satu komplotannya. Wartawan, polisi, bahkan masyarakat bergerak untuk mencari si kakek.

Dalam perjalanannya untuk kabur, Allan bertemu Julius Jonsson—seorang kriminal, Benny Ljunberg—pemilik kios hotdog yang nyaris menghabiskan puluhan tahun hidupnya untuk kuliah di berbagai macam jurusan, Jelita Gunilla Bjorklund—pemilik peternakan dan seekor gajah bernama Sonya, dan beberapa tokoh unik lainnya.

Apa kira-kira isi koper tersebut sehingga geng mafia tak mau melepaskan Allan begitu saja? Allan dan teman-temannya juga terlibat dalam beberapa pembunuhan—yang kalau dipikir-pikir—tidak sengaja dilakukan. Mengapa Jaksa Ranelid dan Inspektur Kepala Aronsson begitu bernafsu menangkap Allan—dan komplotannya?

“Pria berusia 100 tahun itu tidak pernah membiarkan orang lain membuatnya jengkel meskipun dia punya alasan untuk itu.” (Halaman 7)

wpid-@dhilayaumil8942.jpg.jpeg

…dan apapun yang terjadi, pasti terjadi…

The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of The Window and Disappeared benar-benar cerita jenaka dan satir. Tokoh Allan Karlsson yang unik, absurd, polos, dan sangat santai. Alur yang maju mundur, digambarkan dengan kisah Allan sekarang—dimulai tahun 2005 saat umurnya tepat seabad—dan kilas balik kehidupannya—dimulai saat ia lahir tahun 1905. Menariknya adalah kisah masa muda Allan tidak kalah seru dengan kisah pelarian saat ulang tahunnya yang keseratus.

Keahliannya hanya dua: membuat vodka dari susu kambing dan membuat bom atom, dan dia sangat tidak tertarik dengan politik—meskipun sebagian besar hidupnya dihabiskan untuk berurusan dengan orang-orang politik. Keahliannya yang kedua berkaitan dengan kisah masa mudanya. Allan terlibat dalam beberapa peristiwa sejarah penting. Mulai dari berteman dengan Presiden Harry S. Truman, menyelamatkan Jiang Qing istri pemimpin komunis Mao Tse-tung, ditahan di Teheran, bertengkar dengan Stalin, bertemu dengan Perdana Menteri Kim Il Sung, sampai menyamar menjadi Marsekal Soviet bersama dengan sahabatnya yang ternyata adalah saudara gelap Albert Einstein.@dhilayaumil8851
Allan digambarkan sebagai pria beruntung di tengah peristiwa yang terjadi di sekelilingnya. Beberapa kali ia lolos dari peristiwa yang bisa merenggut nyawanya, sementara orang-orang yang ia temui mati secara tiba-tiba. Herbert Einstein bahkan berpikir bahwa ia punya sembilan nyawa.

“Herbet Einstein tidak mengerti banyak, tetapi dia benar-benar mengerti bahwa temannya, Allan, punya sembilan nyawa, dan bahwa kematian mereka akan berubah menjadi sesuatu yang lain lagi.” (Halaman 345)

Jonas Jonasson benar-benar jenius meramu cerita dan menghubungkan peristiwa satu dengan yang lain. Menariknya, tokoh Allan bisa benar-benar berbaur dengan kejadian tersebut. Peristiwa-peristiwa sejarah yang terjadi seperti nyata melibatkan Allan di dalamnya. Pengetahuan penulis akan peristiwa-peristiwa yang terjadi di hampir seluruh dunia pada tahun-tahun tersebut perlu diacungi jempol. Mungkin profesinya sebagai jurnalis cukup membantu dalam melakukan riset untuk tulisan ini.

Selain penuh humor, kisah Allan sebenarnya mengandung sindiran. Apa yang dilakukan para tokoh-tokoh penting dalam buku ini ditanggapi Allan dengan santai. Beberapa tokoh dan negara banyak ‘disindir’ dalam buku ini. Salah satu negara yang dijadikan latar dalam buku ini adalah Indonesia—khususnya Bali. Agak menggelitik dan penuh sindiran. Jadi seperti ini orang luar memandang Indonesia? :p

“Indonesia adalah negara di mana segalanya mungkin.” (Halaman 483)

Well, membaca buku ini selain sangat menghibur, juga memberi pengetahuan baru bagi saya sebagai pembaca. Banyak pelajaran tentang kehidupan yang diberikan si kakek berumur seabad melalui perjalanan hidupnya yang tidak biasa. Ending buku ini pun membuat pembaca–khususnya pembaca Indonesia–senyam-senyum. Nilai tambah lagi, terjemahan buku ini sangat nyaman dibaca. Hanya ada sekitar satu-dua typo yang saya temukan dan jarak huruf yang terlalu berdempetan—mungkin untuk menekan biaya produksi yang berakibat pada harga jual. Sangat asyik membaca buku ini—meskipun sempat tersendat di bagian awal karena alurnya terasa sangat lambat.

wpid-@dhilayaumil8938.jpg.jpeg

sampai sekarang masih sulit mengingat judul unik super panjang ini :p

Buku ini juga sempat didiskusikan dalam Diskusi Buku Bulanan Klub Buku Indonesia di grup whatsapp. Hampir semua yang mengikuti diskusi merekomendasikan buku ini untuk dibaca. Hampir seluruh bagian diceritakan dengan cara yang jenaka, bahkan di bagian pembunuhan yang dilakukan dengan cara yang keji tapi diceritakan dengan cara yang lucu.

wpid-mbrc2015.jpg

KBI’s Monthly Book Review Challenge 2015 ^^

Diskusi yang diikuti kurang dari 20 orang–dari total 87 member grup KBI–berjalan cukup seru. Beberapa di antaranya sepakat bahwa Allan adalah orang yang tidak suka ambil pusing dengan hal-hal yang terjadi di sekelilingnya. Bahasan tentang Indonesia, part tentang Al-Kitab, serta karakter unik si tokoh utama mengambil porsi lebih banyak dalam diskusi yang dimulai pukul 21.00 WIB tersebut. Sebagian member juga berpendapat bahwa bagian awal buku ini cukup lambat–nyaris membosankan. Untungnya, itu tidak bertahan lama. Sebab, saat mulai mendapati hal-hal seru yang terjadi di sepanjang cerita, kalian pasti sulit untuk berhenti membaca.

Film-nya se-seru novelnya enggak, ya? (sumber: omgugel)

Film-nya se-seru novelnya enggak, ya? (sumber: Googlel)

Oh, iya, buku ini sudah diadaptasi ke lebih 30 bahasa dan telah diadaptasi ke layar lebar pada tahun 2013 lalu. ^^

*
Judul Buku : The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of The Window and Disappeared
Penulis : Jonas Jonasson
Penerjemah : Marcalais Fransisca
Penyunting : Ade Kumalasari
Penerbit : Bentang Pustaka
Tahun Terbit : 2014
Jumlah Hlm. : viii + 508 halaman
ISBN : 978-602-291-018-3

**

Nah, buat kamu yang mau ikut keseruan Diskusi Buku Bulanan KBI, silakan bergabung di grup. Kamu juga berkesempatan mengikuti #MBRCKBI2015 lho. ^^

salam,

dhilayaumil

Advertisements