[Resensi Buku] Sherlock Holmes : Kasus Identitas

Apakah saat ini kau sedang menangani sebuah kasus?”

Pertanyaan Watson yang penuh minat di bagian awal cerita membawa mereka pada seorang perempuan yang berdiri di trotoar seberang Baker Street. Perempuan yang mengintip ke arah jendela dengan gelisah dan ragu-ragu.

“Aku pernah melihat gejala ini sebelumnya. Keragu-raguannya itu tanda adanya masalah yang amat berat. Dia perlu minta nasihatku, tapi dia ragu-ragu karena masalahnya sebetulnya sangat rahasia….”

Miss Mary Sutherland sedang kabur dari rumah saat menemui Sherlock Holmes di kediamannya hari itu. Ia ingin agar Holmes mencari seseorang bernama Mr. Hosmer Angel yang merupakan tunangannya. Mr. Hosmer Angel menghilang secara misterius pada hari pernikahan mereka.

Selain menghilangnya calon suami, Miss Mary Sutherland juga mengeluhkan sikap ayah tirinya, Mr. Windibank. Umur ayah tirinya hanya terpaut sekitar lima tahun dari dirinya. Mr. Windibank melarang Miss Mary menghadiri pesta atau pertemuan-pertemuan yang memungkinkan Miss Mary untuk berinteraksi dengan banyak orang. Akibatnya Miss Mary tak punya banyak kenalan bahkan tak pernah memiliki seorang kekasih. Pada hari ia bertemu dengan Mr. Hosmer Angel adalah saat ia membangkang dari larangan ayah tirinya dan mendatangi sebuah pesta. Di sanalah ia bertemu dengan calon suaminya yang saat ini menghilang.

Selain petunjuk ciri-ciri fisik, Miss Mary juga memberitahukan tentang kebiasaan mereka bertemu saat ayah tirinya berangkat untuk sebuah pekerjaan ke Perancis. Juga cara komunikasi mereka lewat surat. Mr. Hosmer Angel menulis suratnya dengan cata diketik melalu mesin tik dan alamat tujuannya selalu dialamatkan ke kantor pos. Anehnya lagi, Miss Mary tak tahu alamat lengkap rumah dan kantor tunangannya. Kalau zaman sekarang pasti dibilang aneh. Semacam pacaran lewat dunia maya yang belum pernah ketemuan gitu. Hihihi. Untung Miss Mary sama Mr. Hosmer Angel sudah pernah ketemu sebelum menikah.

Nah, berhasilkah Sherlock Holmes menemukan Mr. Hosmer Angel yang menghilang tiba-tiba? Pesan apa yang diberikan Mr. Hosmer Angel kepada calon istrinya sesaat sebelum ia menghilang tiba-tiba? Dan kenyataan seperti apa yang sedang menanti Miss Mary yang sedang menanti dengan setia sambil harap-harap cemas kembalinya sang kekasih ke pelukannya?

Bahaya sekali merenggut anak singa dari induknya, sama bahayanya dengan merenggut angan-angan indah dari seorang gadis.” -Pepatah Persia Kuno-

**

Kawanku, hidup ini jauh lebih aneh daripada apapun yang dapat kita khayalkan. Dibandingkan dengan hal-hal sepele yang terjadi sehari-hari, hasil imajinasi kita sebetulnya tak ada artinya.”

Itulah kalimat pembuka dari Holmes. Kalimat selanjutnya lebih menyentil. Baca sendiri, ya, kisah lengkapnya. :p

Kasus kali ini berhubungan dengan romansa sepasang kekasih. Seorang perempuan yang lemah lembut dan berjanji untuk selalu setia pada pasangannya tiba-tiba harus mendapati kenyataan bahwa kekasihnya justru hilang tepat pada hari pernikahannya.

Sayangnya, Holmes yang jeli menemukan beberapa kejanggalan dalam kisah Miss Mary, termasuk hubungannya dengan ayah tirinya. Kasus yang seru dan menarik pokoknya!

Kejelian Sherlock Holmes dan kepandaiannya membuat deduksi tak lepas dari tangan dingin Sir Arthur Conan Doyle sebagai pencipta tokoh fenomenal ini. β™₯

Selain pengetahuan-pengetahuan baru, dalam beberapa kisah Conan Doyle juga menyelipkan kritik-kritik terhadap pemerintah, aparat, ataupun kritik sosial dan politik–tentunya lewat gaya khas detektif kita. Dalam cerita yang tidak terlalu panjang, pembaca disuguhkan banyaaaakkk hal yang bermanfaat. Jadi, tidak sekadar membaca lalu tak menemukan apa-apa.

“Kalau mau realistis, ya perlu seleksi dan kebijaksanaan. Ini yang sebenarnya harus ada dalam laporan polisi. Selama ini, hanya omong kosong hakim saja yang lebih ditekankan. Padahal, bagi orang yang jeli, detail-detailnyalah yang penting. Di situlah letak keunikan dari kasus yang nampaknya biasa-biasa saja itu.”

———————————–
Judul: Sherlock Holmes – Kasus Identitas | Penulis: Sir Arthur Conan Doyle

Rating:

image

Advertisements

[Resensi Buku] Sherlock Holmes : Tuan Tanah di Reigate

Yang paling penting bagi seorang detektif adalah kemampuan untuk mengetahui fakta mana yang cuma kebetulan saja, dan mana yang amat berguna. Kalau tak mampu berbuat demikian, energi dan perhatian akan menjadi kacau dan bukannya terkonsentrasi.” -Sherlock Holmes

Kasus yang ditangani Sherlock Holmes bersama Dokter Watson kali ini terjadi saat musim semi 1887. Saat itu kondisi Holmes sedang tidak baik dikarenakan kelelahan akibat kerja keras.

Demi memulihkan kondisi sang kawan, Watson mengajak Holmes mengunjungi rumah seorang kawannya di Reigate, Surrey. Semata-mata ingin memberikan suasana baru yang lebih nyaman di pedesaan.

Dasar detektif, hidupnya tak jauh-jauh dari kasus. Di Reigate, Holmes nyatanya dihadapkan pada sebuah kasus pencurian yang kemudian berlanjut menjadi kasus pembunuhan yang melibatkan keluarga tuan tanah di sana.

Hm! Kelihatannya sangat sederhana, ya? Tapi kalau dilihat secara lebih cermat, menimbulkan rasa penasaran. Sekelompok pencuri yang beroperasi di sebuah kota kecil biasanya mengincar tempat-tempat bervariasi, dan tak pernah memasuki dua tempat di daerah yang sama hanya dalam tenggang waktu beberapa hari. Ketika tadi malam Anda mengatakan soal adanya bahaya yang mengancam, saya sempat berpikir bahwa tempat ini sebenarnya tak terlalu cocok untuk operasi pencurian. Wah, ternyata saya salah.”

Atas kelihaiannya memecahkan kasus-kasus sebelumnya–mulai dari yang paling sederhana sampai yang berskala besar–polisi di Reigate kemudian meminta bantuan Holmes untuk menemukan pencuri–sekaligus pembunuh dalam kasus ini.

Berhasilkah Holmes memecahkan kasus tuan tanah di Reigate?

Kasus yang awalnya sederhana tapi hampir membuat Holmes celaka!

*

Well, membaca karya-karya Sherlock Holmes-nya Sir Arthur Conan Doyle tak pernah membosankan. Selalu ada hal yang baru yang disajikan penulis brilian satu ini. Meski pembaca sudah tau karakter tokoh utama kita–Sherlock Holmes–dan sahabatnya–Dokter Watson, tapi membaca kisah-kisahnya tetaplah membawa kesenangan sendiri.

Pembaca tak hanya diajak untuk menelaah kasus, membuat hipotesa, atau menebak siapa pelaku sebenarnya, tapi juga diberi pengetahuan-pengetahuan baru. Pun pembaca diajak melihat kejelian Holmes dalam melihat detail-detail yang kecil dan seringkali dianggap tidak penting.

Dalam kasus Tuan Tanah di Reigate, misalnya, lagi-lagi Holmes memperlihatkan kemampuannya dalam deduksi. Kali ini Holmes menganalisis jenis kelamin dan umur berdasarkan tulisan tangan pelaku.

“Kalian mungkin tak menyadari bahwa kita sebenarnya bisa menduga usia seseorang dari tulisannya. Dan ini sudah dibuktikan kebenarannya oleh para ahli. Biasanya, cara demikian cukup meyakinkan. Saya katakan biasanya karena bisa saja orang yang kita sangka tua berdasarkan tulisannya, sebenarnya belum tua sama sekali, tapi tulisannya mengesankan demikian mungkin karena kesehatannya yang buruk atau tubuhnya yang lemah.”

Jadi, tak rugi mengikuti kisah-kisah detektif bergaya bohemian ini. ^^
———————————–
Judul: Sherlock Holmes – Tuan Tanah di Reigate | Penulis: Sir Arthur Conan Doyle

Rating:

image