[Resensi Buku] Rainbirds: Kota Imajiner dan Misteri di Dalamnya

“Kesedihan itu sendiri tak akan menyakiti siapa pun. Hal- hal yang kaulakukan ketika sedang sedihlah yang bisa menyakitimu dan orang-orang di sekitarmu.” (Halaman 127)

2018-04-16-02-07-50-1[1]

Pada tahun 1994, di Tokyo, Ren Ishida mendapat kabar bahwa kakak perempuannya, Keiko Ishida, meninggal dunia akibat dibunuh secara sadis. Lelaki berumur 24 tahun itu lalu memutuskan untuk menuju Kota Akakawa untuk mengurus pemakaman kakaknya juga menelusuri kasus pembunuhan keji itu.

Di kota kecil bernama Akakawa itulah Ren mulai menyisir jejak-jejak kakaknya selama beberapa tahun tinggal di sana. Ia tinggal di kamar sewa Keiko, bekerja di bimbingan belajar yang sebelumnya menjadi tempat kerja kakaknya, juga bertemu dengan orang-orang yang mengenal Keiko. Bagi Ren, terlalu banyak misteri yang meliputi kematian juga kehidupan kakaknya di Akakawa. Ia tinggal di kamar kakaknya, di rumah seorang politikus yang sangat pendiam, bertemu seorang siswa bimbingan belajar di tempat kakaknya yang senang mengutil, bertemu rekan kerja kakaknya yang sangat perhatian padanya, bertemu seorang pemilik hotel yang punya kisah hidup pilu, dan ia sering bermimpi didatangi seorang anak-anak berkuncir dua.

Apa sebenarnya yang terjadi pada Keiko dan orang-orang di Akakawa? Hidup seperti apa yang telah dijalani kakaknya setelah meninggalkan rumah dan pindah ke kota kecil yang penuh misteri tersebut? Continue reading

Advertisements

[Resensi Buku] I Believe in a Thing Called Love: Desi Lee, Mamagal, dan Kiat Mendapatkan Pacar ala Drama Korea

Aku percaya, dan masih percaya, bahwa kau bisa membangun mimpi dengan satu bata demi satu bata. Bahwa kau bisa meraih apa saja dengan kegigihan.

Bahkan jatuh cinta.

1523204383169

Apakah kalian penggemar K-Drama? Apa yang kalian suka dari drama dari negara pencetak boyband dan girlband tersebut? Atau, apakah kalian punya orang tua yang juga suka menonton K-Drama? Pernahkah kalian meniru cara-cara romantis yang sering muncul dalam K-Drama untuk mendapatkan gebetan?

Desi Lee, seorang gadis berdarah Amerika-Korea, dijuluki ensiklopedia berjalan dan punya kehidupan yang teratur. Ia bahkan bisa memprediksi kehidupannya lima sampai sepuluh tahun mendatang. Setelah ibunya meninggal, gadis yang lahir, besar, dan tinggal di Amerika ini hanya tinggal berdua bersama Appa-nya yang … iya, penggemar drama Korea—bahkan addict.

Desi berbakat dalam berbagai bidang–ia menjadi ketua OSIS dan bintang sepak bola sekolah–kecuali … betul, dalam hal percintaan. Desi ini belum pernah pacaran. Setiap PDKT dengan cowok, selalu berakhir dengan kegagalan—berbanding terbalik dengan prestasi-prestasinya.

Akhirnya, setelah episode-episode kegagalan tersebut, Desi memutuskan untuk membuat ‘Tahapan Mendapatkan Pacar’ dari K-Drama yang sering ditonton ayahnya. Ia menonton drama-drama tersebut, lalu menyusun langkah-langkahnya secara sistematis—masih dengan khas Desi. Targetnya adalah Luca Dracos, si seniman pembangkang—sekaligus cowok yang menarik.

Continue reading

[Resensi Buku] Seventeen Once Again : Tentang Ingatan yang Ingin Kaulupakan

“Ketika para penggila traveling selalu mengatakan bahwa hidup adalah serangkaian perjalanan, bagiku hidup justru sekelumit pelarian.” (Halaman 9)

1513220360683[1]

Blurb

Raka akhirnya membalas perasaan Briana. Ya, Raka, ketua OSIS yang digandrungi banyak siswi di sekolah. Raka yang juga pacar Tara, sahabat baiknya. Eh, bukankah itu artinya Briana merebut pacar sahabatnya sendiri? Ah, entahlah! Saat study tour, Raka berjanji akan membuat hubungan mereka jelas.

Sayangnya, saat semua akan terjawab, Briana mengalami kecelakaan di India. Sejak kecelakaan itu Briana sulit mengingat hal-hal yang terjadi. Lebih menyebalkan lagi, Mama malah memindahkannya ke Bandung—jauh dari Raka, Tara, dan teman-teman dekatnya.

Selain itu, di sekolah barunya Briana dihadapkan pada drama yang menyebalkan. Ben—ketua klub penyiaran—ngotot merekrut Briana jadi anggota! Di sisi lain, Alisha—cewek sok berkuasa—memintanya untuk menjauhi Ben!

Seolah semuanya belum cukup, Briana mulai merasakan keganjilan pada hidupnya. Kenapa keberadaan Raka misterius? Kenapa teman-teman Briana tidak menghubungi lagi? Dan… benarkah Briana berusia tujuh belas tahun?

*

Novel bergenre young adult terbitan Gramedia Pustaka Utama ini berkisah tentang Briana, seorang gadis yang mengalami kecelakaan saat berada di India. Saat terbangun dia lupa alasan ia berada di India. Ingatan terakhirnya adalah saat ia sedang bersiap mengikuti study tour yang diadakan sekolahnya. Nah lho. Setelah perawatan selama beberapa waktu, mama dan abangnya membawa Briana kembali ke Indonesia. Continue reading

[Resensi Buku] Magnetto : Kisah dari Balik ‘Dapur’ Magne

Magne, tetaplah menjadi baik, sekalipun seluruh dunia menyakitimu. Dan teruslah menjadi kuat, nggak peduli seberapa keras pun orang lain berusaha menghancurkanmu.” (Halaman 95)

1507383936854[1]

Magnesia Hanggara. Seorang siswa kelas 3 SMK Jurusan Tata Boga, yang keadaan keluarganya sedang tidak baik-baik saja. Masalah pelik di rumah ia bawa dan lampiaskan di sekolah bersama sahabat-sahabatnya; Netto, Airin, dan Gama. Kenakalan yang menurutnya menyenangkan. Setidaknya itu bisa membuatnya melupakan sejenak masalah kedua orang tuanya.

Netto Adi Putra. Sahabat sekaligus pacar Magne. Lelaki yang selalu menjadi benteng pertahanan Magne. Ia hidup bersama ibu dan adik perempuannya. Netto adalah sosok humoris, tetapi juga dewasa. Magne bahkan mungkin sudah sangat bergantung pada Netto.

Hubungan mereka selama dua tahun baik-baik saja. Meski banyak perbedaan di antara mereka, Magne merasa baik-baik saja. Meski masalah keluarganya kadang sudah terlalu berat, selama ada Netto, Magne masih bisa tersenyum.

Masalahnya adalah, akankah hubungan mereka bertahan? Saat Magne melakukan kesalahan yang membuat Netto merasa marah, akankah Netto memaafkannya? Lalu bisakah Magne menghadapi masalah dengan kedua orang tuanya sendirian? Continue reading

[Resensi Buku] BOY TOY : Tentang Dia yang Awalnya Tidak Kauinginkan

Aku tahu Mama pernah bilang kalau jodoh nggak akan ke mana. Masalahnya, aku nggak mau punya jodoh, Ma. Nggak lagi. Aku nggak mau merasakan jatuh cinta dan sakit hati lagi. Tapi masalahnya … aku kangen sama dia, Ma. Kangen banget.” (Halaman 195)

IMG_20170621_232747_322

Pertemuan Lea dan Taran, salah satu personel boyband yang sedang naik daun bernama Pentagon, bisa dibilang cukup memalukan. Lea sendiri tidak pernah membayangkan untuk bertemu, berbincang, apalagi sampai suka dengan pria yang lebih muda delapan tahun darinya–ditambah lagi seorang anggota boyband.

Lea, seorang dosen bergelar Ph.D berumur 30-an tahun merasakan menjadi ABG lagi ketika mulai tertarik pada Taran, seorang personel boyband yang lebih muda delapan tahun darinya.

Lea adalah tipe perempuan yang anti-brondong dan tidak tertarik dengan boyband–termasuk Pentagon, boyband yang sedang naik daun. Taran sendiri tidak bisa menghapus bayang-bayang Lea sejak pertemuan pertama mereka di Bali. Sejak itu Taran tahu dia menginginkan Lea lebih dari apa pun.

Akankah hubungan mereka berlanjut? Mampukah Lea membuka kembali hatinya yang sempat terluka dan membuatnya tidak percaya hubungan serius, apalagi dengan lelaki yang delapan tahun lebih muda darinya? Continue reading

[Resensi Buku] Paper Towns : Kota Kertas dengan Segala Misteri di Dalamnya

Kota ini terbuat dari kertas, tapi kenangan-kenangannya tidak. Semua yang telah kulakukan di sini, seluruh rasa cinta, iba, belas kasihan, kekerasan, dan dendam, terus membuncah dalam diriku. Dinding-dinding batu genting yang dikapur putih. Dinding-dinding putihku. Dinding-dinding putih Margo. Kami telah terpenjara di dalamnya begitu lama, terperangkap dalam perutnya seperti Yunus.”

wp-1488570157647.jpg

Quentin Jacobson berteman dengan tetangganya, si cantik Margo Roth Spiegelman, setidaknya sampai mereka menginjak umur sebelas tahun. Setelah itu mereka seperti orang asing. Mereka tumbuh menjadi remaja yang berbeda. Di sekolah, Margo adalah gadis yang populer, memiliki pacar yang ganteng dan atletis. Sedangkan Q tergabung bersama para nerd. Ia memiliki dua sahabat karib bernama Ben dan Radar.

Lalu, sebuah malam mengubah semuanya. Margo tiba-tiba muncul di depan jendela Q seolah-olah selama ini mereka adalah teman sangat akrab. Margo mengajak Q menjalani satu malam mendebarkan dan mengasyikkan. Margo menyebut malam tersebut sebagai malam ‘Mendatangkan hujan badai untuk musuh-musuh kita’.

Q mengira itulah awal mula ia akan kembali akrab dengan tetangga–sekaligus cinta monyet–nya. Sayangnya, Margo selalu penuh kejutan. Besoknya, ia menghilang. Tak ada yang tahu di mana gadis itu berada, termasuk orang tuanya. Mereka bahkan bilang kalau ini sudah kali keempat Margo menghilang dan berharap gadis itu tak usah pulang saja saking jengkelnya.

Melalui petunjuk-petunjuk yang–entah sengaja atau tidak ditujukan kepada Q–ditinggalkan Margo, Q menelusuri jejak-jejak gadis itu. Ia bersama kedua sahabatnya mengalami petualangan yang mungkin tidak pernah ia bayangkan akan dilalui pada tahun terakhir mereka di SMA. Continue reading