[Catatan Buku] Tentang Lumba-Lumba Warna-Warni dan Kebahagiaan Masa Kecil

Karir membaca saya dimulai sejak umur 4-5 tahun atau saat saya duduk di bangku TK (Taman Kanak-kanak). Saya bersyukur pada umur sekecil itu sudah pandai membaca walau masih terbata-bata. Meskipun perkembangan ‘kualitas’ buku bacaan saya terbilang masih minim, tapi sejak kecil saya terbiasa membaca apapun yang bisa saya baca. Menyenangkan rasanya bisa membaca sederet huruf yang bergabung menjadi kata dan tersusun menjadi kalimat-kalimat indah. Sejak TK sampai umur 22 tahun sekarang, tiap ditanya apa hobi saya, membaca tak pernah absen saya sebutkan. Kalau kata sebuah tagline yang pernah saya baca: reading is my blood. ^^

Saya bersyukur memiliki keluarga yang mendukung hobi membaca saya, terlebih kedua orang tua. Sejak kecil saya dan kakak saya terbiasa disajikan berbagai bacaan. Buku Kisah Nabi dan Rasul, dongeng anak-anak, sampai Koran dan tabloid. Bahkan saat SD saya sudah disuguhi novel tebal seperti Harry Potter dan beberapa novel terjemahan.

Ada beberapa buku yang sangat saya suka saat masih kecil—bahkan sampai sekarang. Tapi ada satu buku yang tiap saya ingat, rasa cinta saya pada kedua orang tua saya—yang mengenalkan membaca sejak kecil—semakin bertambah. Itu adalah empat buah buku bergambar dengan gambar lumba-lumba berwarna-warni di tiap sampulnya.

image

Seri Lumba-Lumba Kecil ♥ (pict from google)

Seri Lumba-Lumba Kecil dengan empat buku yang masing-masing berjudul: Lumba-Lumba Bermimpi, Lumba-Lumba Terjaring, Lumba-Lumba Menari, dan Lumba-Lumba Berwisata.

Saya ingat waktu TK, dulu sering ada penjual buku keliling, mirip sales yang keliling dari satu rumah ke rumah lainnya untuk menawarkan barang dagangannya. Waktu itu saya sedang bermain di teras rumah tepat saat penjual buku masuk dan menenteng tas dan satu bookset buku tersebut. Saya lalu meminta Ibu untuk membelikan buku itu. Ibu membeli dua buah bookset. Satu untuk saya dan satunya untuk kakak saya yang lelaki, selisih satu tahun dengan saya.

Saya mungkin lupa bagaimana ekspresi saya hari itu, tapi saya tak pernah lupa bagaimana kebahagiaan kecil itu bertahan sampai sekarang. :’)

Jadi, buku-buku itu bercerita tentang empat ekor lumba-lumba lucu dan para sahabat mereka. Mereka adalah Lulu Kelabu, Bambabiru, Ungu Terung, dan Jauganggang. nama mereka berdasarkan warna tubuh mereka. Sahabat-sahabat mereka juga memiliki nama yang unik: Sisiripi, Gaga Gurita, dan Kakek Kura-Kura.

image

Lumba-Lumba Terjaring (pict from google)

Buku yang penuh warna dan ilustrasi indah membuat saya tidak bosan membacanya berulang kali. Bayangkan lumba-lumba dengan warna abu-abu, biru, ungu, dan hijau melompat, berenang, bahkan menari di depanmu. Menyenangkan bukan? Buku ini membuat imajinasi anak-anak saya begitu hidup. Mungkin karena itulah buku ini begitu melekat bahkan sampai sekarang. Padahal saya terakhir memegang buku itu waktu SMA, sekitar enam tahun lalu.

Seri buku itu juga merupakan salah satu koleksi buku pertama saya yang bertahan sampai belasan tahun selanjutnya. Gara-gara buku itu juga waktu kecil saya punya impian untuk melihat bentuk lumba-lumba secara langsung dan mau sekali menyentuh mereka.

Buku ini telah turun-temurun dibaca oleh ketiga adik saya. Sayangnya, adik saya—entah yang SD atau yang masih TK sekarang—menaruh buku itu di suatu tempat sehingga buku itu kini raib. Saya cukup sedih ketika tidak menemukan buku itu di rak manapun di rumah. Buku itu cukup bersejarah dan mempunyai kenangan untuk saya.

Nah, kalau kamu, apa buku yang begitu berkesan buatmu dan kenapa itu begitu berkesan?

Advertisements