[Resensi Buku] BOY TOY : Tentang Dia yang Awalnya Tidak Kauinginkan

Aku tahu Mama pernah bilang kalau jodoh nggak akan ke mana. Masalahnya, aku nggak mau punya jodoh, Ma. Nggak lagi. Aku nggak mau merasakan jatuh cinta dan sakit hati lagi. Tapi masalahnya … aku kangen sama dia, Ma. Kangen banget.” (Halaman 195)

IMG_20170621_232747_322

Pertemuan Lea dan Taran, salah satu personel boyband yang sedang naik daun bernama Pentagon, bisa dibilang cukup memalukan. Lea sendiri tidak pernah membayangkan untuk bertemu, berbincang, apalagi sampai suka dengan pria yang lebih muda delapan tahun darinya–ditambah lagi seorang anggota boyband.

Lea, seorang dosen bergelar Ph.D berumur 30-an tahun merasakan menjadi ABG lagi ketika mulai tertarik pada Taran, seorang personel boyband yang lebih muda delapan tahun darinya.

Lea adalah tipe perempuan yang anti-brondong dan tidak tertarik dengan boyband–termasuk Pentagon, boyband yang sedang naik daun. Taran sendiri tidak bisa menghapus bayang-bayang Lea sejak pertemuan pertama mereka di Bali. Sejak itu Taran tahu dia menginginkan Lea lebih dari apa pun.

Akankah hubungan mereka berlanjut? Mampukah Lea membuka kembali hatinya yang sempat terluka dan membuatnya tidak percaya hubungan serius, apalagi dengan lelaki yang delapan tahun lebih muda darinya? Continue reading

Advertisements

[Review Buku] Truth or Dare : Tentang Persahabatan dan yang Pergi Diam-diam

image

Saat mencintai seseorang, apapun kesalahannya, kamu tidak akan bisa begitu saja berhenti mencintainya

Proyek GagasDuet yang diusung penerbit GagasMedia melibatkan dua penulis Gagas yang sudah cukup berpengalaman. Truth or Dare adalah novel gagasduet pertama yang saya baca. Sedangkan ini karya ketiga Winna Efendi yang saya baca–setelah Ai dan Remember When. Karya Yoana Dianika sebelumnya saya sudah membaca Hujan Punya Cerita tentang Kita.

“Friendship is unnecessary, like philosophy, like art. It has no survival value, rather it is one of those things that give value to survival.” -C. S. Lewis-

Truth or Dare terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama ditulis oleh Winna Efendi dan bagian kedua ditulis oleh Yoana Dianika. Masing-masing menulis dari sudut pandang orang pertama. Winna menulis melalui tokoh Alice dan Yoana menulis melalui tokoh Catherine atau Cat.

Novel bersampul biru ini bercerita tentang persahabatan Alice dan Cat di sebuah kota kecil bernama Belfast.

Aku lahir dan besar di Belfast, sebuah kota di Waldo County di Maine, bagian Amerika Serikat yang dekat dengan laut. Kota ini termasuk kota kecil sehingga aku dan anak-anak sebayaku kebanyakan tumbuh besar bersama, dan berakhir di sekolah yang sama. -Alice-

Alice yang pendiam dan Cat yang tomboy. Alice yang disleksia dan Cat yang populer. Persahabatan mereka baik-baik saja, bahkan ketika kedatangan ‘tamu’ bernama Julian, seorang siswa pertukaran pelajar dari Indonesia. Julian yang ramah dan menyenangkan langsung bisa membaur di antara kedua sahabat itu dan menjadi bagian di dalam persahabatan itu.

Cat. Truth or dare?”

“Dare.”

Temui Julian, dan beritahui dia tentang perasaanmu yang sesungguhnya.

Begitulah akhirnya Cat dan Julian berpacaran. Meski diam-diam Alice juga menyimpan perasaan pada Julian, tapi rasa sayangnya pada Cat lebih besar dari apapun. Maka, ia baik-baik saja ketika kedua sahabatnya jadian.

Tak ada yang berubah di antara mereka bertiga. Masih sering makan di kafetaria bersama, jalan bersama, ke pantai bersama, dan melakukan hal menyenangkan lainnya.

Sampai suatu ketika, satu kejadian mengubah hubungan yang begitu dekat itu tiba-tiba rapuh dan merenggang.

We’ll be friends, won’t we, Pooh?” asked Piglet.
“Even longer,” Pooh answered.
-A. A. Milne-

Menyenangkan membaca penuturan Alice yang ditulis Winna Efendi. Awalnya saya berkomentar, “Seperti membaca terjemahan metropop luar”. Cara Winna bercerita dari sudut pandang Alice, deskripsi kota Belfast yang nyata–salah satu kelebihan Winna ada pada deskripsi tempat yang seolah-olah pembaca diajak ke sana.
Pun dengan Yoana. Seenggaknya saya lebih suka karya Yoana yang ini daripada novel sebelumnya yang saya baca. :p

Time is wisest because it discovers everything” -Tales-

Meskipun mengangkat tema yang klise, yakni persahabatan dan konflik yang benar-benar tertebak, tapi ending yang lumayan beda diberikan novel ini. Oh, dan juga novel ini banyak diselipi quote-quote dari tokoh terkenal seperti yang sempat saya kutip di atas.

Hanya saja ada beberapa poin yang cukup membuat ‘kecewa’. Hihihihi.

Meski cerita ini lebih fokus ke kisah persahabatan Cat dan Alice dan bukan kisah romance, tapi porsi Julian dalam cerita kurang. Padahal Julian berpotensi menjadi titik tengah antara dua tokoh ini. Hihihi. Selain itu pengulangan cerita dari sudut Cat cukup membosankan. Awalnya saya kira Cat akan membawa cerita baru, tapi ternyata sama saja dengan cerita dari sudut Alice. Hanya berbeda sudut pandang saja. Jujur, saya melompat-lompat membaca part Cat. Huhuhuhu 😦

Secara keseluruhan, novel ini cukup menarik dari segi gaya bercerita. Lagipula gaya duet yang lumayan cukup baru diusung oleh gagasmedia cukup membawa ‘pencerahan’ di dunia teenlit dan metropop Indonesia. Hakhakhak.
Nah, kalau penasaran, silakan baca.
———————————-
Judu buku: Truth or Dare | Penulis: Winna Efendi & Yoana Dianika | Editor: eNHa | Proofreader: Resita Wahyu Febiratri | Jumlah halaman: viii + 304 halaman | Tahun terbit : 2012 | ISBN: 979-780-566-2

-dhilayaumil-