[Resensi Buku] Aku, Meps, dan Beps : Menjadi Keluarga Bahagia, Bukan Sempurna

Kelihatannya aku sudah ketularan penyakit Meps: pelupa. Senin yang lalu, waktu sudah sampai di depan sekolah aku baru ingat kalau lupa bawa tas.” (Halaman 80)

1489426297166

Bagaimana rasanya punya orang tua yang unik? Ibu berambut pendek dan ayah berambut panjang. Ibu yang sipit berkulit putih dan ayah hitam bermata besar. Ibu yang bekerja di kantor dan ayah yang bekerja di rumah. Atau bagaimana rasanya mempunyai piaraan ayam, nyamuk, dan semut? Mari bertanya pada Soca.

Aku panggil emakku Meps dan bapakku Beps. Kenapa? Hihihi, aku enggak tahu. Tahu-tahu aku sudah panggil mereka begitu.” (Halaman 1)

Aku, Meps, dan Beps adalah ‘buku harian’ yang ditulis Soca Sobhita dalam rentang waktu sejak masuk sekolah sampai hampir lulus Sekolah Dasar dibantu Meps-nya, Reda Gaudiamo. Catatan yang sudah sejak lama ‘ditinggalkan’ coba dihidupkan kembali oleh Reda dan Soca bertahun-tahun kemudian. Jika Na Willa semacam catatan perjalanan milik Meps–Reda Gaudiamo–saat TK, maka Aku, Meps, dan Beps adalah catatan yang ditulis oleh Soca kecil dengan gayanya yang polos, usil, dan jujur. Continue reading