[Resensi Buku] Sherlock Holmes : Lilitan Bintik-bintik

Kasus-kasus yang dihadapi Sherlock Holmes, sepanjang yang bisa diingat dan dicatat oleh Dr. Watson, tak ada yang biasa-biasa saja. Kasus-kasus tersebut ada yang tragis, unik, aneh, bahkan menggelikan. Holmes mencintai seni menyelidiki kriminalitas, daripada sekadar mengumpulkan kekayaan dari kemampuannya itu. Maka dari itu dia hanya mau menangani kasus-kasus fantastis dan menolak menangani kasus yang biasa-biasa saja.

Kasus yang ditangani Holmes ini terjadi pada awal-awal perkenalannya dengan Watson, yang saat ini menjadi sahabatnya. Waktu itu mereka masih sama-sama bujangan dan tinggal bersama di sebuah kamar sewaan di Baker Street.

Kali ini kasus berhubungan dengan keluarga Roylott dari Stoke Moran. Seorang perempuan muda bernama Helen Stoner yang merupakan anak tiri dari keturunan terakhir dari keluarga Roylott, Dr. Grimesby Roylott. Perangai ayah tirinya sangatlah kasar, brutal, dan ia tak memiliki kawan kecuali orang-orang gipsi yang sering berkemah di halaman rumahnya yang luas. Ayah tirinya pun memiliki piaraan yang aneh, yaitu babun dan macan tutul.

Miss Stoner meminta Holmes untuk menyelidiki kasus kematian Julia, saudara kembarnya, yang meninggal sekitar dua tahun lalu. Terdapat hal-hal yang baru dirasa aneh olehnya terhadap kematian kembarannya dan ia pun sedang mengalami beberapa di antaranya.

Beberapa petunjuk tentang kasus ini adalah suara siulan dan logam yang jatuh, lubang ventilasi, lilitan bintik-bintik, dan orang-orang gipsi yang ‘betah tinggal’ di halaman rumahnya.

Apakah Holmes dibantu Watson dapat memecahkan masalah yang cukup rumit ini?

**

Kemampuan deduksi Holmes memang tak perlu diragukan. Lagi-lagi dalam cerita ini Holmes menunjukkan kemampuannya menarik kesimpulan. Bahkan sahabatnya, Dr. Watson, sangat mengagumi kemampuan Holmes yang satu ini.

Tak ada yang lebih menggembirakan hatiku kecuali mengikuti penyelidikan-penyelidikan profesional yang dilakukan oleh Holmes, dan mengagumi kesimpulan-kesimpulannya yang bisa dengan begitu cepat didapatkannya seolah-olah langsung keluar dari intuisinya. Tapi toh, semua didukung oleh intuisinya yang logis.

Selain itu, karakter Holmes yang senang merangsang pikiran-pikiran Watson dengan pertanyaan-pertanyaan seputar detil secara tidak langsung ikut menguji para pembacanya. Jadi, Holmes tak langsung memberi tahu jawaban dari deduksinya yang luar biasa cerdas itu, tetapi membuat Watson yang menganalisis sendiri dibantu dengan pertanyaan-pertanyaan seputar itu pada Watson–dan juga pada pembaca. Salut deh sama Sir Arthur Conan Doyle. ♥

Satu hal lagi yang saya suka dari karakter detektif bohemian ini adalah sikapnya yang amat santai dan cenderung cuek. Bahkan dalam keadaan terdesak atau tertekan pun sifat santainya tidak berubah. Sifatnya itu juga yang kadang membuat Dr. Watson suka ‘gemas’ sendiri. Hahaha.

Pokoknya tak rugi mengikuti petualangan-petualang detektif ‘jomblo’ kita ini. Banyak hal baru di setiap kisah dan kasus yang ia tangani. ^^
———————————–
Judul: Sherlock Holmes – Lilitan Bintik-bintik | Penulis: Sir Arthur Conan Doyle

Rating:
image

[Resensi Buku] Sherlock Holmes : Menghilangnya Lady Frances Carfax

Kalau kau punya dua pemikiran secara bersamaan, Watson, kau akan memperoleh titik temu mendekati kebenaran.” –Sherlock Holmes

Kisah kali ini dibuka oleh analisis sederhana Holmes terhadap dr. Watson yang terserang rematik. Ia menganalisa ‘Mandi ala Turki’ yang dilakukan dr. Watson dari ikatan sepatunya.

Perbincangan itu lalu membawa mereka pada kasus hilangnya Lady Frances Carfax, satu-satunya keturunan langsung almarhum Earl of Rufton. Kali ini Watson diminta untuk menyelidiki kasus ini sementara Holmes menyelesaikan kasus lain di London. Maka, dua hari kemudian Watson sudah berada di Hotel National di Lausanne untuk melacak jejak Lady Frances.

Lady Frances Carfax senang mengoleksi perhiasan perak dan berlian warisan dari almarhum Earl of Rufton. Usianya menjelang setengah baya dan ia senang bepergian dengan membawa perhiasannya. Sudah hampir lima minggu perempuan pemurung dan cantik ini tak ada kabar. Maka, salah seorang teman baik Lady Frances menemui Holmes untuk meminta bantuannya.

“Salah satu jenis manusia yang paling berbahaya di dunia ini adalah wanita yang menganggur dan tak punya teman. Dia bisa jadi makhluk yang sangat berguna di satu pihak, tapi di pihak lain dia sering menjadi pemicu terjadinya tindak kriminal.”

Perjalanan Watson kemudian membawanya bertemu dengan seorang lelaki Inggris, tinggi besar, berjanggut, dan berperawakan menakutkan. Lewat penyelidikannya pula Watson mengetahui bahwa terakhir kali Lady Frances bersama dengan suami-istri misionaris.

Berhasilkah Watson memecahkan kasus hilangnya Lady Frances Carfax? Kejutan apa yang dihadirkan Holmes untuk Watson dan para pembacanya? Dan apa hubungan kasus menghilangnya Lady Frances dengan Holy Peters, salah satu bandit tersohor di Australia? Berhasilkah perempuan cantik dan kaya itu ditemukan–hidup ataupun mati?
*

Kali ini pembaca diajak oleh Watson untuk menyelidiki jejak hilangnya Lady Frances yang kaya raya. Meskipun penyelidikan dr. Watson masih kalah cepat dari sahabatnya, Holmes, tapi kali ini Watson mendapat pujian lho dari Holmes. Kerjanya cukup memuaskan. Good job, Mr. Watson!

Holmes lagi-lagi menunjukkan kepiawaiannya sebagai detektif berwajah dingin dan tenang. Dengan santai ia membeberkan analisis dan kesimpulannya. Meskipun ia sempat kecolongan saat menangani kasus, tapi sikap tenangnya juara!

Ciri khas Holmes yang santai, bahkan saat mereka berada di tengah kasus yang masih belum menemukan titik temu, seringkali membuat saya sebagai pembaca senyum-senyum.

“Nah, Watson, kemasilah barang-barangmu sementara aku mengirim telegram kepada Mrs. Hudson, agar dia menyiapkan makan malam istimewa bagi dua pengembara kelaparan pada jam setengah delapan besok malam.”

Melalui sudut pandang Dokter Watson, Sir Arthur Conan Doyle menyuguhkan kepada pembacanya sepak terjang Holmes serta ekspresi-ekspresi khasnya saat membuat deduksi sampai akhirnya menyelesaikan masalah.

All hail, Holmes! ^^
——————————-
Judul: Sherlock Holmes – Menghilangnya Lady Frances Carfax | Penulis: Sir Arthur Conan Doyle

Rating:

image