[Resensi Buku] Sherlock Holmes : Petualangan Lingkaran Merah

Pendidikan tak pernah berhenti, Watson. Pendidikan adalah rangkaian pelajaran yang semakin lama malah semakin tinggi nilainya.”

Kasus kali ini melibatkan pasangan suami istri Italia dan Geng Lingkaran Merah, sebuah perkumpulan Neopolitan yang bersekutu dengan Geng Carbonari yang terkenal dan seorang tokohnya sedang dicari-cari polisi karena terlibat dalam puluhan kasus pembunuhan.

Bermula dari seorang pemilik pondokan bernama Mrs. Warren yang melaporkan tingkah aneh salah satu penyewa pondokannya. Selama beberapa waktu sang penyewa tak pernah menampakkan batang hidungnya. Setiap pagi sampai larut malam yang dilakukannya hanya mondar-mandir di kamarnya, membuat Mrs. Warren ketakutan. Sang penyewa bahkan membayar sedikit lebih tinggi daripada tarif yang biasa dan mengajukan syarat-syarat tertentu.

Holmes bersama Watson lalu berangkat mengunjungi pondokan Mrs. Warren dan menyelidiki hal-hal yang mencurigakan terkait si tamu. Mulai dari porsi makanan yang terlalu sedikit, kecurigaan kalau ternyata ada dua orang penyewa, sampai menyelidiki tulisan tangan dan alat tulis yang digunakan.

Namun, ternyata yang ditemukan Holmes dan Watson tidak hanya sekadar pemyewa yang aneh. Dalam proses penyelidikan Holmes bertemu dengan Gregson, seorang detektif Scotland Yard, bersama seseorang dari Agen Amerika Pinkerton.

Apakah yang menghubungkan kasus Holmes dengan kasus yang sedang ditangani Gregson? Siapakah yang ada di balik pintu dalam pondokan Mrs. Warren?

*

Lagi-lagi Holmes membuktikan kepiawaiannya membuat deduksi. Ia bahkan mampu menganalisis jenis kelamin korban hanya dengan melihat telinganya! Ada

Doyle sebagai otak cemerlang di balik kisah-kisah Sherlock Holmes saya akui sangat cerdas mengatur plot dan alur cerita. Bagaimana kisah yang awalnya terlihat sederhana ternyata mengandung misteri yang memerlukan analisa tinggi.

Satu hal yang saya suka dalam kisah-kisah Sherlock Holmes adalah tidak terlalu banyaknya tokoh yang terlibat. Semua tokoh dalam cerita-cerita Sir Conan Doyle memiliki porsi yang pas.

Karakter Holmes pun tidak dibuat sesempurna mungkin. Detektif cuek dan tenang, belum lagi karakternya yang suka mengomentari dengan gaya yang sangat santai dan kadang terkesan lucu bagi pembacanya. Dr. Watson pun hadir sebagai tokoh ‘penyeimbang’. Benar-benar apik! ^^
——————————-
Judul: Sherlock Holmes – Petualangan Lingkaran Merah | Penulis: Sir Arthur Conan Doyle

Rating:

image

[Resensi Buku] Sherlock Holmes : Petualangan Kotak Kardus

Sahabatku ini tak pernah tertarik berlibur ke pedesaan maupun ke pantai. Dia lebih suka berada di jantung kota yang berpenduduk lima juta ini, mengendus-endus misteri yang belum terpecahkan.” -Watson-

Kali ini Sherlock Holmes dan Dr. Watson menghadapi kasus misterius yang terjadi di Cross Street, Croydon. Tepatnya di rumah Miss Cushing, seorang wanita lajang berumur lima puluh tahun. Sebuah paket aneh singgah di rumahnya. Sebuah kotak karton berisi garam yang masih kasar. Di antara garam kasar tersebut Miss Cushing menemukan dua buah telinga manusia yang jelas baru dipotong dari bagian tubuhnya.

Atas permintaan Mr. Lestrade, seorang polisi di Scotland Yard, Holmes dan Watson berangkat menuju Croydon untuk menangani kasus langka tersebut.

Holmes memulai penyelidikannya mulai dari tali yang digunakan untuk mengikat paketan yang datang. Lalu meneliti pembungkus kotak kardus, bau kopi yang muncul di pembungkus, sampai analisis tulisan yang digunakan si pelaku.

Ketika melihat sendiri dua telinga di dalam paket, Holmes menemukan fakta baru. Ditambah lagi fakta mengerikan dibalik paket yang menurut Miss Cushing adalah ulah iseng seseorang saja.

*

Tak pernah bosan mengikuti petualangan Holmes! Kali ini kisah diceritakan dari sudut pandang Dr. Watson, sahabat setia Holmes. Pembuka kisah ini sangat menarik. Analisis Holmes terhadap apa yang sedang dipikirkan Watson hanya dengan memperhatikan tingkah laku dan tatapan matanya. Kemampuan analisis inilah yang akan digunakan lagi oleh Holmes dalam membantu memecahkan kasus Kotak Kardus.

Saya tak meragukan kelihaian Sir Arthur Conan Doyle dalam meramu kisah misteri. Saya sudah menjadi pembacanya sejak umur belasan dan selalu suka dengan karya-karyanya. Kali pertama mengenal Sherlock Holmes yaitu di komik–favorit sepanjang masa versi saya–Detektif Conan.

Cara Holmes membuat deduksi, gayanya yang tenang dan kadang terlihat ‘sengak’, juga kata-katanya yang jujur dan terasa lucu, menjadikan Holmes menjadi salah satu orang yang paling dicari jika ada misteri yang sulit dipecahkan di Baker Street dan sekitarnya.

All hail, Holmes! ^^

——————————
Judul: Sherlock Holmes – Petualangan Kotak Kardus | Penulis: Sir Arthur Conan Doyle

Rating:

image