[Resensi Buku] LOVE CAKE : Yang Diam-Diam Menujumu

Karena saya cuma mau mastiin kamu nggak tersesat. Makanya saya lebih milih ikut kamu, jalan di belakang kamu, dan selalu menuju kamu.”

picsart_01-11-09-02-271

Dua hal yang paling dicintai Luna di dunia ini adalah Nando dan pastry. Ia menyukai aroma roti yang menguar dari oven. Juga, menikmati bayangan lelaki pujaan hatinya di setiap cake yang ia ciptakan. Semuanya begitu manis seperti permen kapas merah jambu. Hingga Luna lupa rasa manis yang terlalu banyak dapat menimbulkan getir, bahkan pahit.

Manis yang direguk Luna mulai luntur ketika ia mengikuti kompetisi membuat kue. Luna yang baru saja kehilangan pekerjaan, mengejar hadiah utama berupa kontrak kerja sebagai chef pastry di Delicious One Bakery. Namun, di tengah tahapan kompetisi yang berat, keadaan Nando yang menderita kanker mata memburuk. Luna didera dilemma. Kompetisi itu akan menentukan masa depannya. Tapi, ia juga tidak ingin menjadi kekasih yang buruk dengan meninggalkan Nando pada masa-masa sulit, demi impiannya.

Sementara itu, Aaron, saingan Luna di kompetisi selalu mengamati Luna dari jauh. Ikut tersenyum saat Luna senang, juga panik ketika Luna dalam kesusahan. Bagi Aaron, Luna akan lebih baik bersamanya, meninggalkan kekasih yang mungkin tidak akan menjamin masa depan gadis itu. Haruskah Luna membiarkan egonya menang sekaligus mengizinkan Aaron mengambil tempat Nando di hatinya?

*

Continue reading

Advertisements

[Resensi Buku] Strawberry Cheesecake : Manis Asam Cinta dalam Stroberi

Kamu harus terus belajar kalau tidak mau tertinggal. Betapa pun berbakatnya kamu, orang-orang yang belajar akan mengalahkan kamu, dan orang yang belajar paling banyak yang akan jadi pemenangnya.”

img_20161014_2036111Alana adalah seorang selebritis yang ‘terjebak’ dalam acara memasak di tv. Ia menyadari bakatnya adalah dunia entertainer, bukan di dapur. Tetapi demi Aidan, yang menyukai perempuan yang bisa memasak, ia akhirnya menerima tantangan dalam acara masak tersebut. ‘Toh, aku bisa belajar masak dari youtube,’ pikir Alana.

Tempat diadakannya tantangan dalam acara masak tersebut adalah sebuah deli yang terletak di daerah Bandung yang bernama Strawberry Garden Deli. Saat kali pertama menginjakkan kaki di tempat itu, di depan kamera tv yang sedang menyala, Alana menangkap sosok pengunjung yang ingin kabur tanpa membayar makanan terlebih dahulu.

Insiden tersebut mempertemukannya dengan Regan—si pelaku yang ia tangkap basah—yang ternyata sudah kali kedua ia temui tetapi tak ingat di mana ia pernah bertemu lelaki itu. Di luar dugaan, Regan yang berpenampilan sangar itu ternyata memiliki bakat memasak. Sadar karena dalam dua tantangan sebelumnya di Strawberry Garden Deli dirinya selalu kalah telak, Alana berpikir untuk menjadikan Regan sebagai ‘guru memasak’nya. Sayangnya, permintaan tersebut tak semudah membeli sepatu-sepatu bermerek bagi Alana. Ia harus memohon mati-matian agar akhirnya Regan mau mengajarinya memasak, meskipun dengan syarat yang sungguh membuat Alana bingung.

Apakah syarat yang diajukan Regan? Berhasilkah Alana melewati tantangan dalam reality show memasak tersebut dan membuat Aidan terkesan? Banyak hal yang dilalui Alana selama syuting acara memasak yang lambat laun membuatnya berpikir, “Apakah memang benar ini yang kuinginkan untuk orang yang kucintai?” Continue reading

[Resensi Buku] DÉESSERT : Tentang Mimpi dan Kisah yang Belum Selesai

Tidak perlu memandang fisik, laki-laki tetap saja laki-laki. Isi kepala dan logika mereka sama saja. Ujung-ujungnya mereka tetap bisa memutuskan pergi tanpa merasa harus repot memberikan penjelasan.”

2016-10-03-05-09-56-1

Kinara Gayatri Adiharja—atau Naya—seorang presenter acara kuliner di salah satu stasiun televisi terkenal memutuskan berhenti dari pekerjaannya dan memilih meninggalkan Ibukota kemudian kembali ke kota kelahirannya, Palembang. Di tempatnya menghabiskan masa kecil dan remajanya itulah Naya bersama sahabatnya, Lulu, mulai membangun kembali apa yang pernah mereka impikan: merintis sebuah usaha kuliner. Kafe yang kemudian diberi nama ‘Dapoer Ketje’ itu didirikan Naya dan Lulu dibantu Arfan, seorang chef profesional yang juga tunangan Lulu. Perlahan tapi pasti, Naya mulai menapaki mimpi-mimpinya.

Pulang ke Palembang tak hanya menjadi pilihan untuk mimpi-mimpi Naya, tapi juga kenangannya akan cinta pertama sepuluh tahun lalu—saat ia masih duduk di bangku SMA. Sadewa Banyu Sastrawirya, lelaki ‘sangat biasa’ tetapi sangat disayangi oleh Naya dengan begitu luar biasa. Dulu. Perempuan dengan mata indah itu harus menahan dirinya, sebab hampir semua sudut kota ini mengingatkannya akan Dewa, sosok yang selama enam tahun belakangan ia ingin lupakan.

Seakan tak didukung oleh semesta, proyek Dapoer Ketje mempertemukn kembali Naya dengan Dewa—yang kini penampilannya nyaris berubah total. Tak ada lagi Dewa, siswa nerd yang kerjanya hanya nongkrong di perpustakaan. Tak ada lagi Dewa yang kurus seperti orang-orangan sawah. Dewa kini menjelma menjadi sosok lelaki gagah, seorang chef pastry keluaran restoran bergengsi dari Australia. Meski bagi Naya, Dewa tetaplah sosok yang sama seperti yang ia kenal dulu. Datar dan irit bicara.

Pertemuan mereka tak memberi kesan yang baik. Naya terus bersikap ketus, sedangkan Dewa tak pernah menunjukkan emosi apa-apa. Ada masalah yang tak pernah selesai di antara mereka sejak tujuh tahun lalu. Ada luka di sana yang ternyata tak pernah kering. Luka yang diperparah oleh hadirnya Ava dan kisah Naya dengan mantan-mantannya.

Keduanya sama-sama keras kepala … meski mungkin diam-diam saling merindukan. Continue reading